JAMBI.(Benuanews.com)-Kemacetan parah kembali menghantui sejumlah ruas jalan utama di wilayah Batanghari hingga Kota Jambi, Sabtu malam (8/3). Antrean panjang truk batu bara membuat arus lalu lintas lumpuh. Kendaraan mengular hingga beberapa kilometer.
Titik kemacetan terpantau di Simpang Mendalo, kawasan Telanaipura, hingga Jalan Lintas Timur Jambi. Jalan yang seharusnya menjadi jalur utama mobilitas masyarakat berubah menjadi lautan truk batu bara yang bergerak lambat bahkan berhenti total di beberapa titik.
Kondisi tersebut memicu keluhan para pengendara. Selain memperlambat perjalanan, kehadiran truk bertonase besar juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Pemerhati Infrastruktur Publik, Martayadi Tajuddin, menilai persoalan ini terjadi karena lambatnya progres pembangunan jalan khusus batu bara yang seharusnya menjadi jalur utama angkutan tambang.
“Jalan umum terus menjadi korban. Selain rusak, kemacetan juga semakin parah. Truk-truk berat ini bukan hanya memperlambat arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa warga,” ujarnya.
Martayadi juga menyinggung keberadaan regulasi yang sebenarnya sudah jelas mengatur larangan truk batu bara melintas di jalan umum. Namun, menurutnya, implementasi di lapangan masih lemah.
“Cukup sudah. Jangan sampai ada kesan pemerintah membiarkan truk batu bara merajalela di jalan umum. Perda jalan khusus batu bara dan pergub larangan penggunaan jalan umum sudah ada. Jangan hanya jadi pajangan hukum,” tegasnya.
Ia mendesak Gubernur Jambi segera mengambil langkah tegas agar aturan tersebut benar-benar diterapkan di lapangan.
Menurut Martayadi, pembangunan jalan khusus batu bara harus dipercepat dengan perencanaan matang. Mulai dari ketahanan konstruksi jalan, lebar jalur, rambu keselamatan, hingga sistem pengawasan yang efektif.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan publik dan hak masyarakat untuk menikmati jalan yang aman dan sehat,” katanya.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah provinsi segera menyelesaikan persoalan klasik tersebut. Jika tidak ditangani serius, kemacetan panjang dan kerusakan jalan dikhawatirkan akan terus berulang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.