- Home
- Full Post Style

Lubuk Basung (benuanews sumbar) – Beruang madu mengganas, Satu ekor ternak jenis kambing milik warga Kampuang Subarang Parik, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga dimangsa satwa liar tersebut, Kamis (6/8) pagi.Hal tersebut disampaikan Ade Putra Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, di Lubukbasung, Kamis.“Kambing itu ditemukan pemilik dalam kondisi mati setelah terluka pada bagian leher dan perut,” ujarnya.Ia menambahkan, dugaan sementara kambing itu dimangsa beruang madu dan ini berdasarkan indentifikasi lapangan yang dilakukan petugas BKSDA setelah mendapatkan informasi ada konflik satwa di daerah itu dari pemerintah nagari.Selain itu tanda-tanda keberadaan satwa berupa kaki dan tanda lainnya.Untuk memastikan satwa memangsa ternak warga, tambahnya BKSDA Resor Agam memasang kamera trap atau jebakan.“Kamera jebakan ini kita pasang untuk beberapa hari kedepan untuk memantau keberadaan satwa itu,” sebutnya.Ia menambahkan, jarak kandang dengam rumah pemilik sekitar 20 meter. Sedangkan jarak lokasi dengan Cagar Alam Maninjau sekitar 2,3 kilometer.Sebelumya juga ada konflik satwa liar di Sungai Pua, Kecamatan Palembayan pada akhir Juni 2020, mengakibatkan kerbau milik warga dimangsa Harimau Sumatera.Dengan kejadian itu, Ade megimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memasang penerangan di lokasi kandang, tidak mengembalakan terdak di sekitar kawasan dan lainnya.“Ini harus dilakukan agar ternak tidak dimangsa satwa liar,” katanya.(eko).

PADANG (benuanews sumbar) — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Barat melakukan terobosan baru, untuk mempermudah masyarakat membaca buku atau mencari informasi di perpustakaan umum.“iSumbar Mambaco” merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk mengakses beragam buku dalam format digital. Masyarakat bisa mengaksesnya buku berbasis elektronik. Sehingga masyarakat bisa dengan leluasa membaca buku tidak terbatas.Wadarusmen, SE, MM Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Sumbar mengatakan, saat ini kesediaan informasi merupakan suatu kebutuhan. Perpustakaan umum hadir sebagai wadah yang menyediakan fasilitas informasi masyarakat.“Untuk itu, situasi pandemi Covid-19 ini, kami memberikan kemudahan dengan mengenalkan sebuah terobosan baru berupa aplikasi iSumbar Mambaco buku berbasis digital,” kata Wadarusmen diruang kerjanya, Kamis (6/8/2020).Pada pandemi Covid-19 masyarakat dianjurkan untuk tetap di rumah dan membatasi kegiatan diluar, agar terhindar dari Virus Corona. Tentunya ini memberi dampak bagi kegiatan Perputakaan Daerah (Perpusda) Sumbar.Aplikasi ini untuk mempermudah masyarakat membaca buku di tengah pandemi Covid-19 tanpa harus keluar rumah. Peluncuran aplikasi
iSumbar Mambaco sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah akan anjuran menjalankan protokol kesehatan.“Tak hanya itu, aplikasi ini bisa membantu para siswa yang kesulitan untuk mencari buku sesuai kebutuhan belajar akibat kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah,” ucapnya.Namun demikian Perpusda Sumbar tetap memberikan layanan secara daring. Masyarakat yang membutuhkan informasi bisa mengaksesnya melalui tehnologi informasi yang ada. (nov)

Padang (benuanews sumbar) – Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri DR. Moch. Ardian N., M.Si bersama rombongan melakukan kunjungan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di dampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit diruang kerja gubernur.Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sampaikan pertemuan ini merupakan langkah maju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dirjen Keuangan Daerah terkait persoalan Pajak Air Permukaan (PAP) di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang antara Pemprov Sumbar dan Pemprov Riau.“Gubernur Irwan Prayitno dan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri telah membahasan berbagai hal yang baik dalam menyelesaikan persoalan PAP PLTA Koto Panjang yang saat ini cukup memanas akhir-akhir ini. Dan juga menyampaikan solusi yang baik dalam menuntaskan persoalan ini dan sebelum diputuskan tentu hal ini juga akan dibicarakan dengan pemprov Riau terlebih dahulu,” ungkap Nasrul Abit disela-sela usai pertemuan tersebut, Kamis (6/8/2020).Hadir dalam kesempatan tersebut, Plt Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri, Sekdaprov Drs.Alwis, Asisten Pemerintahan Devi Kurnia,SH.MM, Kepala Bakeuda Zainuddin, Kabiro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Drs. Luhur Budianda, MSi.Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit sampaikan, pemerintah provinsi Sumatera Barat tetap mengedapan koridor rasa nasionalisme, prinsip persatuan dan kesatuan bangsa yang utama.“Pak Gubernur Irwan Prayitno dalam pembicaraan tetap mengedapan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang utama. Rasa nasionalisme mesti kita kedepan dan tentu berharap pengambilan keputusan pemerintah pusat berprinsip rasa keadilan dan kesejahteraan masyarakat secara umum, baik bagi Sumatera Barat maupun baik juga bagi Riau,” ujar Nasrul Abit.Nasrul Abit juga ungkapkan, pak dirjen juga menyampaikan niatnya yang tulus untuk menyelesaikan persoalan ini baik secara aturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan rasa persaudaraan dan kepentingan umum.“Dalam pertemuan dialog yang santai ini pak Dirjen berjanji akan mencari solusi yang tepat dan baik dalam memajukan pembangunan kedua daerah dan mendahulukan kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang utama,” ujarnya. (nov)

PADANG (benuanews sumbar) — Terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19 di tempat kerja pemerintahan dan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), membuat Pemprov Sumatera Barat melakukan tes swab secara masif di setiap Kantor pemerintah.Sejumlah perkantoran di Sumatera Barat menjadi klaster baru penyebaran Virus Corona (COVID-19). Bahkan, sejak tiga hari yang lalu, penambahan kasus positif Corona di Sumbar semakin meningkat.Untuk itu pemprov Sumbar berupaya untuk terus meakukan antisipasi terhadap penyebaran virus corona di kantor-kantor pemerintah, BUMN, BUMD, tempat pelayanan dan pusat keramaian dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan tes swab secara masif.Sementara itu, Jasman Rizal selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, terkait adanya PNS terkonfirmasi positif Covid-19, maka telah dilakukan test PCR kepada seluruh yang berhubungan dengan pimpinan daerah, seperti ajudan, sespri, sopir serta semua staf.Termasuk beberapa wartawan dan pejabat yang sempat kontak erat dengan PNS tersebut diperiksa samplenya di kantor Gubernur kemaren, hasilnya negatif.“Alhamdulillah hasil test PCR kemaren semuanya NEGATIF,” ujar Jasman Rizal.Untuk pelaksanaan tes swab secara masif, Jasman mengatakan pemprov terus berupaya melakukan test PCR secara gratis khusus kepada orang yang diduga telah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positifSelanjutnya, Jasman menyampaikan jumlah warga Sumatera Barat yang terkonfirmasi positif Covid hingga Kamis (6/8) sudah menembus angka 1.038 orang kasus Konfirmasi Positif di Sumbar. Mengingat potensi penyebaran yang saat ini masih cukup tinggi, Jasman mengimbau, agar seluruh masyarakat untuk tetap mentaati dan menjalani protokol kesehatan.“Saat ini tim Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumbar sedang melakukan tracing masif. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang terpapar,” sebutnya.Sehubungan dengan hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Sumbar menyikapi dengan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap instansi pemerintahan.Kasi Logistik BPBD Sumbar, Drs. Antorizon. MH mengatakan pihaknya mendukung penuh dan mengapresiasi dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) dengan melakukan penyemprotan disinfektan di area Kantor Gubernur, termasuk di area kantor Biro Humas Setda Sumbar.“Apalagi, kami. mendapat informasi adanya salah satu PNS kantor gubernur yang terkena Covid-19 positif,” ucap Antorizon.Menurut dia, tujuan dilakukan penyemprotan disinfektan ini, tidak lain adalah untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di kantor gubernur. Apalagi PNS yang terkena Covid-19 tersebut sangat erat dengan salah satu pimpinan daerah dalam tugas sehari-hatinya.“Kemaren Rabu (5/8/2020) kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di area Kantor Gubernur, termasuk semua kendaraan dinas di lingkungan kantor gubernur,” ungkapnya.Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona pada era normal baru. (nov)