Peredaran Sabu di Jalan Nenas Labuhanbatu Kian Resah, Sosok ‘Dendi’ Diduga Tak Tersentuh Hukum

1772185346978.png

BENUANEWS.COM | Labuhanbatu – Praktik peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Nenas, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, kian mengkhawatirkan. Sosok pria berinisial D alias Dendi mencuat ke permukaan dan diduga kuat sebagai aktor intelektual di balik bisnis haram yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut.

Meski Satres Narkoba Polres Labuhanbatu gencar melakukan penindakan di berbagai titik rawan, aktivitas di wilayah Jalan Nenas seolah menjadi pengecualian. Dendi, yang disebut-sebut sebagai bandar lama, diduga masih bebas mengendalikan peredaran sabu tanpa tersentuh hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku memanfaatkan sebuah bangunan kecil yang dikenal sebagai “bengkel” di tengah pemukiman warga sebagai titik transaksi. Mirisnya, lokasi peredaran barang haram tersebut berada tidak jauh dari rumah ibadah (Masjid).

Kondisi ini kian memprihatinkan lantaran aktivitas tersebut tetap berjalan di tengah bulan suci Ramadhan, sehingga dianggap menodai kesucian bulan tersebut.

Seorang warga Kelurahan Padang Bulan berinisial M (37) mengungkapkan keresahan yang mendalam. Menurutnya, meski polisi sering menangkap pelaku narkoba di tempat lain, sosok Dendi di wilayah mereka seolah tidak tergoyahkan.

“Bulan suci Ramadhan ternodai oleh mereka yang terus bertransaksi sabu di Jalan Nenas. Kalau ditanya resah, pasti sangat resah, Bang. Tapi mau bicara apa? Sampai saat ini peredaran yang diduga dikendalikan Dendi belum tersentuh hukum sama sekali,” ujar I kepada wartawan, Jumat (27/02).

Masyarakat mendesak agar Kapolres Labuhanbatu memberikan atensi khusus terhadap wilayah Jalan Nenas. Warga berharap pihak kepolisian tidak hanya melakukan penindakan sesaat, tetapi juga pencegahan berkelanjutan.

“Harapan kami, Kapolres memberikan perhatian khusus. Perlu ada patroli rutin setiap hari yang menyasar titik-titik tersebut agar ruang gerak mereka tertutup dan narkoba perlahan hilang dari lingkungan kami,” pungkasnya.

(OC)

scroll to top