Ketua PGRI Randuagung Nanang Wahyudi: Hari Santri Momentum Tanamkan Keikhlasan dan Akhlakul Karimah

IMG-20261023-WA0037.jpg

RANDUAGUNG, Benuanews.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, dimaknai secara mendalam oleh jajaran pendidik di Kabupaten Lumajang.

Ketua PGRI Cabang Randuagung, Nanang Wahyudi, S.Pd., menyampaikan kesan dan pesan Hari Santri Nasional sebagai momentum berharga bagi bangsa.

“Peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum yang sangat berharga untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Nanang Wahyudi.

Menurutnya, Hari Santri juga menjadi pengingat penting bagi generasi saat ini untuk mengamalkan nilai-nilai luhur pesantren.

“Hari Santri juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, kemandirian, perjuangan, dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi awak media, Ketua PGRI Randuagung itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar pesantren.

“Sebagai Ketua PGRI Cabang Randuagung, saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh santri, para kiai, ustaz, ustazah, serta keluarga besar pesantren yang senantiasa berkontribusi dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama dan keteladanan,” tegasnya.

Nanang Wahyudi juga menitipkan pesan khusus kepada santri dan generasi muda Lumajang.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan mampu menjawab tantangan zaman. Teruslah belajar, berkarya, serta menjaga nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa,” pesannya.

Ia menekankan, santri masa kini tidak boleh hanya menguasai ilmu agama saja.

“Santri tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu agama, tetapi juga harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik,” imbuhnya.

Kepada seluruh insan pendidik, ia mengajak untuk memperkuat sinergi pendidikan.

“Kepada seluruh insan pendidik, mari kita perkuat sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” ajaknya.

Ia pun menutup dengan kalimat penuh makna.

“Selamat Hari Santri Nasional! Jihad santri adalah jihad ilmu, jihad akhlak, dan jihad pengabdian untuk negeri. Semoga semangat Hari Santri senantiasa menginspirasi kita untuk terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan Indonesia yang damai, maju, serta bermartabat,” pungkasnya.

Penulis: Moestar Hadi
Editor: Redaksi Benuanews

–

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top