LABUHANBATU | Benuanews.com – Area Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Hari Sawit Jaya (HSJ) di Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, sempat memanas pada Selasa (23/6/2026). Ketegangan dipicu oleh aksi seorang toke sawit berinisial MS (55) yang diduga melintangkan truk bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) di dalam kawasan pabrik, hingga menghambat aktivitas penimbangan kendaraan lain.
Menurut informasi yang dihimpun, MS mendatangi pabrik bersama sejumlah orang yang mengenakan atribut organisasi masyarakat (ormas) untuk memprotes pelayanan perusahaan. Truk TBS yang dibawanya kemudian diparkir melintang, sehingga melumpuhkan arus bongkar muat dan antrean penimbangan.
Pihak manajemen PT HSJ melalui humas perusahaan menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari penolakan terhadap TBS yang dibawa oleh MS. Buah kelapa sawit tersebut dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.
“TBS yang dibawa saudara MS tidak sesuai dengan spesifikasi yang berlaku di perusahaan, sehingga dengan terpaksa tidak dapat kami terima,” ujar Humas PT HSJ kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).
Aksi protes ini sempat menyita perhatian warga sekitar karena berpotensi menghentikan operasional pabrik dan merugikan pemasok lain yang sedang mengantre.
Melihat situasi yang kian memanas, seorang tokoh masyarakat setempat, Josman Sinaga, datang ke lokasi untuk meredakan keadaan. Meski sempat terlibat adu argumen yang sengit dengan MS, kehadiran Josman berhasil mencegah kericuhan yang lebih besar.
Namun pascakejadian, beredar rumor di media sosial yang menuding Josman melakukan tindakan kekerasan dan membawa senjata tajam jenis celurit atau klewang saat berada di lokasi.
Menanggapi tuduhan tersebut, Josman Sinaga langsung memberikan bantahan keras.
“Informasi itu sama sekali tidak benar. Kehadiran saya di sana murni untuk meredam situasi agar tidak semakin ricuh. Saya akui sempat berbicara dengan nada keras, tetapi itu karena saya meminta agar aksi mereka tidak mengganggu aktivitas perusahaan maupun masyarakat luas,” tegas Josman.
Ia juga menantang pihak-pihak yang menyebarkan rumor tersebut untuk membuktikan tuduhannya.
“Silakan tunjukkan siapa yang melihat atau mengatakan saya membawa celurit atau klewang. Saya tidak pernah membawa senjata tajam ke lokasi,” pungkasnya.
Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Pihak redaksi juga masih berupaya menghubungi MS untuk mendapatkan klarifikasi dan keterangan langsung dari sudut pandangnya.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang terkait dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*)
