PEKANBARU || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau menghadiri pendistribusian 260 papan peringatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Kecamatan Sail, Pekanbaru, Rabu (28/10/2026).
Sebanyak 260 papan peringatan tersebut disiapkan untuk dipasang di sejumlah wilayah, terutama lokasi yang sebelumnya telah ditangani melalui proses penegakan hukum terkait kasus pembakaran lahan. Pemasangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami dari TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi,” tegas Pangdam.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Arman Achdiat menyampaikan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat, perekonomian, serta kelestarian ekosistem.
“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan mitigasi, serta penanganan potensi karhutla secara cepat dan tepat,” tegas Kapolda Riau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Riau melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan M. Job Kurniawan, Kejati Riau I Dewa Gede Wirajana, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, serta unsur TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Pelepasan distribusi papan peringatan oleh Forkopimda Provinsi Riau berlangsung hingga pukul 09.40 WIB dalam keadaan tertib dan aman.
Melalui sinergi lintas instansi, upaya pencegahan karhutla diharapkan semakin kuat sehingga masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. (A-R)