MALANGKE-Benuanews.com-Sejumlah orang terlihat melakukan ziarah ke kompleks makam Datuk Pattimang Desa Patimang, Kecamatan Malangke, Kamis (26/3/2026).
Para peziarah ini bukan dari warga lokal, melainkan mereka datang jauh-jauh dari Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Demikian diungkap petugas ODTW Kompleks Makam Datuk Patimang, Mastar, saat mendampingi para peziarah dari Kabupaten Kolaka Utara, Sultra, tersebut.
Mastar mengatakan bahwa para peziarah ini melakukan prosesi ziarah dengan penuh khidmat, dengan niat untuk melakukan napaktilas serta doa bersama.
“Suasana khidmat menyelimuti prosesi ziarah yang dilakukan pagi tadi. Tak ada rasa lelah, meski harus menempuh perjalanan yang cukup jauh,” ungkap Mastar.
Mastar mengatakan bahwa mereka tidak hanya datang untuk berziarah, tetapi juga melakukan Napak tilas dan wisata religi untuk mengetahui sejarah Islam Tana Luwu.
Mastar menirukan apa yang disampaikan para peziarah tersebut bahwa kedatangannya di makam Datuk Patimang sebagai upaya menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah Islam Tana Luwu.
“Mereka datang tidak hanya membawa doa, tetapi juga harapan agar syiar Islam terus digalakkan dalam kondisi apapun, termasuk momentum Idulfitri,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala UPT Pariwisata Luwu Utara, Lukman, mengatakan bahwa ramainya kunjungan ke makam Datuk Patimang di masa libu Lebaran ini membuktikan bahwa situs sejarah di Malangke terus menjadi daya tarik bagi masyarakat luar Luwu Utara.
“Terima kasih atas kunjungan warga, baik dari dalam maupun dari luar Luwu Utara. Kunjungan ini tentu makin baik, karena ODTW Patimang makin dikenal. Sehingga dengan banyaknya warga yang datang, tentu akan linier dengan peningkatan PAD kita juga,” jelasnya.
“Sekali lagi, warga yang datang berziarah tentunya akan makin mempererat hubungan emosional antarwilayah karena kita dipersatukan oleh nilai-nilai budaya dan keislaman,” tandasnya.
Seperti diketahui, ziarah ke makam Datuk Patimang adalah sebuah upaya mendoakan para ulama, dengan tujuan meneladani kesalehan yang telah dijalani semasa hidupnya.
Sekaligus juga untuk mengambil segala pelajaran, serta untuk mendapatkan keberkahan dengan menghormati jasa-jasa mereka dalam dakwah. (LHr#)