Pasca Ops Antik Toba, Bisnis Sabu ‘Coy Dasopang’ di Marbau Kembali Menggurita

1781840741595.jpg

LABUHANBATU UTARA | Benuanews.com – Praktik peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, disinyalir kembali menggeliat. Aktivitas haram ini kembali marak tepat setelah berakhirnya Operasi Antik Toba 2026 yang digelar kepolisian pada pertengahan Mei hingga awal Juni lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim awak media di lapangan, sejumlah titik yang kerap dijuluki “Bendera” (lokasi transaksi) kini kembali beroperasi secara terang-terangan. Titik-titik sebaran bisnis haram ini meliputi Desa Sumberjo Kongsi Enam, Desa Pare-Pare, Desa Belungkut, hingga merambah ke Desa Marbau Selatan.

Seorang sumber lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas transaksi sempat tiarap saat pihak kepolisian gencar menggelar Operasi Antik Toba (13 Mei – 2 Juni 2026). Saat itu, para pengedar hanya berani beroperasi secara sembunyi-sembunyi dalam skala kecil.

“Kemarin pas ada Ops Antik atau mungkin karena gencar diberitakan media, si Coy sempat tutup total. Tapi anehnya, belakangan ini aktivitas mereka malah eksis lagi. Bahkan lokasinya makin ramai dan meluas, mereka ‘main’ lagi bang,” ujar sumber tersebut saat ditemui di kawasan Marbau, Rabu (17/6/2026) sore.

Nama “Coy” bermarga Dasopang, warga asli Desa Belungkut, Kecamatan Marbau, mencuat dan disebut-sebut oleh warga setempat sebagai sosok sentral alias bandar besar yang mengendalikan jaringan ini. Ironisnya, meski rekam jejaknya dalam bisnis gelap sabu di wilayah Marbau sudah berlangsung lama, sosok yang kerap disapa “Ketua” ini terkesan tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

Sebelumnya, gubuk yang diduga kuat menjadi markas berkumpulnya Coy dan komplotannya di Desa Belungkut sempat digerebek oleh personel Polsek setempat sebelum Ops Antik Toba dimulai. Namun, penggerebekan tersebut diduga bocor. Petugas hanya menemukan plastik klip kosong dan alat isap (bong),

sementara Coy dan anak buahnya berhasil meloloskan diri.
Kini, sepak terjang jaringan Coy Dasopang kembali menjadi momok bagi masyarakat. Munculnya titik-titik transaksi baru pasca-operasi kepolisian ini menjadi tantangan besar sekaligus ujian bagi komitmen BNN, Polres Labuhanbatu, hingga Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dalam memberantas peredaran barang haram tersebut sampai ke akarnya. (*)

scroll to top