Heboh!Hampir 1,5 Kg Emas Diduga Hasil PETI Merangin Diamankan Polres Bungo

1001777052.jpg

JAMBI.(Benuanews.com)-Praktik peredaran emas ilegal yang diduga berasal dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Merangin mulai terkuak. Aparat Penegak Hukum Dari Polres Bungo mengamankan sekitar satu kilogram lebih emas yang diduga kuat merupakan bagian dari rantai distribusi hasil tambang ilegal.

Pengungkapan ini bukan berdiri sendiri. Berdasarkan penelusuran informasi dari masyarakat, aktivitas pengumpulan dan distribusi emas ilegal diduga telah berlangsung cukup lama dan melibatkan jaringan terstruktur, mulai dari penambang di lapangan hingga penampung dan pemodal.

Sumber yang dihimpun menyebutkan, emas tersebut berasal dari sejumlah titik PETI di wilayah Merangin yang selama ini dikenal rawan aktivitas tambang ilegal.

Hasil tambang kemudian dikumpulkan oleh pihak tertentu sebelum diedarkan ke luar daerah.

Muncul Nama seorang pria berinisial AS, warga Desa Muara Jenih, Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, mencuat dalam kasus ini. Ia diduga berperan sebagai pemain kunci,tidak hanya sebagai penampung, tetapi juga pemodal yang mengendalikan aliran emas dari lapangan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, emas yang diamankan aparat rencananya akan dikirim ke luar Provinsi Jambi.satu orang turut diamankan diduga merupakan Keluarga AS di Polres Bungo dan saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Skema distribusi ini mengindikasikan adanya jaringan pemasaran yang lebih luas, yang belum sepenuhnya terungkap.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolres Bungo Zamri Elfino membenarkan pengamanan Emas tersebut, namun belum merinci asal-usul emas maupun jaringan yang terlibat.

“Benar, kami sudah mengamankan emas. Untuk distribusi dari mana, belum bisa saya pastikan. Keterangan resmi besok saja ya, Pak. Terima kasih,” ujarnya singkat, Kamis (21/5) malam.

Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman. Kasus ini membuka peluang terungkapnya jaringan besar di balik peredaran emas ilegal di Jambi yang selama ini diduga menjadi salah satu mata rantai utama dalam praktik PETI di wilayah barat tersebut.

scroll to top