Limapuluh Kota, Benuanews.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0306/50 Kota tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik. Salah satunya adalah penyuluhan Sadar Wisata yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Limapuluh Kota.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) di aula MTsN Rantau Panjang, Jorong Air Putih, Kecamatan Harau,
Kabupaten Limapuluh Kota tersebut menghadirkan Kepala Bidang Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota, Susi, sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, Susi menjelaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi pariwisata daerah. Menurutnya, pengelolaan objek wisata yang baik, didukung inovasi serta pelayanan yang memenuhi standar, akan meningkatkan daya tarik wisatawan dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki kekayaan budaya dan destinasi wisata yang sangat potensial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mengembangkan serta mempromosikan objek wisata agar mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Penyuluhan tersebut dihadiri Wali Nagari Sarilamak Andri, Wali Jorong Air Putih Aprizal, Ketua Pemuda Edo, serta sekitar 30 peserta dari masyarakat setempat.
Kegiatan penyuluhan sadar wisata merupakan bagian dari program nonfisik TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota yang dipimpin Dandim Letkol Inf Adi Nofriad Nata. Selain penyuluhan pariwisata, TMMD juga melaksanakan edukasi di bidang kesehatan dan pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, progres pembangunan fisik TMMD terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pembukaan jalan sepanjang 2.700 meter menuju Jorong Air Putih telah mencapai sekitar 68 persen. Pekerjaan pengerasan jalan (sertu) sepanjang 2.250 meter juga terus dipercepat. Selain itu, penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter telah mencapai 98 persen, sedangkan pemasangan gorong-gorong di lima titik saat ini mencapai sekitar 25 persen.
Melalui perpaduan pembangunan fisik dan nonfisik, TMMD ke-129 diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperkuat potensi wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota.
(Lili)