
Gowa (Benuanews.com) Selasa 8/9/2020 Empat SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan pemaparan hasil rekomendasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) bersama Tim Evaluasi Kemenpan-RB secara virtual di Peace Room A’Kio, Kantor Bupati Gowa, siang tadi.Keempat SKPD tersebut yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Badan Pengelola Keuangan Daerah, dan Badan Perencanaan Pembangungan Gowa.Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa, Hj Kamsinah mengungkapkan evaluasi hari ini merupakan tindak lanjut rekomendasi hasil SAKIP tahun lalu yang diharapkan mampu memperbaiki nilai Kabupaten Gowa.“Ini rekomendasi dari kementerian tahun lalu yang kemudian menjadi perhatian seluruh SKPD agar kedepannyanya SAKIP kita bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.Dikatakan Kamsinah, saat ini Kabupaten Gowa menargetkan nilai SAKIP Gowa bisa naik ke BB, sehingga pihaknya menggenjot SKPD agar lebih serius lagi dalam melakukan evaluasi SAKIP ini.“Untuk mencapai nilai 70, dari 25 SKPD yang sudah mencapai target harus ditambahkan 11 SKPD lagi agar cukup 2/3 atau 36 SKPDndari 54 SKPD kita, ini harus dilakukan untuk menjadi tambahan dalam meningkatkan nilai sakip kita,” beber Kamsinah.Ia berharap, melalui pemaparan tersebut apa yang menjadi masukan dari tim evaluasi kementerian bisa dipenuhi dalam tenggat waktu yang ditentukan agar target SAKIP Gowa menjadi BB bisa tercapai.

Kepala Dinas PM-PTSP Kabupaten Gowa, Hj Indra Setiawan Abbas saat memaparkan mengaku salah satu yang menjadi rekomendasi Kemenpan RB sebelumnya yakni untuk pengukuran kinerja dimana hasil capaian kinerja mulai dari tingkat eselon IV keatas dikaitkan dengan sebagai dasar pemberian reward.“Tindak lanjutnya kami melakukan evaluasi kinerja terhadap eselon III dan IV kemudian memberikan reward berdasarkan hasil evaluasi tersebut,” jelasnya.Selain itu, rekomendasi kementerian juga yakni Indikator Kinerja Utama (IKU) di reviu secara berkala dan pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan reviu terhadap indikator kinerja pada sasaran strategis yang menjadi IKU.Sekadar diketahui selain empat SKPD tersebut, beberapa SKPD juga siap mengikuti pemaparan bersama tim dari Kemenpan yakni BKPSDM, Disdukcapil, Dinkes, Dinas KominfoSP, Dinas Pendidikan, Dinas Perdastri, Dinas Perpustakaan dan RSUD Syekh Yusuf.Reporter by. : Budibenuanews

LUBUK ALUNG (benuanews sumbar) — Saat ini penambahan kasus Covid-19 di Sumatera Barat masih terus mengalami peningkatan. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit Datuak Malintang Panai terus berbuat menyelamatkan masyarakat Sumbar. Dengan menyalurkan bantuan berupa sembako bagi warga Nagari Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.Penyaluran sembako warga terdampak Covid-19 Nagari Sungai Abang sebanyak 200 paket sembako kepala keluarga yang mendapat berupa 1 kg Cabe, 1 kg Kentang, dan 1 kg bawang. Bantuan sembako ini juga merupakan program memperdayakan masyarakat yang terdampak Covid-19, Selasa (8/9/2020).Wakil Gubernur Sumbar mengakui, penyaluran bantuan bahan pokok kepada warga terdampak Covid-19 merupakan program pemerintah yang telah berlangsung di beberapa daerah Sumbar.“Untuk hari ini Pemprov Sumbar telah menyiapkan bantuan sembako untuk ratusan kepala keluarga di Nagari Sungai Abang, saya harapkan dengan pemberian bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban kebutuhan masyarakat selama masa pandemi Covid-19,” harap Nasrul AbitNasrul Abit mengakui, adanya wabah pandemi Covid-19 telah memberikan dampak ekonomi kepada warga Sungai Abang. Ia juga mengingatkan, dengan situasi pandemi Covid-19 warga Sungai Abang harus dapat memanfaatkan lahan di halaman rumah tinggal dengan menanam berbagai jenis pangan lokal seperti, cabe, ubi kayu, jagung dan sayuran, sebagai ketersediaan bahan makanan untuk kebutuhan keluarga.“Pemprov Sumbar sangat mendukung program menanam lahan perkarangan yang menjadi salah satu upaya warga menjaga ketahanan pangan rumah tangga,” ujarnya.Selain itu, Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan kasus akhir-akhir ini karena masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.“Kami sangat merasakan betul dampak Covid-19 yang luar biasa ini dirasakan oleh masyarakat, untuk itu jangan dilihat dari nilainya, tapi terimalah rasa keprihatinan kami” ungkap Nasrul Abit.Kemudian, Wakil Gubernur berharap semoga bantuan ini bermanfaat, dan masyarakat diminta untuk tetap waspada dalam melakukan aktivitas sehari-hari serta selalu patuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak agar terhindar dari penyebaran Covid-19.Nasrul Abit juga meminta kepada Wali Nagari setempat untuk mendata masyarakat nya dengan akurat guna untuk membagikan bantuan lainnya.“Saya minta kepada Pak Wali Nagari untuk mendata seakurat mungkin, kemungkinan data ini untuk memberikan bantuan-bantuan selanjutnya,” ujarnya.Selain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal (Jejeng) mengatakan, bantuan yang dibagikan ke masyarakat tersebut langsung dibeli dari masyarakat alahan panjang yang juga terdampak Covid-19.“Kemudian kita bagikan pada masyarakat Sungai Abang yang juga terdampak Covid-19 sejumlah 200 paket. Semoga bantuan bisa bermanfaat bagi warga disini,” jelas Jejeng.Jejeng mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bantuan dari kementerian pertanian yang diperuntukkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.“Pemberian bantuan sembako sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga di tengah situasi pandemi Covid-19 ini,” katanya.Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga terdampak Covid-19 selama beberapa hari ke depan.Kemudian Wagub Sumbar Nasrul Abit menyerahkan langsung pembagian sembako kepada warga Sungai Abang yang dihadiri juga oleh Irwan Kepala Dinas Catatan Sipil Sumbar dan Besri Rahmat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumbar.Selain itu pembagian sembako tersebut disaksikan oleh Camat Lubuak Alung, Kapolsek, Wali Nagari Sungai Abang, dan Masyarakat Nagari Sungai Abang.

Makassar (Benuanews.com), Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Golkar Ince Langke meninggal saat rapat Banggar. Sebelum tak sadarkan diri, Ince mengalami sesak dan sulit bernapas.
“Iya benar Dek, Pak Ince meninggal saat rapat Banggar,” kata Ketua DPRD Makassar Andi Ina Kartika Sari saat dikonfirmasi awak media, Selasa (8/9/2020) 13.45.00 WITA.Beliau terjatuh dari kurinya dan pingsan Saat Bicara di Rapat Banggar,
Beliau pingsan dan tak sadarkan diri kata salah seorang rekannya.

“Pak Rangga sempat berkomunikasi dengan beliau katanya tiba-tiba susah bernapas dan tidak lama langsung jatuh (dari kursinya),” terang Ina sambil terisak.Saat masih berada di ruangan Banggar, Ina menyebut Ince Langke masih dalam kondisi tidak sadar, beliau segera dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros yang tdk jauh dari KTR DPRD untuk mendapatkan pertolongan medis.“Saat dibawa ke RS Awal Bros, beliau kondisinya sudah tidak sadar dan baru meninggal di (rumah sakit) Awal Bros” terang Ina.Ya Allah beliau orang baik, kita semua kaget karena tiba tiba beliau terjatuh dari kursinya saat kita semua sedang rapat banggar, beliau pingsan dan tidak sadarkan diri sampai meninggal kasian kata salah seorang rekan kerjanya.Reporter by : Rustanbenuanews

Gowa (Benuanews.com) Selasa 8/9/2020 Personil Polsek Tinggimoncong Polres Gowa bersama TNI dan Masyarakat setempat mengevakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong,Akibat angin kencang yang terjadi di wilayah Tinggimoncong mengakibat salah satu pohon di jalan sultan Hasanuddin tumbang dan menutupi badan jalan sehingga tidak bisa di lalu oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.Pohon tumbang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dari informasi masyarakat yang kebetulan melintas dan langsung melaporkan kejadian tersebut di polsek Tinggimoncong.Dengan kerja sama atau gotong royong yang di lakukan pihak kepolisian bersama TNI dan masyarakat berhasil mengevakuasi pohon tumbang dengan menggunakan Sinsaw milik polsek Tinggimoncong.Beruntung saat kejadian pohon tumbang tidak ada korban jiwa dan hanya kerugian material pagar rumah milik warga tertimpa pohon dan di perkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah).“Mendapati informasi dari warga adanya pohon tumbang, pihaknya langsung bertindak cepat. Selanjutnya bersama warga mengevakuasi pohon agar tidak mengganggu arus lalu lintas,”Kata IPTU HasanMengevakuasi pohon tumbang yang menutupi jalan agar seluruh masyarakat dapat melalui kembali jalur tersebut mengingat jalur tersebut sebagai jalan protokol kecamatan Tinggimoncong”tambahnyaReporter by. : Wawanbenuanews