Kemenag Umumkan Pelaksanaan SKB CPNS Formasi Thn. 2019 Kementrian Agama.

IMG-20200824-WA0061.jpg
Jakarta (Benuanews) Kementerian Agama menerbitkan pengumuman persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Formasi Tahun 2019 Kementerian Agama. Panitia Seleksi CPNS mengharuskan setiap peserta yang lulus SKD dan berhak mengikuti SKB untuk segera mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH).“Peserta yang dinyatakan lulus SKD dan berhak mengikuti SKB CPNS Formasi Tahun 2019 Kemenag harus mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) secara lengkap dan mengunggah dokumen pendukung yang dimiliki melalui laman https://ropeg.kemenag.go.id/cpns2019/,” terang Ketua Panitia Seleksi CPNS yang juga Plt Sekjen Kemenag Nizar di Jakarta, Senin (24/08).“Proses unggah dokumen dibuka dari 24 – 26 Agustus 2020,” lanjutnya.Menurut Nizar, selain DRH, peserta juga diminta mengunggah dokumen pendukung dalam bentuk file pdf dengan ukuran maksimal masing-masing file 400KB. Adapun dokumen yang dapat diunggah adalah sebagai berikut:1. Sertifikat pendidik bagi yang memiliki, khusus bagi peserta pelamar formasi Guru; 2. Sertifikat profesi/keahlian, sertifikat bahasa asing, sertifikat soden, sertifikat lainnya yang mendukung jabatan yang dilamar 3. Bukti pengalaman kerja 4. Bukti piagam/penghargaan/karya tulis ilmiah; dan 5. Bukti keaktifan pada lembaga pendidikan, organisasi masyarakat/keagamaan/profesi/seni/budaya, dan /atau kegiatan kemasyarakatan“SKB akan dilaksanakan pada Kantor Kemenag Kab/Kota bagi seluruh peserta, baik yang mendaftar pada formasi Unit Eselon I Pusat, Kanwil Provinsi, PTKN, Balai, maupun UPT Asrama Haji. Jadwal dan alamat lokasi pelaksanaan SKB akan diumumkan kemudian,” jelasnya.“Peserta agar tidak mempercayai apabila ada orang yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk apapun,” tandasnya.Editor : Rustanbenuanews

Lakalantas terjadi di Jalan Umum Bontoboddia Bajeng

IMG-20200824-WA0056.jpg
Gowa (Benuanews) senin tanggal 24 Agustus 2020 Jam 12.30 Wita Binmas menerima laporan melalui telpon seluler tentang kejadian kecelakaan lalulintas dijalan Umum Bontoboddia desa Lempangang Kec bajeng Kab. Gowa , yang berujung penganiayaan , binmas sedang mengecek korban dirumah sakit Syeh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa .Kronologis kejadian kecelakaan lalulintas pada hari senin tanggal 24 Agustus 2020 Jam 09.30 Wita. Yakni antara pengendara sepeda motor Yamaha Mio No.Pol DD yang dikendarai Amir Dg Taba, 60 tahun, Pengemudi, berboncengan dengan Supriadi ,17 Tahun, seorang pelajar, Yang bergerak dari arah barat ketimur tiba ditempat kejadian perkara berserempetan dengan pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter Mx DD dikendarai oleh RENALDI DG TAKENG. Akibat kecelakaan lalulintas tersebut Supriadi mengalami memar dan bengkak pada kaki kanan sehingga dilarikan ke Rumah syeh Yusuf Sungguminasa Kab. Gowa untuk mendapatkan penangan medis.Usai Peristiwa tersebut terjadi perdebatan Kantata kedua belah pihak lelaki Amir Dg. taba yang berbocengan dengan Supriadi merasa dialah korban dari peristiwa tersebut. Saat Lelaki Renaldi Dg Takeng, menghampiri Supriadi (korban) hendak menolong dan mempertanyakan luka yang dideritanya, AMIR DG TABA tiba tiba datang dan menghadiahkan bogem mentah kemuka RENALDI DG TAKENG yang mengakibatkan memar dibawah mata sebelah kiri dan patah tertutup pada batang hidungnya, Amir Dg. Taba juga dibawah ke Rumah Sakit untuk dirawat. Karna korban pemukulan (Renaldi Dg. Takeng) tidak menerima perbuatan Amir Dg Taba maka kejadian penganiayaan tersebut dilaporkan kekantor polsek Bajeng.By. : Budibenuanews

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar jadi pembicara kunci dalam Webinar yang bertajuk Feminisasi Kemiskinan dan Efektifitas Bantuan Sosial Merespon Pandemi Covid-19.

IMG-20200824-WA0044.jpg
Jakarta (Benuanews) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar jadi pembicara kunci dalam Webinar yang bertajuk Feminisasi Kemiskinan dan Efektifitas Bantuan Sosial Merespon Pandemi Covid-19.Webinar ini dilaksanakan Yayasan Pemberdayaan PEKKA, Kedutaan Australia, KOMPAK dan MAMPU.Menteri Halim mengatakan, hampir semua agama termasuk Islam yang dianutnya menempatkan perempuan pada posisi yang mulia, yaitu perempuan adalah tiang agama, tiang bangsa dan penentu masa depan bangsa.Di sisi lain, faktanya kita kerap kali abai terkait penempatan perempuan dalam proses pembangunan, termasuk perhatian kita terhadap kondisi objektif yang dihadapi oleh perempuan.Olehnya, langkah pertama ditelaahnya saat jadi Menteri Desa, Abdul Halim melihat penempatan perempuan dalam berbagai kebijakan pembangunan di desa.Termasuk dalam program di Kemendes PDTT adalah Padat Karya Tunai Desa yang difokuskan untuk perbanyak keterlibatan masyarakat sebagai tenaga kerja. Ada syarat kunci, pertama dari kelompok miskin, kedua kelompok pengangguran dan ketiga kelompok marjinal, dimana dari ketiganya pasti ada perempuan didalamnya.“Jadi selama ini Kementerian Desa memang telah menempatkan perempuan di posisi penting dalam keterlibatan di proses pembangunan,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, Senin (24/8/2020).Contohnya pada Musyawarah Desa, harus ada keterlibatan perempuan. Termasuk dalam Badan Perwakilan Desa (BPD). Keterlibatan ini jadi fokus utama Gus Menteri.Jadi saat ada program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) maka Kemendes pun lakukan sejumlah langkah yaitu pendataan dilakukan dengan libatkan Relawan Desa yang didalamnya ada unsur PKK atau perempuan.Kedua, pendataan harus dimulai dengan melihat kondisi objektif yang ada di desa, termasuk kondisi perempuan termasuk yang belum terdata di bantuan sosial lainnya. Ketiga, pihak yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.Yang menarik saat pendataan, yang terbanyak justru dari Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) terkait dengan belum terdata. Di lihat dari sisi usia, tertinggi ada 827.000 atau 34 persen yang usianya 65 tahun keatas. Usia 30 – 44 tahun hanya 20 persen kemudian 45-64 tahun sebanyak 16 persen.“Hingga hari ini Dana Desa yang telah tersalur Rp13 Triliun untuk 74.672 Desa,” kata Doktor Honoris Causa dari UNY.Dari 33 persen PEKKA, jika ditilik dari jenis pekerjaannya, yang terbanyak adalah Buruh Tani sebanyak 42 persen atau setara 1.043.354. Kedua, Petani Pemilik Lahan sebanyak 31 persen, Petani Penggarap hanya 13 Persen. Lain-lainya hanya sekitar satu persen seperti nelayan, pedagang makanan atau peyedia jasaUntuk peran perempuan dalam proses pembangunan di desa, merujuk pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Jika dibagi dalam dua bagian besar yaitu, aspek kewargaan ada enam goals. Salah satunya keterlibatan perempuan di desa. Ini jadi perhatian Kemendes PDTT.Gus Menteri mencontohkan keterlibatan Perempuan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan memberikan tekanan harus ada unsur perempuan yang mewakili di setiap penyelenggaraan Musdes, minimial 30 persen dari total peserta.“Ini selalu kita pantau setiap harinya agar kebijakan ini benar-benar dilaksanakan,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.Termasuk soal BPD, minimal ada perwakilan perempuan dengan minimal 30 persen dari jumlah anggota Badan itu.Gus Menteri meyakini jika gerakan-gerakan dalam perwujudan SDGs Desa bakal lebih efektif jika melibatkan perempuan, misalnya Goals 1 desa tanpa kemiskinan. Jika berbicara isu ini maka akan lebih cepat, tepat dan efisien ketika banyak melibatkan perempuan.Desa Tanpa Kelaparan, yang bisa mendeteksi warga yang masi kelaparan diyakini hanya perempuan karena lebih pek terhadap kondisi lingkungan.“Desa Sehat dan Sejahtera, ini tidak akan terwujud kalau tidak melibatkan perempuan. Berbicara Posyandu dan Stunting menjadi bagian perempuan yang jadi harapan dalam pencapain SDGs,” kata Mantan Ketiua DPRD Jombang ini.Gus Menteri berharap agar nantinya kebijakan yang berpihak kepada perempuan di proses pembangunan akan lebih banyak.Editor by : Rustanbenuanews

Kapolsek Bungaya Intens Sambang Ke Tokoh Masyarakat

IMG-20200824-WA0041.jpg
Gowa (Benuanews) Tokoh masyarakat mempunyai peranan penting dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.Senin,(24/08/2020) Kapolsek Bungaya Polres Gowa Akp Misbahuddin S,Sos didampingi bhabinkamtibmas bripka Abu Bakar SH, melakukan Silaturahmi kerumah Dg Naja ,tokoh masyarakat yang beralamat di desa Buakkang kec.Bungaya Kab.gowa.Dalam kunjungannya tersebut , Kapolsek mengajak Tokoh masyarakat agar dapat bekerjasama dalam pemeliharaan kamtibmas serta Mendukung terciptanya Pemilukada 2020 Kab.Gowa yang aman dan Kondusif,harapnya“Selain itu juga Misbahuddin S,Sos dalam bincangnya,menghimbau saudara Dg Naja,agar dapat berperan aktif dalam memberikan himbauan dan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat ,terkait penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru”tambahnya.“Kehadiran Kapolsek mendapat sambutan baik oleh tokoh masyarakat, dan menuturkan akan siap mendukung dan bekerjasama dengan kepolisian dalam mewujudkan Wilayah yang aman, tentram dan damai”tutur Dg Naja.By. : Budibenuanews
scroll to top