Duet Pantas Riski pilkada MABAR membawa Toleransi Dengan tagline menuju MABAR yang Masmur

WhatsApp-Image-2020-09-24-at-16.36.31.jpeg
Labuan Bajo (Benuanews NTT)- Pemilihan kepala daerah Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati telah ditetapkan 4 calon kepala daerah Kabupaten Manggarai Barat oleh KPUD daerah tersebut, pada hari 23 September 2020 dilanjutkan undian nomor urut pada hari Kamis 24 September 2020.Ir. Pantas Ferdinandus. M. Si dan Hj Andi Riski Nur Cahaya D, SH sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh tiga partai politik Demokrat (3) kursi PKS (2) dan PPP (1) kursi DPRD kabupaten Manggarai Barat, Paket Pantas Riski hadir menuju Manggarai Barat yang Masmur.Ferdi Menyampaikan  yang Menarik perhatian publik terhadap paket ini karena dinilai membawa toleransi pada pilkada di seluruh Indonesia dimana duet mayoritas dan minoritas.Ferdi adalah sapaan akrabnya yang berasal dari mayoritas katolik di kabupaten Manggarai Barat sebagai calon Bupati sedangkan Riski sapaan akrabnya seorang politisi yang berasal dari muslim sebagai calon wakil bupati kabupaten Manggarai Barat.Dia menambahkan, Untuk diketahui Hj Andi Riski Nur Cahaya D, SH seorang politisi dari partai persatuan pembangunan (PPP) anggota DPRD kabupaten Manggarai Barat, sosok beliau yang membawa warna di gedung legislatif kabupaten Manggarai Barat karena satu – satunya perempua di gedung legislatif kabupaten Manggarai Barat.Ketika ditanya oleh media Benuanews.com- Ferdi sapaan akrabnya menyatakan optimis menang dalam pertarungan ini dengan melalui gotong royong dengan segala kekuatan yang ada harus menang ungkapnya.(karolus)

Irwan Prayitno: Keselamatan Nakes Penting Dalam Menghadapi Pasien Covid

IMG-20200924-WA0050.jpg
PADANG -(benuanews.com)- Dalam rangka menyambut Hari Keselamatan Pasien Sedunia (World Patient Safety Day) yang diperingati setiap tanggal 17 September setiap tahunnya. Dinas Kesehatan Sumatera Barat menggelar temu silahturahmi bersama tenaga kesehatan se Indonesia dengan menghadirkan Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno sebagai narasumber webinar dengan topik “Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumbar dalam Meningkatkan Keselamatan Tenaga Kesehatan” Kamis (24/9/2020) di ruang kerjaPemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memperhatikan keselamatan tenaga medis selama penanganan wabah virus corona, menginggat tenaga kesehatan merupakan orang yang berada paling depan menangani pasien terinfeksi virus corona.“Kita terus memperhatikan keselamatan para tenaga kesehatan dan kamipun mengimbau dalam hal pencegahan dan penanganan wabah virus corona, tenaga kesehatan mesti dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai. Hal ini penting agar mereka terhindar dari resiko seperti infeksi virus corona,” kata Irwan Prayitno (24/9).Berbagai kebijakan strategis telah dikeluarkan, diantaranya dengan pembatasan jam kerja, mencukupi keperluan APD, meningkatkan mutu dalam pencegahan dan pengendalian infeksi, meningkatkan screening, penguatan protokol kesehatan di segala lini, dukungan psikologis pada nakes, dan peningkatan daya tahan tubuh.Keselamatan tenaga kesehatan sebagai prioritas yang berjalan seiring dengan keselamatan pasien.“Sesuai dengan komitmen bersama, tenaga kesehatan yang sehat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien,” tukasnya.Pemprov Sumbar telah menyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai guna mengantisipasi kemungkinan dampak Covid-19 yang lebih luas serta secara khusus memperhatikan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan tenaga medis dilapangan, maupun yang bekerja di rumah sakit yang menangani Covid-19.Perkembangan wabah virus corona saat ini, tidak dapat diprediksi. Perkembangan kasus positif di Sumbar masih cenderung meningkat setiap hari. Apalagi ada informasi pejabat Sumbar dan kepala rumah sakit yang terpapar Covid-19.“Kita tidak boleh melepas tangan untuk memerangi virus ini. Ini akan memberikan kesia-siaan mereka yang telah berjuang mengakhiri Covid,” ujar Irwan Prayitno.Gubernur Sumbar mengajak semua pihak untuk mengakhiri Covid-19 dengan mematuhi untuk menerapkan protokol kesehatan dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.Banyaknya Tenaga Kesehatan meninggal dunia saat menangani pasien Covid-19. Gubernur Irwan Prayitno sangat prihatin mendengar para dokter yang gugur saat menangani pasien Covid-19.“Semoga mereka yang wafat mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, karena mereka adalah pejuang dan pahlawan kesehatan,” ucapnya.Perihal adanya para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, Irwan Prayitno menyampaikan bahwa sampai saat ini menurut informasi tidak ada tenaga kesehatan Sumbar yang meninggal karena Covid-19.“Kalau yang positif Covid-19 memang ada, itupun hanya sebagian kecil, mereka semua sudah mengikuti standar protokol,” tuturnya.Menyikapi kondisi seperti itu, bisa jadi mereka yang tertular dari luar. Dengan demikian, pemerintah Sumbar terus memberi suport kepada para Nakes, agar tetap terus menjaga kesehatan dan terus ikut protokol kesehatan saat diluar.Selain itu, Irwan Prayitno memberikan apresisasi kepada para tenaga kesehatan yang telah berjuang siang dan malam berkecimpung dan melayani para pasien Covid-19 demi kesembuhan pasiennya.“Saya mengajak semuanya, marilah kita berdo’a, agar para Nakes tetap selamat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Tetap diberikan kesehatan, keselamatan, perlindungan, pertolongan oleh Allah SWT dan dimudahkan urusannya,” harapnya.Nov

Baru Dua Paslon Yang Ditetapkan KPU Kabupaten Agam, Dua Paslon Menyusul Untuk Ditetapkan

WhatsApp-Image-2020-09-23-at-11.59.46.jpeg
Lubuk Basung (benuanews sumbar) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam, menetapkan dua dari empat pasang calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat pada 2020, sedangkan dua pasangan menyusul kemudian ditetapkan.“Dua pasangan calon yang kita tetapkan atas nama Hariadi-Novi Endri dan Taslim-Syafrizal saat rapat pleno di Aula Husni Kamil Manik Kantor KPU Agam, Rabu,” kata Pelaksana harian Ketua KPU Agam, Zainal Abadi di Lubukbasung, Rabu.Ia menambahkan, dua pasangan calon yang belum ditetapkan atas nama Andri Warman-Irwan Fikri dan Trinda Farhan Satria-Muhammad Kasni.Kedua pasangan itu belum ditetapkan karena hasil tes jasmani, rohani dan bebas narkotika dari Andri Warman dan Trinda Farhan Satria belum keluar dari pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.Ini menginggat Andri Warman dan Trinda Farhan Satria terkonfirmasi positif COVID-19 setelah mendaftar, sehingga tes kesehatan kedua calon bupati itu ditunda sampai hasilnya negatif dan ini sesuai PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pencalonan.“Dua calon bupati ini telah melakukan tes kesehatan di RSUP M Djamil Padang pada 21 dan 22 September 2020. Kita berharap hasil tes kesehatan itu keluar dalam waktu dekat,” jelasnya.Ia menambahkan pengundian nomor urut pasangan yang telah ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati bakal dilakukan, Kamis (24/9).Sementara lokasi pengundian nomor urut di Aula Utama Kantor Bupati Agam atau salah satu hotel di daerah itu.“Kita belum menyepakati lokasi pengudian nomor urut. Saat pengundian nomor urut kita bakal menerapkan protokoler kesehatan COVID-19 dan masing-masing calon dibatasi membawa tim dan pendukung hanya lima orang,” terangnya.Untuk pengudian nomor urut Andri Warman-Irwan Fikri dan Trinda Farhan Satria bakal dilakukan setelah kedua pasangan calon itu ditetapkan sebagai calon.Pasangan Hariadi-Novi Endri diusung PPP, Golkar dan PBB. Sedangkan pasangan Taslim-Syafrizal diusing Partai Gerindra.Untuk pasangan Andri Warman-Irwan Fikri diusung Partai Demokrat dan PAN. Pasangan Trindra Farhan Satria-Muhammad Kasni diusung PKS dan Nasdem.(eko)

Swing Voters dan Undecided Voters Tinggi, NA-IC Berpeluang Menangi Pilgub

WhatsApp-Image-2020-09-23-at-21.59.20.jpeg
PADANG (benuanews sumbar) — Pengamat politik dari Universitas Andalas, Padang, Asrinaldi, menilai bahwa terdapat 25 persen masyarakat Sumbar yang masuk dalam kategori swing voters dan undecided voters pada Pilkada Sumbar 2020.“Sekitar 25 persen masih ada swing voters, yang pemilihnya masih belum menetapkan pilihan, yang masih berpindah-pindah. Ada juga yang undecided voters, pemilih yang belum menentukan pilihannya,” ujar Asrinaldi di Padang, Kamis (17/9).Ia mencontohkan daerah-daerah yang masih tinggi swing voters dan undecided voters-nya di Sumbar, yakni Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, dan Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan).“Undecided voters dan swing voters di Solok Raya masih tinggi. Orang bisa saja mengklaim, misalnya Audy klaim saya orang Solok. Tapi kan orang tidak yakin begitu saja karena selama ini dia tidak ada di sana,” tuturnya.Asrinaldi mengatakan bahwa di Solok Raya pasangan calon (paslon) dari Partai Gerindra Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) berpeluang menang lebih daripada paslon lain karena sejarah dari orang tua Nasrul Abit yang memang berasal dari daerah sana.“Justru yang untung itu adalah Nasrul Abit karena memang sejarahnya, orang tua Nasrul Abit berasal dari sana. Tinggal bagaimana ia mengkapitalisasi asal usulnya itu,” ucapnya.Menurut Asrinaldi, peluang dari empat paslon untuk melenggang menuju kursi Sumbar 1 masih sangat terbuka jika mereka mampu memaksimalkan dukungan basis massa masing-masing.“Pesisir Selatan itu basis massa Nasrul Abit. Saya meyakini Nasrul Abit mendapatkan 60 atau 70 persen suara di sana, sementara yang 30 persen diperebutkanlah oleh paslon lain. Di Kota Padang Mahyeldi paling tidak 40 persen suara, sedangkan 60 persen lainnya diperebutkan paslon lain. Kemudian di Pariaman PKDP-nya Ali Mukhni dan Genius Umar berbagi suara,” ujar Asrinaldi.Selain itu, kata Asrinaldi, kans tiap pasangan calon tentu lebih bergantung pada bagaimana mereka memaksimalkan kampanye karena dari segi dukungan masyarakat sudah sangat terpolarisasi.“Jadi, sepanjang itu bisa dimaksimalkannya, dukungan basis massa masing-masing yang sudah didapatkan itu bisa maksimal jadinya. Bagaimanapun, mereka mantan kepala daerah dan kepala daerah memang punya pendukung di daerah masing-masing,” ujarnya.Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar telah menetapkan daftar pemilih sementara Pilkada Sumbar 2020. Dalam daftar itu, pemilih sementara sebanyak 3.691.592 orang.Jumlah tersebut diperoleh KPU berdasarkan pemutakhiran data yang mereka lakukan dari 15 Juli sampai 13 Agustus 2020. (nov)
scroll to top