Petani Kalteng Tegaskan Pentingnya Kemandirian Pangan di Tengah Krisis Global

IMG-20260430-WA0014-1.jpg

PALANGKA RAYA – Di tengah dinamika geopolitik global yang memicu gejolak harga energi dunia, kalangan petani di Kalimantan Tengah memilih tetap fokus pada peningkatan produksi pangan sembari menyaring berbagai informasi yang beredar di masyarakat.

Kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik internasional dinilai tidak boleh mengganggu konsistensi program strategis nasional, termasuk pengembangan food estate sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Pengurus Gapoktan Gema Tani, Mariman, menegaskan bahwa situasi global yang penuh ketidakpastian justru menjadi pengingat pentingnya kemandirian pangan agar daerah tidak mudah terdampak gejolak eksternal.

“Pertanian harus tetap menjadi penyangga. Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, kami memilih fokus pada produksi agar kebutuhan pangan tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Gapoktan Gema Tani yang juga tokoh masyarakat, Mardi Pranoto, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi arus informasi, khususnya terkait isu kenaikan harga BBM yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyaringan informasi menjadi penting agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Masyarakat jangan mudah terpancing isu. Pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

Keduanya menilai, menjaga produktivitas pertanian serta sikap tenang dalam menyikapi isu merupakan langkah rasional untuk mempertahankan stabilitas sosial dan ekonomi daerah di tengah gejolak global.

scroll to top