Jamaah Masjid Baitul Auliya Kantor Gubernur. Jamaahnya Bukan Manusia Saja, Tapi Juga Ember

IMG-20220803-WA0000.jpg

Padang, Benuanews.com,- Jika anda shalat di Masjid Baitul Auliya Komplek Kantor Gubernur Sumatera Barat, maka sudah dipastikan anda akan berdecak kagum melihat megahnya bangunan masjid tersebut.

Masjid Baitul Auliya dibangun dimasa pemerintahan Gubernur Irwan Prayitno. Dengan menghabiskan dana sebesar Rp 5.542.517.000,- yang bersumber dari dana APBD Prov Sumatera Barat tahun 2019-2020. Hanya butuh waktu kurang dari satu tahun, pembangunan masjid tersebut selesai dikerjakan.

Masjid Baitul Auliya diresmikan pada tanggal 8 Januari 2021 oleh Gubernur saat itu Irwan Prayitno. Dengan diresmikannya masjid Baitul Auliya, maka kegiatan shalat berjamaah dan shalat Jumat di kantor Gubernur dilaksanakan di masjid tersebut.

Tapi sayang, belum genap satu tahun diresmikan, masjid megah tersebut sudah mengalami kebocoran di setiap sudutnya. Alih-alih memberikan kenangan manis diakhir jabatannya, yang ada malah meninggalkan masalah.

Seperti yang terlihat saat shalat Jumat 29 Juli 2022 lalu. Pengurus Masjid menyediakan ember untuk menampung kucuran air dari atap yang bocor. Sungguh sangat memalukan.

Selain bocor sana sini, pengelolaan masjid ini juga terkesan tidak profesional. Dimana-mana yang namanya masjid, pasti ada papan pengumuman tentang uang masuk dan uang keluar. Ditambah lagi daftar nama donatur juga di pajang di dinding masjid.

Akan tetapi di Masjid Baitul Auliya hal tersebut tidak terlihat. Memang ada teletex atau pengumuman seperti iklan baris, akan tetapi tidak mungkin jamaah akan memperhatikan running tex tersebut.

Menurut salah seorang ASN di kantor Gubernur yang tidak mau di sebutkan namanya, seharusnya persoalan kebocoran ini tidak perlu terjadi seandainya sejak awal ada pengawasan dari pihak kantor gubernur. “Perlu dipertanyakan, ini ada apa, kok semua pada diam atas keadaan masjid yang seperti ini” ujarnya.

Jangan-jangan bukan cuma masjid saja yang bocor, akan tetapi keuangan masjid juga bocor, lanjutnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Padang Pasir Arisman SH mengatakan, seharusnya Pemprov melibatkan masyarakat sekitar untuk mengelola masjid tersebut. “Seharus kami warga sekitar kantor gubernur dapat juga menggunakan masjid untuk kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti wirid, tempat musyawarah dan lain sebagainya” ujar Arisman.

Kapan perlu menurut Arisman, Pemprov melibatkan juga masyarakat sekitar untuk menjadi pengurus masjid. “Seolah-olah masjid Baitul Auliya ini hanya punya orang kantor gubernur, padahal masjid adalah milik umat Islam” ungkap pengacara terkenal kota Padang ini.

Menurut Arisman, mesjid menjadi sentral ibadah sholat, wirid dan semua kegiatan keagamaan bagi seluruh umat Islam. Disamping itu, dibutuhkan pengurus masjid yang bisa mengatur keuangan mesjid dengan jujur jelas uang masuk dan keluar dan rincian pengunaan dana.

Selanjutnya pengurus masjid bertugas merawat dan memperbaiki masjid apabila terjadi kerusakan seperti yang terlihat saat ini. Membaguskan mesjid jika bocor diperbaiki, jika panas diberi AC, jika tak ada tempat sendal sepatu maka harus disediakan demi untuk keamanan, keindahan dan kenyamanan mesjid.

Akibat tidak dikelola oleh orang yang tepat, maka inilah yang terjadi. Sejak mulai berdiri sampai sekarang masjid bocorpun sampai sekarang belum diperbaiki. Bahkan disinyalir Keuangan Mesjid Infag Sadagoh harian dan Jumat dikelola oleh bukan bendahara mesjid tapi disimpan diduga oknum di bagian dakwah mesjid seorang sopir di salah satu Biro di ktr.Gub.

Tapi yang lebih mengherankan, tidak ada upaya dari pihak kantor gubernur untuk menuntut pemborong masjid tersebut. “Atau jangan-jangan memang sudah terjadi permainan dalam prosesnya” akhir Arisman

(Marlim)

(Visited 272 times, 1 visits today)
scroll to top