MASAMBA-Benuanews.com-Menghadapi tantangan dakwah di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, Pondok Pesantren Al-Mujahidin DDI Masamba bekerja sama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar kegiatan Pelatihan Muballigh(ah) Muda Tingkat Dasar dan Lanjutan, Kamis (12/2) di MIS Al Ikhlas Balebo, Masamba.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 12 – 14 Februari 2026, ini, mengusung tema “Peran Muballigh(ah) Muda sebagai Pelopor Dakwah Kreatif di Era Digital”. Pelatihan ini dilaksanakan juga dalam rangka membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang mendalam secara substansi agama, tetapi juga menarik secara visual dan penyampaian.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap menjelang Bulan Suci Ramadan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu Utara melalui Plt. Kepala Seksi Pendidikan Islam, Amiruddin, S.Pd., M.Pd.I. Sebanyak 212 peserta dari MA, SMA., SMK, MTs, dan SMP se-Kabupaten Luwu Utara ikut ambil bagian dalam pelatihan ini.
Jumlah peserta tahun ini merupakan jumlah terbanyak sejak kegiatan pelatihan dilakukan, dan ini menjadi bukti sahih bahwa pelatihan Muballigh(ah) Muda makin diminati para siswa madrasah dan siswa sekolah. Sekaligus untuk menambah kualitas diri dan potensi siswa dalam mengasah kemampuannya untuk tampil menyampaikan pesan-pesan agama.
Dalam sambutannya, Amiruddin menekankan pentingnya penguatan kapasitas muballigh muda agar mampu berdakwah secara adaptif di tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini. “Era digital menuntut kita untuk kreatif, inovatif, dan bijak memanfaatkan media. Dakwah harus hadir dengan bahasa santun, moderat, dan mampu menjangkau generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Luwu Utara, Andi Lalak, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya kaderisasi muballigh-muballighah muda yang berkelanjutan. “Tentunya kita menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut aktif dalam menyukseskan kegiatan ini sehingga dapat dilaksanakan,” ucap Andi Lalak.
Pada tempat yang sama, Kepala MTs DDI Masamba, Muhammad Zuljalali, S.Pd.I., menegaskan bahwa dakwah saat ini menuntut kemampuan yang adaptif terhadap tren perkembangan zaman, khususnya pemanfaatan media digital, termasuk media sosial, sebagai sarana penyebaran nilai-nilai ajaran agama Islam itu sendiri, sehingga berdampak baik di masyarakat.
“Muballigh dan muballighah muda hari ini tidak cukup hanya pandai berbicara di mimbar, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah secara kreatif, santun, serta relevan melalui media dakwah digital. Inilah tantangan kita, sekaligus peluang besar bagi generasi muda yang ada saat ini untuk melanjutkan cita-cita harapan bangsa,” jelas Zuljalali.
Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi atas terciptanya kolaborasi antara Ponpes Al-Mujahidin DDI Masamba dan BKPRMI Luwu Utara dalam penyelenggaraan Pelatihan Muballigh(ah). Katanya,
sinergi lembaga pendidikan dan organisasi Islam adalah kunci dalam melahirkan kader da’i dan da’iyah yang berkarakter, berilmu, serta berwawasan digital.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya melahirkan muballighah yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah di tengah masyarakat,” tambah pria yang akrab disapa Zul ini.
Diketahui, pelatihan ini dirancang dalam dua tingkatan, yakni dasar dan lanjutan, dengan materi yang meliputi penguatan pemahaman keislaman, public speaking, pengemasan materi dakwah yang menarik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah.
Diharapkan juga para peserta mampu bertindak sebagai pionir, sekaligus pelopor dakwah kreatif yang menyejukkan dan relevan dengan kebutuhan umat di era digital. Turut hadir dalam acara pembukaan ini, Ketua Yayasan Ponpes Al-Mujahidin DDI Masamba, serta para kepala sekolah dan tenaga pendamping dari masing-masing lembaga peserta. (Hasdir Anwar/LHr#)