- Home
- Full Post Style

Lubuk Basung (benuanews sumbar) — Setelah satu minggu ditetapkan sebagai zona merah, Kabupaten Agam kembali berada di zona orange. Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten Agam tetap komit menerapkan protokol kesehatan Covid-19.“Berdasarkan rilis Gugus Tugas Penanganan (GTP2) Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, setelah satu minggu berada di zona merah, Kabupaten Agam kembali ke zona orange,” ujar Ketua Harian GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam, Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun, Selasa (29/9).Menurut Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun, kembalinya status Kabupaten Agam ke zona orange tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Agam menjalankan strategi dan langkah penanganan Covid-19.“Setidaknya ada tiga langkah yang telah dilakukan dalam menekan penyebaran Covid-19 meliputi memperluas cakupan testing, meningkatkan pengawasan pasien terkonfirmasi Covid-19 serta memperketat pelaksanaan protokol kesehatan,” sebutnya.Dijelaskan lebih lanjut, usaha memperluas cakupan testing dilakukan dengan cara pelaksanaan tracking lintas level. Selanjutnya memperbanyak pool test swab terhadap seluruh ASN dan warga pondok pesantren di daerah setempat.“Hingga hari ini masih dilakukan pool test swab terhadap seluruh ASN Kabupaten Agam mulai dari Kabupaten, Kecamatan, sampai ke Nagari, serta melakukan testing massal di pondok pesantren,” jelas Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun.Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Agam meningkatkan pengawasan dari jajaran kesehatan terhadap masyarakat terkonfrmasi positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat kesembuhan pasien. Dikatakan, hingga hari ini jumlah pasien sembuh Covid-19 mencapai 310 orang atau setara 50,3 persen dari seluruh kasus positif.Selain konsisten dengan langkah tersebut, kata Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun, kehadiran Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diberlakukan juga menjadi momentun untuk menekan penyebaran Covid-19.Upaya pencegahan penyebaran Covid-19, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Agam terus memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat.Menurutnya, pelaksanaan protokol kesehatan pada zona orange tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku seperti pembatasan pertemuan tatap muka, termasuk untuk proses pembelajaran.Diungkapkan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Agam belum memberikan izin kepada sekolah pada berbagai tingkatan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, kecuali untuk aktivitas pondok pesantren yang memang sudah dimulai sewaktu Agam masih berada dalam zona kuning.Sehubungan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kluster pondok pesantren, pihaknya merespon baik upaya sejumlah pondok pesantren yang berinisiatif melakukan pool test swab.Diketahui, pondok pesantren yang telah melaksanakan pool test swab antara lain Pondok Pesanteren Parabek di Banuhampu dan Pondok Pesantren Darul Ulum Al Falah di Palupuh.“Kami ucapkan terima kasih kepada pondok pesantren yang sudah lakukan pool test, bahkan Pondok Pesantren Parabek telah 4 kali melaksanakan dan akan dilaksanakan pool test yang kelima,” ucapnya.Pihaknya juga mengimbau kepada pondok pesantren yang lain untuk melakukan upaya yang sama. Pihaknya berharap pondok pesantren belum melakukan pool test swab agar segera melapor ke GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam.“Sebab, jika Kabupaten Agam masih berada dalam zona orange, pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan,” ujarnya.(eko)

Lubuk Basung (benuanews sumbar) — Beberapa waktu lalu, pelajar di Jorong Sungai Gantuang, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah harus susah payah menuju puncak bukit untuk mengakses jaringan internet. Kini mereka sudah bisa mengakses internet dengan nyaman dari rumah masing-masing.Kemudahan akses internet tersebut setelah beroperasinya tower Compact Mobile Base Station (Combat) Portable milik PT. Telkomsel di wilayah setempat.“Tower portable Telkomsel di Sungai Gantuang telah beroperasi, jaringan internet sudah bisa diakses dengan mudah hingga jarak 5 kilometer,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun, Selasa (29/9).Diketahui sebelumnya, di wilayah jorong Sungai Guntuang, Nagari Pasia Laweh, para pelajar mengalami kesulitan mendapatkan akses internet untuk belajar daring di tengah pandemi Covid-19.Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam bertindak cepat untuk menyegerakan pendirian tower yang sudah diusulkan sejak tahu 2017 lalu.“Beberapa waktu lalu, PT. Telkomsel melalui PT. Kisel Pekanbaru datang langsung ke lokasi, untuk melihat titik koordinat yang berpeluang mendapatkan signal dan pendirian tower combat,” jelas sekda.Dikatakan Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun, setelah kunjungan Bupati Agam dan rombongan beberapa hari lalu ke daerah tersebut, pengerjaan pengoperasian tower langsung dikebut. Sehingga, hari ini tower portabel itu sudah bisa diakses masyarakat setempat.Beroperasinya tower tersebut, katanya lagi, sebagai upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa untuk mendapatkan jaringan internet, dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring di masa pandemi Covid-19.“Harapan kita, dengan beroperasinya tower portable tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat terutama dalam menunjang pendidikan,” tutur.Pihaknya juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam mendorong pembangunan tower tersebut dalam tempo yang tidak terlalu lama.“Terima kasih Telkomsel. Terima kasih Bapak Andre Rosiade sebagai anggota DPR RI yang sudah ikut memperjuangkan dan mendorong telkom mambangun tower, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Sungai Gantuang ini,” imbuhnya lagi.Tidak hanya sampai di situ, upaya Pemerintah Kabupaten Agam dalam memberikan akses yang sama bagi pelajar dan mahasiswa yang ada di pelosok nagari, juga dilakukan melalui Gerakan Agam Terkoneksi.Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam menyediakan akses wifi gratis di masjid-masjid, sekolah, dan perkantoran hingga ke tingkat nagari.“Pandemi Covid-19 ini entah kapan akan berakhir, namun pendidikan tidak boleh terhenti, untuk itu Pemerintah Kabupaten Agam membantu pelajar untuk mendapatkan layanan internet secara gratis,” ucap Dr. Martiaswanto Dt. Maruhun.(eko)

Lubuk Basung (benuanews sumbar) — Daftar warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Agam terus bertambah. Selasa (29/9) ini sebanyak 43 warga Agam kembali dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Total warga Kabupaten Agam yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 616 orang.Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam, Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun menyebut penambahan kasus terkonfirmasi hari ini berasal dari 9 kecamatan.Dirinci, terjadi penambahan sebanyak 17 orang terkonfimasi Covid-19 dari Kecamatan Lubuk Basung, 2 orang dari Kecamatan Tanjung Raya, 5 orang dari Kecamatan IV Koto, serta 2 orang dari Kecamatan Banuhampu.Sedangkan dari Kecamatan Sungaipua ada 3 orang penambahan pasien, 3 orang dari Kecamatan Ampek Angkek, 4 orang dari Kecamatan Baso, 5 orang dari Kecamatan Tilatang Kamang serta terakhir 2 orang dari Kecamatan Kamang Magek.“Dengan penambahan 43 kasus terkonfirmasi hari ini, maka total keseluruhan warga Agam yang terinfeksi Covid-19 menjadi 616 orang,” ujarnya kepada AMC, Selasa (29/9).Drs. Martiaswanto Dt. Maruhun merinci 17 orang dari Kecamatan Lubuk Basung yang terkonfirmasi masing-masing inisial YP (35), AA (41), FY (45), J (47), Z (36), YFH (23), A (42), SA (61), JVY (62), S (45), SHM (17), DSG (36), Z (40), T (33), B (40), RW (54), A (54).2 orang dari Kecamatan Tanjung Raya dengan inisial DR (82) dan MD (45). 5 orang dari Kecamatan IV Koto yaitu M, AK (70), OL (40), Y (49), ES (35), serta 2 orang dari Kecamatan Banuhampu yaitu AR (54), NA (41).Sedangkan 3 Orang dari Kecamatan Sungaipua yaitu, ANP (35), NRH (37), ISH (19). 3 orang dari Kecamatan Ampek Angkek yaitu, FN (2), FY (6), ERA (10). 4 orang dari Kecamatan Baso yaitu, B (53), BW (32), JHP (25), NR (24).5 orang dari Kecamatan Tilatang Kamang yaitu, ES (34), RE (30), M (50), IM (36), R (45). Sedangkan 2 orang dari Kecamatan Kamang Magek yaitu, M (48), Z (56).Di hari yang sama, Drs. H. Martiaswanto, Dt. Maruhun juga mengumumkan 14 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Dirinci, 3 pasien dari Kecamatan Lubuk Basung dengan inisial, SS (44), AF (13), AP (12), 2 pasien warga dari Kecamatan Sungaipua dengan inisial, RA (24), A (49), dan 1 orang dari Kecamatan Tanjung Mutiara dengan inisial MM (33).Sedangkan Kecamatan Candung ada 5 orang yang dinyatakan sembuh dengan inisial, R (33), E (55), MY (44), B (54), J (37). 1 orang dari Kecamatan Tanjung Raya dengan inisial, M (39) dan 2 orang dari Kecamatan Tilatang Kamang yaitu, NEP (29), BA (43).Sementara itu, pasien yang masih dirawat atau isolasi mandiri sebanyak 296 orang, dengan rincian 32 orang dirawat di rumah sakit, 19 Karantina, dan 245 orang isolasi mandiri.“Pasien yang sembuh di Agam cukup banyak, yaitu 310 orang, sehingga Kabupaten Agam kembali masuk ke zona orange, namun masyarakat tetap harus memperketat protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.(tim)

Padang (benuanews sumbar) – Praktisi Komunikasi Publik Aulira M. Tan menilai, dari sisi kacamata komunikasi, Nasrul Abit memiliki inisiatif dan spontanitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Tiga pasangan calon lainnya yang ikut bertarung pada konsestasi Pilkada untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat periode 2021-2026 mendatang. Banyak pihak yang meyakini kalau Nasrul Abit akan melengang mulus menuju kursi Sumbar satu.Menurut Magister Ilmu Komunikasi jebolan Fakultas FISIP Universitas Andalas Padang itu, Nasrul Abit terlihat lebih gencar mencuri dan mengambil hati masyarakat. Dan itu, bukan terjadi tiba-tiba atau ketika genderang perang Pilkada ditabuh. Namun, sudah nampak sejak 20 tahun lalu. Selama 15 tahun menjadi Kepala Daerah ditambah satu periode manjadi Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit kerap mengunjungi dan berinteraksi dengan masyarakat.Bagi Aulira, adanya interaksi tatap muka langsung dengan masyarakat, adalah suatu nilai plus bagi seorang pemimpin atau calon pemimpin. Komunikasi verbal dan non verbalnya, akan bisa dilihat langsung oleh masyarakat dari seluruh kalangan. Masyarakat, bisa menilai secara gamblang seperti apa sosok pemimpin yang sedang berhadapan dengan mereka.“Inisiatif dan spontanitas Nasrul Abit menurut saya ya, lebih tinggi jika dibandingkan dengan paslon lain. Selama ini, Nasrul Abit tampak gencar mencuri dan mengambil hati masyarakat. Itu, juga dibuktikan dengan kerja dan aksi nyata. Jadi, tidak hanya sekedar datang begitu saja ya. Saya rasa, masyarakat bisa menilai sendiri secara gamblang bahwa beliau adalah sosok yang sangat tenang, peduli, memiliki sisi empati yang tinggi dan senang berdiskusi,”kata Aulira M. Tan, Selasa 29 September 2020.Aulira menambahkan, Nasrul Abit juga menjadi contoh pemimpin yang tidak menggunakan politik uang. Dia, memaksimalkan kinerja sesuai dengan jabatan yang ia emban.
Nasrul Abit, adalah birokrat sejati yang benar-benar mengerti medan, hal itu dibuktikan dari awal kiprahnya sebagai pemimpin daerah, mulai dari di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Wakil bupati Lima tahun, menjadi Bupati Pesisir Selatan 10 tahun, dan kini sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Nasrul Abit, terbukti tidak pernah sekalipun tersandung dengan persoalan korupsi.“Nasrul Abit tidak pernah tersandung perkara korupsi. Ini, membuktikan kalau Nasrul Abit tak tergiur dengan iming-iming politik uang. Nasrul Abit juga selalu mampu menjaga keharmonisan dengan pasangannya,”kata Aulira.Jika ditarik dari rekam jejak yang baik kata Aulira, sangat banyak. Nasrul Abit juga pemimpin yang peduli lingkungan dan masyarakatnya, saat terjadi berbagai bencana, dia selalu hadir ditengah masyarakat. Setiap pergerakannya, selalu mendapat restu dari Gubernur Irwan Prayitno. Nasrul Abit tak mau gegabah dan bertindak sendiri. Karena, ia tahu benar posisi Wakil Gubernur adalah hanya perpanjangan tangan dari atasannya.Disini kata Aulira, jelas terlihat bahwa beliau sangat menerapkan jalur “upward communication” yaitu komunikasi keatas atau komunikasi pada atasannya. Dilihat dari cara interaksinya dengan masyarakat, sangat tampak bahwa beliau adalah bagian dari masyarakat itu sendiri, bukan orang lain, bukan seorang pejabat yang sedang berkunjung. Pemimpin yang mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Serta, benar-benar bertindak cepat.“Jika saat ini dia juluki “ayah awak”, sepertinya julukan ini benar-benar bukan hanya sekedar julukan saja, beliau memang seorang ayah yang sangat mengayomi dan mengerti dengan apa yang dilakukannya. Tragedi kemanusiaan Wamena salah satu dari sekian banyak contoh nyata. Survey yang dilakukan liberte institute, sebuah lembaga yang memiliki sertifikat dari KPU Sumbar sebagai lembaga yang terdaftar melakukan survei Pemilihan Gubernur Sumbar 2020, menunjukkan fakta bahwa paslon NA-IC memiliki angka tertinggi dan berpotensi menang. Karena mengantongi angka tertinggi untuk Partai Gerindra yang mengusung NA-IC. Namun, soal pilihan kembali ke masyarakat. Karena, politik itu sifatnya dinamis dan susah untuk ditebak,” jelas Aulira M. Tan.Selain itu, menurut Aulira dari segi pengiklanan melalui poster atau baliho dan spanduk, khusus untuk NA – IC, sepertinya juga tidak perlu banyak-banyak. Karena, Nasrul Abit sadar bagaimana masyarakat mengenal nya langsung bukan dari poster. Terjun ke daerah-daerah, langsung bercengkrama. Dari posisi sekarang, Nasrul Abit tidak lagi berada pada posisi mencari perhatian masyarakat. Dari brand awareness nya nama NA, sudah berada pada tahap brand recall atau pengingatan kembali dan hampir sampai pada top of mind atau puncak pikiran masyarakat.(tim)