- Home
- Full Post Style
PADANG (benua) – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discusion (FGD) membahas penyelamatan ekosistem danau. Karena danau merupakan kawasan strategis untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan masyarakat dalam hal pertanian, perikanan, sumber air dan kawasan perlindungan daerah setempat.Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc. menyampaikan ada 5 (lima) danau alami menjadi perioritas yaitu danau Maninjau, Singkarak, danau Diatas dan Dibawah, serta danau Talang sebagai danau yang ditetapkan sebagai kawasan strategis provinsi dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungannya.“Secara geografis kelima danau tersebut terletak pada jalur strategis, jika dikelola dengan baik maka perkembangan ekonomi akan lebih optimal pada kawasan tersebut. Lingkungan danau harus terjaga dengan baik , dalam mengatur peruntukan danau harus memiliki tata ruang yang jelas,” kata gubernur Sumbar.Dalam hal disampaikan oleh gubernur Irwan Prayitno sebagai narasumber pada Webinar FGD dimensi sosial ekonomi dalam penyelamatan ekosistem danau yang berjudul “Governance and Leadership Dalam Implementasi Pengelolaan Danau di Sumbar” di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).Danau memiliki multi fungsi, sehingga banyak sektor berkepentingan dalam pengelolaannya. Indonesia memiliki lebih dari 840 danau besar dan 735 danau kecil yang tersebar diseluruh nusantara, namun hanya 30 danau prioritas Nasional. Salah satunya danau Maninjau.“Danau Maninjau saat ini sangat memprihatinkan, kematian ikan secara masal hingga empat kali dalam satu tahun dan penurunan kualitas air hingga ke tingkat hypereutrofic akibat limbah pakan ikan dari kegiatan budidaya keramba jaring apung,” ucap Irwan Pratiyno.“Untuk itu perlu kita bangun pemahaman bersama mengenai urgensi dalam penyelamatan ekosistem danau Maninjau,” imbuhnya.Permasalahan yang terjadi pada danau di Sumatera Barat yaitu ada tiga yang terjadi, pertama danau Maninjau memiliki KJA yang melebihi daya tampung yang seharusnya 6000 petak KJA. Kedua danau Singkarak penggunaan bagan banyak dan mendirikan bangunan yang tidak memiliki izin di sepadan danau. Selanjutnya yang ketiga danau Diatas dan Dibawah pemanfaatan ruang sekitar danau yang tidak sesuai peruntukannya, seperti lahan pertania DTA dan sepadan danau.“Kita harus bisa mencarikan solusi bagi masyarakat seputaran danau tersebut dengan mencarikan pengalihan lahan pencarian,” ucap Irwan Prayitno.Gubernur Sumbar berharap dari Kementerian terkait bisa memuat program dan kegiatan terkait penyelamatan danau di Sumbar pada tahun 2021 ini terkhusus padan danau Maninjau dan Singkarak.“Untuk Danau Maninjau sendiri pemerintah pusat telah memiliki perhatian khusus, kita berharap lima tahun kedepan danau kembali pada semestinya,” ujarnya.Program penertiban keramba, lanjutnya , mesti mendapat dukungan dari seluruh pihak , ketika ada yang mengahalangi maka kita akan dilakukan tindakan keras“Untuk itu saya berharap program kerja Danau tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat serta dapat menyatukan visi dan misi dalam pengelolaan program dan arah kebijakan program lintas sektor,” harap gubernur.

Padang (benua) – Tim juri sayembara logo pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit – Indra Catri yang diselenggarakan oleh tim pemenangan, memutuskan peserta atas nama Rifqi Alhadi, keluar sebagai pemenang dan berhak menerima penghargaan berupa uang tunai senilai Rp 5 Juta rupiah. Rifqi merupakan peserta asal Kelurahan Padang Tinggi Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.Konsep logo yang dibuat oleh Rifqi Alhadi, menggambarkan simbol singkatan nama dari Nasrul Abit dan Indra Catri yang disusun dari disain grafis huruf N, A, I dan C. Selain itu, paduan dari simbol huruf itu juga dihiasi dengan motif rumah adat khas Minangkabau. Rafqi menghiasi simbol-simbol huruf kedua tokoh yang akan maju pada konsestasi pilkada untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2020-2025 ini, dengan bagian ukiran khas Minangkabau yakni, Itiak Pulang Patang.Alasan Rifqi menggunakan bagian ukiran Itiak Pulang Patang yakni selain melestarikan budaya Minangkabau, juga untuk memperkuat identitas dari struktur Logo. Kalimat tagline NA-IC “Sumatra Barat Unggul Untuk Semua”, juga dibuat oleh Rifqi dengan menggunakan bahasa khas Payakumbuh yakni Sumatera Barat Unggul Untuk Somua. Konsep Logo type dari logo tersebut, menurut Rifqi merupakan kalimat pesan yang tertera sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan. Jenis font yang digunakan adalah FTF Indonesiana Serif.Dalam keterangannya Rifqi menjelaskan, Konsep pada bagian logogram ini di ambil dari bentuk struktur Rumah Adat Minangkabau (Rumah Gadang) tepatnya di ambil dari bentuk Gonjong Rumah Gadang. Sementara, untuk ukiran Khas Minangkabau Itiak Pulang Patang sebagai hiasan untuk memperkuat identitas yang dimaknai sebagai lambang persatuan kesetiaan dan kekompakan sesuai dengan makna secara garis besar dalam arti ukiran tersebut. Dengan paduan warna Biru Navy, Kuning, Merah, dan Hitam.“Selamat kepada Rifqi Alhadi atas ditentukannya sebagai pemenang dari sayembara logo pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NA – IC. Logo hasil karya Rifqi tersebut, dirasa oleh panitia dan tim juri sebagai logo yang tepat dan dapat merepresentasikan NA-IC. Logo itu, memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh panitia,”kata perwakilan tim pemenangan NA-IC Oldsan Pradipta, Senin 20 Juli 2020.Menurut Oldsan Pradipta, selain memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh panitia, konsep yang disajikan oleh Rifqi Alhadi sebagai desainer dari logo tersebut, juga menggambarkan dan mewakili singkatan nama dari kedua pasangan Calon yang kita usung dan dukung. Selain itu, adanya motof gonjong dari rumah gadang dan juga ukiran khas sumatera barat pada bagian logo, juga menggambarkan tentang kearifan lokal masyarakat Minangkabau.“Memasukan motif gonjong rumah adat serta ukiran khas Minangkabau, Rifqi tidak mengabaikan kearifan lokal kita,”ujar Oldsan.Oldsan juga menjelaskan, dari logo tersebut juga melambangkan kesetiaan dan kekompakan yang menjadi kekuatan utama pasangan calon ini secara khusus dan seluruh masyarakat Sumatra Barat secara umum. Panitia berharap, selain akan menjadi simbol atau identitas bagi NA dan IC dengan kehadiran logo ini, juga kita harapkan dapat membangkitkan semangat dan jiwa kreatifitas masyarakat Minangkabau. Karena, semangat kepemudaan dan kreatifitaslah yang akan membangun Sumbar kedepannya.“Sekali lagi kita ucapkan selamat kepada Rifqi Alhadi,”tutup Oldsan. (tim)
Bukittinggi (ben— Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Perintis Padang yang kini bertransformasi menjadi Universitas Perintis Indonesia menggelorakan cara hidup sehat selama memasuki tatanan normal baru bagi warga Sungai Sariak Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Banyak cara digelar para akademisi untuk membuat warga sadar akan pentingnya pola hidup sehat. Terutama selama masa transisi menghadapi pandemi Covid-19.Dosen Prodi Pendidikan Profesi Ners Universitas Perintis Indonesia, Aldo Yuliano menyebut dosen yang terlibat sebanyak 6 orang. Sementara warga yang turut andil mengikuti kegiatan itu berjumlah 39 orang.“Kami mengajak warga senam, pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah gratis. Lalu para dosen memberikan penyuluhan tentang kesiapan masyarakat menghadapi kebiasaan baru dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.Kata Aldo, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat dengan banyaknya pertanyaan tentang Covid19 dan kebiasaan baru pada layanan kesehatan akibat kesimpangsiuran informasi kesehatan tentang Covid19 di tengah-tengah masyarakat.Salah satu dosen Prodi Profesi Ners Ns. Yessi Andriani, M.Kep, Sp. Kep Mat yang juga merupakan masyarakat Jorong Sungai Sariak Koto Tinggi Baso memanfaatkan momentum pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini untuk meresmikan Praktik Mandiri Keperawatannya dalam bidang ilmu Keperawatan Maternitas.Kata Yessi yg sekaligus penggerak aktifnya kelompok dasawisma itu, ijin praktik mandiri keperawatannya dikeluarkan oleh Kantor Perijinan Kabupaten Agam setelah mendapatkan rekomendasi dari Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan survey lapangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Hal ini akan sangat mendukung perawat untuk dapat memberikan Asuhan Keperawatan yang Professional, Akuntabel dan Aman bagi masyarakat sekitar sebagaimana telah diatur dalam PMK No. 26 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.(RV)
PADANG (benua) – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada 12 hingga 21 November 2020. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumbar melakukan rapat di Aula Kantor Gubernur, Senin (20/07/2020).Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dihadiri Wagub Sumbar Nasrul Abit, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Asisten III Setda Sumbar, Kepala Biro Bintal dan Kesra, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Sumbar, Ketua LPTQ Sumbar, kepala OPD Sumbar dan para panitia pelaksana MTQ lainnya. Pembahasan persiapan pelaksanaan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 di Sumbar dengan penerapan Protokol Kesehatan Aman Covid-19.Gubernur Irwan Prayitno, mengatakan bahwa Sumbar siap menggelar kegiatan MTQ tersebut, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, karena peserta akan datang dari berbagai provinsi di Indonesia.“Kita lakukan protokol kesehatan secara ketat, setiap kafilah yang datang tetap kita lakukan pemeriksaan yang mengacu pada protokol Covid-19, seperti pemeriksaan swab test ataupun rapid test. Semua ini kita lakukan untuk antisipasi agar virus corona tidak menyebar di Sumbar,” ungkapnya.Terkait rencana tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan agar setiap instansi, lembaga dan semua yang terkait, bisa bekerjasama dalam mengsukseskan MTQ dan termasuk mengatasi protokol kesehatan bagi pata kafilah yang datang.“Ini menyangkut nama daerah kita, kembalikan kejayaan Sumbar dulu. Islami sangat kuat disini, kita harus bisa menjaga itu. Selain itu saya juga mengingatkan, kasus Covid-19 sudah mulai melandai di Sumbar. Sudah banyak daerah yang masuk kategori zona hijau. Jangan sampai ada kasus baru akibat MTQ ini,” ingat Irwan Prayitno.Gubernur Irwan Prayitno berharap pembukaan pelaksanaan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 tetap diadakan di Man Stadium Padang Pariaman. Untuk penonton akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. Sementara untuk acara pawai dan pameran perlu pertimbangan dari semua pihak.“Pada pembukaan acara pawai dan pameran perlu pertimbangan, kalau saya menyarankan tidak perlu dilaksanakan,” ucap gubernur.Terkait dengan kedatangan tamu, gubernur Sumbar mengatakan, setiap tamu harus membuktikan bukti hasil PCR swab, termasuk semua yang terlibat untuk MTQ harus ikut swab test juga.“Jangan gara-gara MTQ terjadi Covid-19 di Sumbar, ini tantangan bagi kita, mari kita jaga bersama,” ajaknya.Selain itu gubernur juga mengingatkan kemungkinan pelaksanaan dalam masa penanganan Covid, maka para panitia wajib melaksanakan protokol kesehatan, seperti pembatasan penonton, jaga jarak, pakai masker, thermogun dan menyediakan hand sanitizer serta tempat cuci tangan di lokasi kegiatan.“Yang jelas, Sumbar sudah siap menjadi tuan rumah MTQ sesuai dengan tanggal yang telah disepakati. Bentuk acara harus meriah tapi tidak perlu banyak penonton. Ini berperluang untuk Sumbar ber inovasi dalam iven tingkat nasional,” imbuhnya.Sementara itu, Wakil Gubernur Nasrul Abit menyebutkan, bahwa diperkirakan MTQ Nasional akan diikuti sekitar 1.924 orang peserta dari berbagai provinsi, hal ini telah dilaporkan oleh gubernur Sumbar beberapa waktu lalu di Kemenag.“Jadi kita harus ekstra ketat mengikuti protokol kesehatan dalam penyambutan tamu-tamu kita. Karena pada saat ini kita masih dalam masa pandemi covid-19,” ucap Nasrul Abit.“Sebelumnya kita sudah menjadwalkan serangkaian kegiatan, namun berhubung dengan situasi kita seperti ini maka kegiatan yang bersifat rentan mengundang banyak orang seperti pawai taaruf dan pameran kami berharap ditiadakan. Kalaupun untuk malam taaruf tetap dilaksanakan, namun dengan catatan mengurangi jumlah peserta yang hadir,” kata Nasrul Abit.Pelaksanaan MTQ tahun ini tentunya akan sangat berbeda karena adanya pandemi virus corona, untuk melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak perlu diatur sesuai protokol kesehatan. Oleh katena itu jika rangkaian kegiatan yang mengumpulkan orang yang banyak kemungkinan di tiadakan.“Selanjutnya untuk teknis pelaksanaan MTQ ini kita tetap dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI terkait bagaimana pelaksanaan kegiatan yang aman sesuai dengan protokol covid. Sementara ini kita harus mencocokan anggaran kita, semua alternatif harus kita siapkan dalam menghadapi situasi ini.“Mari kita berdo’a bersama, agar kegiatan MTQ ke-XXVIII Tahun 2020 bisa berjalan dengan sukses, dan bebas dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.(nov)