Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Rakor Bersama BNPB, Perkuat Patroli Darat dan Pemantauan Cuaca untuk Penanganan Karhutla

file_000000002d8082078e8925fe8680aa5b.png

PALEMBANG,(Benuanews.com) — Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembaruan Cuaca dan Penguatan Patroli Darat dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),Pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Puskodalopsdam II/Sriwijaya tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi.

Kasdam II/Sriwijaya turut didampingi Asops Kasdam II/Sriwijaya.
Rakor ini melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan instansi terkait, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Kehutanan, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh Asops Panglima TNI, para Pangdam, Danrem, dan Dandim dari sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan.

Selain unsur TNI, jajaran kepolisian yang terdiri atas Astamaops Kapolri, para Kapolda, dan Kapolres di wilayah terkait juga mengikuti rapat secara virtual.
Patroli Diperkuat, Titik Rawan Karhutla Jadi Perhatian

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menekankan pentingnya peningkatan patroli darat untuk memantau titik-titik rawan karhutla, memastikan tidak ada kemunculan asap, serta melakukan pengecekan secara intensif.
Pemetaan wilayah patroli dan penentuan jumlah personel juga dinilai penting agar upaya pencegahan berjalan efektif.

Sementara itu, Menko PMK menegaskan perlunya langkah antisipatif agar kejadian karhutla tidak kembali berulang. Personel diminta difokuskan pada titik-titik kebakaran atau firespot yang signifikan, disertai evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan yang telah berlangsung selama empat bulan.
Evaluasi tersebut mencakup inventarisasi kebutuhan peralatan operasional untuk menghadapi potensi bencana berikutnya. Selain itu..

publikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat perlu dioptimalkan guna meningkatkan kewaspadaan serta mendukung upaya pencegahan karhutla.
Kepala BRIN turut berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif dan memperkuat kerja sama dalam penanggulangan bencana.

Modifikasi Cuaca di Sumsel Perlu Dilanjutkan
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas rendah telah turun di sejumlah titik wilayah Sumatera dan Kalimantan. Musim hujan yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada November hingga Februari juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun langkah penanganan ke depan._

Khusus di Sumatera Selatan, curah hujan yang masih rendah membuat upaya modifikasi cuaca perlu dilanjutkan hingga akhir November, sebagaimana disampaikan dalam rapat.
Melalui koordinasi lintas instansi ini, penguatan patroli darat,

pemantauan perkembangan cuaca, kesiapan personel dan peralatan, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengantisipasi dan menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Sinergi antara TNI, BNPB, kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla secara terpadu.

༺𝘄𝗮𝗵𝘆𝘂𝗱𝗶༻

scroll to top