Lansia 65 Tahun di Tualang Hidupi Tiga Anak Yatim, Bantuan Sosial Tak Pernah Datang Setahun Terakhir

IMG-20260119-WA0137.jpg

Siak, Benua news com – Seorang warga lanjut usia (lansia) berusia 65 tahun di Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, mengaku sudah satu tahun terakhir tidak pernah lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah.

module: a;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 128.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pantauan kontrol sosial di rumah nenek lansia tersebut pada Senin 19 Januari 2026 – sangat memprihatikan Nenek tersebut kini harus bertahan hidup bersama tiga orang cucunya yang masih berstatus anak yatim piatu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan hasil mencari kara-kara dan pekerjaan serabutan lainnya.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan masyarakat sekitar, mengingat sebelumnya keluarga tersebut sempat terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Namun, setelah terjadi pergantian penghulu (kepala kampung), bantuan tersebut tidak lagi mereka terima hingga sekarang.

“Dulu kami masih dapat bantuan. Tapi sejak ganti penghulu, sampai sekarang tidak pernah lagi. Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kami,” ujar sang nenek dengan harap.

Ia berharap Dinas Sosial Kabupaten Siak bersama Pemerintah Kampung Pinang Sebatang Timur dapat mencatat kembali namanya sebagai penerima manfaat bantuan, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.

Masyarakat juga meminta agar pendataan penerima bantuan sosial dilakukan secara adil dan tepat sasaran, khususnya bagi warga lansia dan anak yatim piatu yang benar-benar membutuhkan.Pihak kampung diharapkan dapat segera mencari solusi agar bantuan sosial dari pemerintah dapat disalurkan secara merata, transparan, dan sesuai dengan kondisi warga di lapangan.

Untuk mengimbangi pemberitaan saat kontrol sosial konfirmasi minta tanggapan kepada Sudarno sebagai penghulu kampung pinang sebatang timur sampai berita ini terbit belum ada tanggapan resmi.”

Agus zega.

scroll to top