Hadiah Minim, Semangat Besar: Lomba Kampung Ramadan di Lebak Tuai Sorotan

IMG-20260318-WA0073.jpg

Lebak, Benuanews.com Kegiatan perlombaan Islami “Kampung Ramadan” yang digelar di Masjid Agung Al A’raaf Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, resmi ditutup pada Selasa (17/3/2026). Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, mayoritas anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Penutupan kegiatan dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak sekaligus Ketua DKM Masjid Agung Al A’raaf, Alkadri, bersama jajaran pengurus DKM dan tokoh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Maret 2026 ini diselenggarakan oleh Permasi (Pemuda dan Remaja Masjid Al A’raaf) Rangkasbitung. Beragam perlombaan digelar, mulai dari mewarnai, Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), cerdas cermat, murotal, hingga adzan.

Namun, di balik kemeriahan acara dan semangat pembinaan generasi muda, nilai hadiah yang diberikan kepada para pemenang menuai sorotan. Juara pertama di setiap kategori hanya menerima uang pembinaan sebesar Rp200 ribu, ditambah trofi dan piagam. Sementara juara kedua dan ketiga mendapatkan hadiah sesuai kemampuan panitia.

Kondisi ini dinilai belum sebanding dengan tujuan besar kegiatan dalam membentuk karakter, mental, serta keberanian anak-anak di bidang keagamaan.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pembinaan. Harusnya ada dukungan yang lebih serius dari Pemda Lebak dan semua pihak,” ujar H. Edi Murpik, pengurus Paguyuban Pasundan Banten, kepada media, Selasa malam (17/3/2026).

Diketahui, kegiatan ini turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya ABY Net, Bank Banten, Baznas Lebak, Lekraf, Yakesmas Cabang Banten, dan Puspaga.

Kampung Ramadan sejatinya bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda agar berakhlak baik, berani tampil, serta mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Tema-tema yang diangkat peserta pun sarat nilai, seperti berbakti kepada orang tua, kejujuran, hingga peningkatan ibadah selama Ramadan.

Minimnya apresiasi dalam bentuk hadiah menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan. Pemerintah Kabupaten Lebak, dunia usaha, dan lembaga terkait diharapkan tidak sekadar hadir secara simbolis, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan pembinaan generasi muda.

Jika kegiatan seperti ini terus dipandang sebelah mata, bukan tidak mungkin potensi lahirnya dai-dai muda dari daerah akan terhambat. Padahal, investasi pada pembangunan mental dan spiritual anak merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah.

Kampung Ramadan telah membuktikan bahwa potensi itu ada. Kini, yang dibutuhkan adalah keberpihakan dan keseriusan semua pihak untuk mendukungnya.(BM)

scroll to top