Gelar Sosialisasi Persiapan Visitasi PLT. Kepsek SMPN 2 Wera Berikan Arahan Penting Dalam Upaya Pemenuhan Standar Akreditasi Sekolah Tahun 2026

Screenshot_20260308-2024332.jpg

Bima.NTB.Benuanews.com. SMPN 2 Wera Kabupaten Bima menggelar kegiatan sosialisasi awal persiapan visitasi akreditasi 8 standar, Yang di Pandu Langsung Oleh Ibu Rofidah S.Pd Sebagai Plt Kepsek SMPN 2 Wera, untuk persiapan dokumen sesuai dengan standar 3 hari minggu depan tahun 2026. Sabtu, 7 Maret 2026

Kegiatan ini meliputi 8 standar sebagai berikut:
-proses
-isi
-Lulusan
-pendidik dan tenaga kependidikan
-Pembiayaan
-Penilaian, kompetensi
-SKS
-Sarana Dan Prasarana.

Selain Kegiatan yang di maksud di Bulan suci ramadhoan sebelum KBM di mulai,,,,
Hari Selasa Sampai Jum’at pekan depan Akan di Adakan Acara (Lomba) Antar Siswa-Siswi, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Ayat-ayat Pendek, Da’i-Daiyah, Serta Pembinaan Dari Bapak dan Ibu Guru Selama satu minggu sebelum libur, Menyambut Hari Raya Idhul Fitri.

– Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal Untuk mempersiapkan seluruh komponen sekolah menghadapi proses penilaian akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional.

Rapat sosialisasi tersebut dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Wera, pengawas sekolah, Kepala SMPN 2 Wera, serta seluruh guru dan staf tata usaha atau tenaga pendidik dan kependidikan (PTK) di lingkungan SMPN 2 Wera.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan serta arahan kepada satuan pendidikan sebagai tindak lanjut dari edaran visitasi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam edaran tersebut ditegaskan bahwa seluruh kabupaten dan kota di wilayah NTB diwajibkan melakukan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang berada di bawah binaannya sebagai bentuk kesiapan menghadapi akreditasi.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya akreditasi bagi sekolah formal maupun nonformal. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah kesiapan sekolah dalam memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan yang wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan.

Selain itu, saat ini para guru atau instruktur juga diharapkan memiliki sertifikat kompetensi berupa sertifikasi metodologi. Sertifikasi ini dinilai penting karena menjadi bagian dari standar pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dalam pemenuhan delapan standar nasional pendidikan.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima saat ini juga tengah berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna menyelenggarakan ujian sertifikasi metodologi secara mandiri bagi para PTK, baik guru, instruktur, dosen maupun pengelola pendidikan di setiap satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Harapan tersebut juga disampaikan oleh Kepala SMPN 2 Wera dalam arahannya pada rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi bagi tenaga pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan standar akreditasi sekolah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa satuan pendidikan yang tidak memiliki tenaga pendidik yang kompeten atau belum memiliki sertifikat kompetensi akan kesulitan memenuhi standar pendidik dalam delapan standar akreditasi. Oleh karena itu, seluruh unsur sekolah diharapkan dapat saling mendukung, melengkapi kekurangan, serta melakukan berbagai perbaikan.

Selain itu, sekolah juga diminta untuk menyiapkan berbagai dokumen, data pendukung, serta bukti fisik yang berkaitan dengan kondisi dan aktivitas sekolah. Hal ini penting agar seluruh komponen dalam delapan Standar Nasional Pendidikan dapat terpenuhi sehingga sekolah mampu meraih nilai akreditasi yang diharapkan.

(KS, Yani Wera)

scroll to top