ACEH TENGAH-Benuanews.com-Jurnalis Aceh Barat (JAB) menyalurkan bantuan kepada puluhan jiwa warga Desa Jamur Konyel, Minggu (11/1/2026). Penyintas bencana banjir bandang dan longsor tersebut bertahan hidup di Dayah Mi’yarul Ulum Al Aziziyah, Desa Tebuk, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Ketua JAB Khaidir Azhar, menyampaikan, bahwa bantuan diberikan itu tidak seberapa. Namun keberpihakan jurnalis kepada warga terdampak adalah tujuan utama kedatangan mereka dari Meulaboh.
“Bencana ini adalah cobaan, pasti ada hikmah lebih besar kuasa Allah SWT kepada bapak ibu semua. Kami akan terus mengawal bagaimana pemerintah menangani pascabencana ini,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa, bencana yang dihadapi para penyintas di Aceh Tengah, pernah juga dialami saat bencana gempa dan tsunami 2004 meratakan wilayah Aceh Barat berada di pesisir Aceh.
Sementara itu Mardiana, menangis haru atas kedatangan para jurnalis ke lokasi dayah/ pasantren tempat mereka mengungsi. “Kami akan bertahan, terimakasih sudah datang ke sini mengantarkan bantuan,” ujarnya.
Mereka adalah warga yang selamat saat banjir bandang dan longsor pada 27 November 2025. Mayoritas yang mengungsi di lokasi itu adalah ibu hamil, baru melahirkan, lansia, anak-anak dan kaum perempuan.
“Kebutuhan kami untuk bayi, anak sekolah. Di kampung kami ada 25 kk, 94 jiwa kemari. Saat bencana ada yang hamil dan akhirnya melahirkan di sini,” keluhnya lirih.
Awalnya begitu setelah bencana, ibu hamil ditandu, dikawal dibawa ke lokasi pengungsian itu dan mereka diterima. “Rumah kami di seberang gunung sana terisolir. Hanya di sini terdekat dan aman,” ujar Ayu, yang baru 1 bulan melahirkan bayinya di lokasi pengungsian. Namun, mereka harus berkata jujur, tidak tega membebankan kebutuhan pangan dan biaya listrik kepada Pasantren di lokasi mereka mengungsi.
“Kami tidak ingin memberatkan Pesantren, bayar tagihan listrik mohon dibantu pemerintah,” sebutnya lagi.
Bantuan diturunkan tim JAB seperti beras, mie instan, minyak goreng serta pakaian baru maupun pakaian bekas layak pakai.