IMG-20260406-WA00851-scaled.jpg
Limapuluh Kota,-Benuanews.com Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, sektor pertanian merupakan salah satu penyangga utama perekenomian Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemkab Lima Puluh Kota menegaskan satu arah yang tak bisa ditawar: sektor pertanian harus melompat maju. Hal itu ditegaskan Bupati Lima Puluh Kota, H.Safni Sikumbang saat membuka Rapat Koordinasi bersama seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Lima Puluh Kota, di Gedung IPHI, Tanjung Pati, Senin, (06/04/2026).
Dengan nada tegas dan penuh penekanan, Bupati Safni menyampaikan bahwa tidak boleh lagi ada pola kerja biasa-biasa saja. Produktivitas pertanian harus ditingkatkan secara konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap kehidupan petani.
“Kalau kita masih bekerja dengan cara lama, hasilnya juga akan tetap sama. Hari ini kita butuh lompatan, bukan langkah kecil. Dan lompatan itu harus dimulai dari penyuluh,” tegas Bupati di hadapan peserta rakor.
Menurutnya, penyuluh pertanian bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, melainkan ujung tombak perubahan di lapangan. Di tangan para penyuluh, pengetahuan ditransformasikan, inovasi diperkenalkan, dan harapan petani dibangun kembali.
Ia bahkan mengingatkan, keberadaan penyuluh harus benar-benar dirasakan oleh petani, bukan hanya hadir secara administratif.
“Jangan hanya datang membawa program, tapi pulang tanpa perubahan. Pastikan setiap langkah saudara melahirkan dampak. Petani harus lebih paham, lebih terampil, dan lebih produktif dari sebelumnya,” ujarnya dengan nada tegas.
Lebih jauh, Bupati Safni menekankan bahwa tantangan pertanian ke depan tidak ringan—mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga tekanan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan keberanian untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman.
“Tidak ada lagi alasan untuk tidak beradaptasi. Teknologi harus masuk ke sawah, ke ladang, ke kehidupan petani kita. Penyuluh harus menjadi jembatan antara kemajuan dan kebutuhan di lapangan,” lanjutnya.
Senada dengan Bupati Safni, Kepala Dinas Tanhortbun, Witra Porsepwandi, ingin memastikan bahwa seluruh penyuluh harus bergerak dalam satu irama: meningkatkan produktivitas demi mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera, bukan sekadar bertahan hidup.
“Kita tidak sedang menjalankan program biasa. Kita sedang memperjuangkan masa depan petani. Kalau hari ini kita bekerja setengah hati, maka yang kita wariskan adalah ketertinggalan. Tapi kalau kita bergerak sungguh-sungguh, kita sedang menanam kesejahteraan untuk generasi mendatang,” pungkasnya penuh makna. (lili).

Bau Mafia Cukai Kian Menyengat! AMI Desak KPK Usai Periksa Pengusaha Rokok

SURABAYA-Benuanews.com-Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia cukai yang menyeret sejumlah pihak, termasuk dari kalangan pengusaha rokok.Salah satu nama yang mencuat adalah Muhammad Suryo pengusaha asal Madura dengan merk HS, yang diketahui telah diperiksa oleh KPK guna mendalami alur dugaan korupsi dalam pengurusan pita cukai.Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut tidak boleh berhenti sebatas formalitas.“Kami mendesak KPK untuk serius dan tidak tebang pilih. Jika memang ada dugaan aliran dana dalam jumlah besar, maka harus ditelusuri sampai ke akar-akarnya, termasuk kepada pihak-pihak yang sudah diperiksa,” tegasnya.Baihaki juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak ragu menindak siapapun yang terlibat, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan ekonomi.“Jangan sampai publik melihat ada perlakuan berbeda. Hukum harus berdiri tegak. Kalau memang ada keterlibatan, siapapun itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.AMI menilai, kasus ini berpotensi menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik lama yang selama ini diduga merugikan negara dalam sektor cukai.“Ini momentum bagi KPK untuk membuktikan keberanian. Bongkar secara terang siapa saja yang bermain. Jangan sampai kasus ini berhenti di tengah jalan,” ujarnya.Sebagai bentuk keseriusan, AMI menyatakan siap mengawal proses hukum tersebut, bahkan membuka opsi aksi massa apabila penanganan perkara dinilai tidak transparan.“Kami tidak akan diam. Jika ada indikasi permainan atau perlindungan terhadap pihak tertentu, AMI siap turun langsung memastikan hukum tidak dipermainkan,” pungkas Baihaki.Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah pihak dalam kasus dugaan korupsi di sektor cukai tersebut.(Red#)Editor: Andi Uttang

Polda Jambi Ikuti Vicon Rekrutmen Taruna/i Akpol 2026, Tekankan Prinsip BETAH

1001581825.jpg

Jambi.(Benuanews.com)-Polda Jambi mengikuti kegiatan video conference (vicon) bersama Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri dan Kadiv Humas Polri terkait rekrutmen penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 pada Senin, (06/04/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan proses seleksi berjalan secara profesional dan berintegritas.

Di Polda Jambi Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali bersama Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol. Handoko dan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengikuti zoom meeting di ruang vicon lt. II Mapolda Jambi.

Dalam vicon tersebut disampaikan bahwa proses penerimaan anggota Polri, khususnya Taruna/i Akpol, tetap berpedoman pada prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip ini menjadi landasan utama guna menjamin proses seleksi yang objektif dan bebas dari praktik penyimpangan.

Selain itu, ditegaskan bahwa pelaksanaan seleksi hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler yang diselenggarakan oleh SSDM Polri. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas serta standarisasi dalam proses rekrutmen calon perwira Polri.

Adapun tujuan dari rekrutmen ini adalah untuk mempersiapkan calon pimpinan Polri di masa depan, khususnya dalam kurun waktu 30 tahun mendatang. Para taruna/i yang terpilih diharapkan mampu menjadi sosok pemimpin yang inspiratif, memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat dan efektif, serta memiliki kompetensi strategis.

Lebih lanjut, calon perwira Polri juga diharapkan memiliki kemampuan inovatif, penguasaan bahasa asing, serta mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak. Selain itu, mereka juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman serta memiliki kemampuan edukatif dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Polda Jambi berkomitmen penuh dalam mendukung proses rekrutmen yang bersih dan transparan.

“Melalui prinsip BETAH, kami memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna/i Akpol Tahun Anggaran 2026 berjalan secara profesional, objektif, dan bebas dari praktik KKN. Ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mencetak calon perwira yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kabid Humas juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses penerimaan ini. Tidak ada jalur lain selain jalur resmi, dan kelulusan ditentukan murni berdasarkan kemampuan serta hasil seleksi peserta,” tegasnya.

Dengan adanya pengawasan dan keterbukaan dalam proses seleksi, diharapkan rekrutmen Taruna/i Akpol 2026 mampu menghasilkan generasi perwira Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

*Cegah Revisi Adminduk, Disdukcapil Imbau Orangtua Siapkan Nama Bayi Sejak Usia 5 Bulan dalam Rahim*

Screenshot_20260406_185353.jpg
LUWU UTARA-Benuanews.com-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengimbau para calon orangtua untuk menyiapkan nama yang cantik dan indah buat anaknya sejak berusia lima bulan dalam kandungan.“Para orangtua baiknya sudah mulai menyiapkan dan menetapkan nama yang baik, serta memiliki makna yang indah sejak bayi masih berada dalam kandungan, tepatnya saat memasuki usia lima bulan sebelum lahir,” ucap Kadis Dukcapil, Muhammad Kasrum, baru-baru ini.Imbauan tersebut disarankan tentu bukan tanpa alasan yang sangat jelas. Kadisdukcapil, Kasrum, menerangkan bahwa secara medis, pada usia kehamilan lima bulan, jenis kelamin bayi umumnya sudah dapat diketahui sangat jelas melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).Alasan yang lebih mendasar adalah untuk menghindari fenomena gonta ganti nama pascalahir. Tujuannya, kata Kasrum, adalah untuk meminimalisasi fenomena para orangtua yang acapkali mengajukan perubahan nama anaknya sesaat setelah akta kelahiran diterbitkan.“Kami sering menjumpai kasus di mana orangtua ingin mengganti nama anaknya yang baru lahir dengan berbagai alasan, mulai dari merasa tidak cocok dengan nama yang ada, juga karena alasan atas kemauan neneknya, karena alasan sakit, hingga alasan tradisi,” bebernya.“Jadi, saya harap ibu-ibu yang mau melahirkan sudah mempersiapkan nama yang cantik, karena dengan kecanggihan teknologi, baru lima bulan usia kandungan sudah ketahuan jenis kelaminnya, sehingga sudah disiapkan namanya dari awal,” sambung eks Kepala DP2KUKM ini.Ia tak ingin melihat ada orangtua yang sudah lengkap dokumennya, tetapi di tengah jalan ingin mengubah dokumen karena alasan ubah nama. “Jangan nanti sudah lengkap baru mau diganti, dengan banyak alasan, karena itu sudah terdaftar di BPJS,” ucapnya mengingatkan.Dikatakannya bahwa jika hal tersebut terjadi, maka tentunya akan menghambat seluruh proses administrasi kependudukan yang akan dilakukan lagi. Konsistensi pemberian nama sejak bayi lahir akan sangat membantu percepatan penerbitan KIA dan Akta Kelahiran.“Nama adalah doa. Jika sudah disiapkan dengan matang dan penuh cinta sejak dalam kandungan, maka pada saat bayi lahir, proses administrasinya akan jauh lebih baik, lancar, dan tidak perlu ada bongkar pasang data lagi di masa-masa akan akan datang,” pungkasnya. (LHr#)
scroll to top