HUT Bhayangkara ke 74, Purnawirawan dan Warakuari Dapat Sembako dari Kapolres Agam

Lubuk Basung (Benua) – Kapolres Agam Dwi Nur Setiawan menyerahkan bantuan  berupa paket bahan pokok yang berisikan beras, minyak goreng yang diserahkan kepada purnawirawan serta Warakauri yang ada di lingkungan Polres Agam.Kapolres Agam AKBP. Dwi Nur Setiawan melalui D.Dt.Rajo Bujang, Humas Polres Agam, Ada sekitar 19 orang purnawirawan dan wakauri yang menerima bantuan ini, Ini bentuk kepedulian Polri dalam menjalin silaturahmi, Semoga bantuan ini bermamfaat.” katanya.Dikatakan kegiatan yang dilaksankan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Bayangkara yang ke-74 pada 1 Juli 2020 Polres Agam melakukan serangkaian kegiatan bakti sosial di tengah masyarakat, dan juga memberikan bantuan untuk purnawirawan serta Warakauri yang ada di lingkungan Polres Agam.Bantuan itu diserahkan, Jumat (26/06) di kompleks masjid raya Kampuang Pinang,Lubuk Basung.D Dt Rajo Bujang menjelaskan Kapolres Agam langsung menyerahkan bantuan  berupa paket bahan pokok yang diterima secara simbolis oleh beberapa purnawirawan dan warakawuri Polri  didampingi Wakapolres Agam Kompol.H.M.Nasir, Kabag.Ops.AKP.Antonius Dachi, dan para pejabat utama Polres Agam.Selain itu Kapolres juga membagikan sembako kapada jajaran polsek, yang diserahkan secara simbolis kepada polsek Lubuk Basung dan perwakilan Bhabinkamtibmas, sembako tersebut akan disalurkan kepada masyaakat yang membutuhkan.Dengan cara didatang angsung baik para nelayan yang sedang  berada di sampan dan kapal di tepi laut menggunakan kapal motor Pol.Air Polres Agam oleh Kapolres Agam AKBP  Dwi Nur Setiawan bersama ketua Bhayangkari Polres Agam,” ujarnya. 

Pemerintah Kabupaten Agam Bahas Hari Jadi

Lubuk Basung (benua) – Pemerintah Kabupaten Agam bahas sejarah Kelahiran atau Hari Jadi Agam melibatkan Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas sebagai Tim Ahli Sejarah bersama OPD terkait beserta Ninik Mamak dan tokoh masyarakat lainnya.Focus Group Discussion atau FGD tersebut terselenggara melalui Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Agam di Kepalai oleh Hilton, di Aula Bupati Agam, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Kamis (25/6). Dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kearsipan dan lainnya.Sementara itu, dari Pusat Studi Humaniora Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (PSH FIB Unand) hadir Dr. Lindayanti, Dr. Zulqayyim, Dr. Zayardam, Dr. Lindawati, Bahren, S.S, M.A dan Hary Efendi, S.S, M.A.Sekda Kabupaten Agam, M. Datuak Maruhun menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Agam bersama Pusat Studi Humaniora dan Tokoh Masyarakat Agam lainnya, merumuskan hingga nanti akan mengusulkan ke DPRD melalui Peraturan Daerah untuk penentuan dan penetapan Hari Jadi Kabupaten Agam ini.“Ini merupakan Prioritas utama dari Bupati Agam karena kita belum mendapat kepastian Hari Jadi Kabupaten Agam. Yang ada baru penetapan Hari Kepindahan Ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung,” ujarnya.Di Tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen agar dapat merumuskan dan memetakan Hari Jadi Kabupaten Agam ini. Berdasarkan hasil diskusi dan pemapatan penelitian Tenaga Ahli Sejarah dari Pusat Studi Humaniora Unand, terdapat dua pendekatan teoritis penetapan Hari Jadi Kabupaten Agam tersebut. Yakni dari Histori, Heroik dan Yuridis.“Berbicara dengan sejarah Agam, kita tidak bisa melepaskan dengan Sejarah Minangkabau. Karena hal ini adalah satu-kesatuan yang sangat berkaitan erat Luhak Agam. Merupakan bagian dari salah satu dari tiga Luhak di wilayah Minangkabau,” ungkap Zulqayyim, Ketua Tim Pusat Studi Humaniora Unand.Berbicara tentang Agam, bermula dari Sejarah Tiku sebagai pusat Perdagangan tempo dulu. Pada 1600 Masehi, tercatat dalam sejarah melalui penelitian N. Mac Leod menjelaskan Tiku tumbuh dan berkembang menjadi pelabuhan lada utama di Pantai Barat bagian tengah Sumatra. Dan menjadi entreport atau kota dagang bagi orang daratan tinggi Agam (Agamers).Orang Agam (Agamers) juga berdagang sampai sampai ke Pariaman, Padang dan kota-kota lainnya di Pesisir Barat Pulau Sumatra. Sebaliknya, Tiku juga menjadi pemasok kebutuhan daerah dataran tinggi yaitu kain, ikan kering, garam, minyak kelapa dan lain-lainnya.Sementara, secara detailnya berdasarkan penelitian E.B. Kielstra mencatat bahwa pada 29 Januari 1665, terjadi penyerangan Logi VOC di Tiku oleh penduduk Tiku dan Pedagang Agam, dibantu Orang Aceh. “Penyerangan tersebut disebabkan ketidaksukaan penduduk lokal dan Orang Minang karena Sistem Dagang Monopoli Penjajah tersebut,” tukuk Zulqayyim (bag)

Binatang Buas Mengganas, dua Ekor Kerbau jadi sasaran

Lubuk Basung (benua) – Binatang buas mengganas sehingga Dua ekor kerbau milik warga Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera menjadi sasarannya disaat digembalakan di areal hutan hak penggunaan lain daerah itu, Selasa (23/6).Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Rabu, mengatakan dua ekor kerbau itu milik Con dan Ratini itu mengalami luka cakaran dan gigitan pada bagian kaki belakang, bagian leher dan pundak.Ia mengatakan, kerbau milik Con yang sudah dewasa dengan kondisi luka parah, sehingga dijual oleh pemilik.Sementara kerbau Ratini yang masih kecil sudah mendapatkan perawatan dari dokter hewan.“Saat ini kondisi kerbau sudah membaik setelah mendapatkan perawatan,” katanya.BKSDA Resor Agam mendapatkan laporan konflik antara manusia dan satwa liar dari wali nagari pada Selasa (24/6) sekitar pukul 18.00 WIB.Pada Rabu (24/6), tambahnya, tim dari BKSDA Resor Agam turun ke lokasi pada Rabu (24/6) sekitar pukul 09.00 WIB.Setelah itu, tim mengumpulkan data dan identifikasi lapangan. Dari identifikasi ditemukan tanda-tanda keberadaan berupa jejak dengan ukuran 11 centimeter.“Kita juga menemukan jejak kaki harimau yang masih sangat baru yang diperkirakan sekitar satu jam dilalui satwa liar tersebut dan lokasi di kawasan hutan arel pengunaan lain dengan jarak sekitar dua kilometer dari Cagar Alam Maninjau,” katanya.“Kita juga mengimbau warga sekitar lokasi kejadian untuk waspada dan berhati-hati serta mengamankan ternak peliharaannya,” katanya (bag)

Polres Agam Serahkan Bantuan di Tengah Laut

Lubuk Basung (benua) – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74 tahun, Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat berbagi dengan masyarakat Nelayan yang ada di Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Rabu (24/6) dalam rangka.Kepolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan di Lubukbasung, Rabu, mengatakan bantuan itu berupa beras, minyak goreng, mi instan dan telur, untuk 10 nelayan di Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara.Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada nelayan saat menangkap ikan di perairan Tiku.“Kami mengantar langsung bantuan menggunakan kapal Satpol Air Polres Agam kepada nelayan saat berada di tengah laut,” katanya.Ia menambahkan penyerahan sembako itu merupakan program bakti sosial dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-74 tahun.Mudah-mudahan, tambahnya bantuan yang diserahkan itu bisa meringankan beban dari nelayan.“Saat kondisi COVID-19 seluruh masyarakat terdampak, sehingga bantuan yang disalurkan itu bisa meringankan beban mereka,” katanya.(bag)
scroll to top