LUWU UTARA-Benuanews.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPTD Wilayah I Palopo Dinas Bina Marga selaku Pelaksana Teknis Lapangan tengah menggenjot pengerjaan pemasangan jembatan bailey di Lokasi Jembatan Sae, Kecamatan Seko.
Ruas jalan ini merupakan kewenangan provinsi yang berada di jalur Sae – Batas Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), tepatnya di KM 541+000 atau STA 111+680 dari Jalan Nasional di Pertigaan Tugu Durian, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara.
PPTK UPTD Wilayah I Dinas Bina Marga Sulsel, Muhammad Said, menjelaskan, Jembatan Sae yang memiliki panjang 28 meter akan dipasangi jembatan bailey sebanyak 12 segmen atau sepanjang 36 meter, dengan rincian lebar panel 3,8 – 4 meter, dan panjang setiap segmennya 3 meter.
Jembatan bailey sendiri, kata dia, merupakan jembatan rangka baja modular dengan sistem panel yang dirakit menggunakan pen serta komponen pengikat, yang dirancang untuk memulihkan arus lalu lintas kendaraan penghubung antar-desa di Seko hingga batas Provinsi Sulbar.
“Jembatan ini dimobilisasi secara bertahap dari ruas Sabbang-Tallang, mengingat kondisi jalan ke Seko sangat ekstrem. Kami mengejar waktu agar mobilisasi ini dilaksanakan secepatnya sebelum memasuki musim penghujan,” jelas Said di Masamba, Rabu (23/9/2026).
Dalam proses pengerjaannya, pihaknya memaksimalkan sumber daya yang ada, yakni peralatan pendukung, berupa dua unit dumptruck, satu unit excavator PC 200, serta satu unit mobile crane yang diperbantukan dari UPTD Workshop dan peralatan dari Makassar. Termasuk kendaraan operasional sebanyak dua unit Pikap.
Yang menarik, justru dari tenaga teknis lapangan. Di mana mereka dibantu warga setempat alias warga di sekitar jembatan. “Insya Allah, saat ini sudah masuk tahap perakitan dan penyambungan panel dari segmen ke segmen, di mana sudah terpasang empat segmen,” ungkapnya.
Pria asal Mandar ini berharap proses pengerjaan jembatan bailey ini tidak mengalami hambatan, sehingga pada Oktober 2026 mendatang, jembatan ini bisa dilalui masyarakat. “Semoga tidak ada halangan sehingga bisa fungsional pada bulan Oktober mendatang,” harap Said.
Untuk diketahui, proyek pemasangan jembatan bailey ini merupakan inisiatif dan usulan langsung Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah cepat ini diambil demi menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terpencil.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas respon cepat terhadap usulan ini. Kehadiran jembatan darurat ini sangat krusial agar akses ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) bisa segera dilalui dengan aman,” harapnya.
Ia menegaskan, pembukaan akses transportasi ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dengan lancarnya jalur penyeberangan ini, mobilitas masyarakat tidak lagi terhambat, sehingga distribusi bahan baku, logistik, dan bahan pangan ke wilayah Seko dan sekitarnya dapat berjalan lebih lancar serta menekan disparitas harga barang di wilayah tersebut. (LHr#)