- Home
- Full Post Style

Lebak Banten (benuanews.com) — Dewan Pimpinan Wilayah Ormas Badak Provinsi Banten telah menyerahkan granit lantai sebanyak 32 meter untuk pembangunan Tempat ibadah Musholla Miftahul Jannah di Kp Dorokdok Desa Cikareo Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak Senin(16/11)Bahan bangunan jenis granit berkualitas itu langsung di serahkan oleh Ketua DPW Badak Provinsi Banten yang di dampingi Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPW Badak Provinsi Banten yang diserahkan kepada Ketua Dewan Keluarga Musholla Miftahul Jannah Ustadz Ilham.Ketua DPW Badak Provinsi Banten, Eli Sahroni mengatakan, bantuan granit ini adalah bentuk kepedulian sosial terhadap tempat peribadatan masyarakat. Selain granit rencananya matrial lainnya akan di bantu untuk menyelesaikan pembangunan musholla tersebut.Eli Sahroni mengatakan kegiatan serupa bantuan material kepada tempat ibadah bukan kali ini saja dilakukan, sudah ada di beberapa tempat tempat ibadah yang sudah dibantu dan sudah berjalan sejak beberapa tahun sebelumnya.” Ini merupakan bentuk tanggungjawab kita terhadap kelangsungan rumah tempat ibadah masyarakat dan semoga bermanfaat untuk semuanya”, kata Eli SahroniDede Abdul Kodir Ketua OKK DPW Badak Provinsi Banten mengaku akan terus berjuang bersama Badak Banten untuk kepentingan masyarakat dalam bentuk apapun termasuk untuk tempat peribadatan.” Kami insya Allah akan alout berjuang untuk kepentingan masyarakat. Mohon doanya kepada semua pihak agar kami tetap semangat dan terus memberikan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat”, kata Dede Abdul Kodir mantan ketua umum Kordinator KumalaSementara Ustadz Ilham mengaku senang atas kepedulian Ormas Badak Banten terhadap masyarakat terlebih untuk pembangunan Tempat ibadah.” Saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih atas kepedulian Badak Banten terhadap pembangunan tempat ibadah masyarakat. Ini adalah bukti nyata yang kami dapat dan semoga Badak Banten menjadi lebih besar terus peduli terhadap masyarakat, semoga Allah swt Memberikan Rizki yang berlimpah kepada Kader Badak Banten”, kata ustad ilham.Kontributor : Aguh

Gowa Sulawesi Selatan (Benuanews.com) — Menghadapi gejala cuaca puncak La Nina atau cuaca ekstrim yang akan masuk di Sulawesi Selatan yang diperkirakan pada akhir tahun hingga hingga Februari 2021, Pemkab Gowa bekerjasama dengan Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa menggelar Apel Kesiapan dan Peralatan SAR dalam rangka Tanggap Bencana di Kabupaten Gowa bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Minggu kemarin, (15/11).Pjs Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi saat memimpin apel tersebut mengatakan dalam menyikapi hal tersebut langkah awal yang dilakukan yakni kesiapan personil dan peralatan itu sendiri.Berdasarkan hasil analisis BMKG prediksi cuaca buruk atau La Nina akan masuk pada akhir hingga awal tahun nanti. Jadi secepat mungkin diakukan kesiapan baik personil maupun perlengkapannya termasuk peralatan mitigasi, evakuasi dan komunikasi,” katanya.Selain kesiapan itu, Aslam mengimbau agar masyarakat ikut berpartisipasi, sehingga dalam menghadapi cuaca ektrim nanti penanganannya bisa lebih maksimal.“Selain pemerintah kerjasama dari seluruh masyarakat juga dibutuhkan, seperti pembersihan saluran atau drainase di daerah rumah masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansah mengatakan pihaknya bersama jajaran TNI, POLRI akan selalu siap siaga dalam mengjadapi cuaca ini. Bahkan dirinya menyurat ke 18 kecamatan se-Kabupaten Gowa untuk selalu waspada dan melaporkan seluruh kejadian saat puncak cuaca ektrim.“Puncak La Nina yang harus kita waspadai, sehingga kami menyurat menyurat ke 18 kecmatan untuk selalu jaga lingkungan dan memperhatikan kondisi disekitar,” jelasnya.Terkait daerah yang rawan kata Ikhsan, karena Gowa berada pada dua kondisi yakni dataran tinggi dan rendah maka potensi terjadinya bencana akan sama dimana dataran tinggi bencana longsor dan dataran rendah banjir .“Semua sama karena 9 kecamatan dataran tinggi dan 9 dataran rendah, jadi kami telah melakukan maping wilayah dan posko BPBD buka 24 jam,” pungkasnya.Apel kesiapan ini turut dihadiri forkopimda Kabupaten Gowa, Tagana, jajaran TNI Polri, PMI Gowa, dan unsur lainnya.(BB)

Gowa (Benuanews-Sulsel) — Sebanyak 92 ribu orang petani di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan tersebar di 18 kecamatan akan mendapatkan Kartu Tani. Mereka merupakan petani yang telah terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).“Secara keseluruhan Kartu Tani untuk Kabupaten Gowa yang telah tercetak sebanyak 92.000 Kartu Tani berdasarkan NIK, namun untuk semwntara baru 23.000 yang ada di Gowa. Selebihnya kita tinggal menunggu kiriman dari pusat,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pupuk dan Pestisida, Ichsan, usai Kegiatan Sosialisasi Penggunaan pupuk bersubsudi di Kecamatan Tombolopao dan Tinggimoncong, beberapa waktu lalu.Dijelaskan Ichsan, kartu tani pupuk bersubsidi yang akan didapatkan oleh petani pemanfaatannya diperuntukkan di tahun 2021 mendatang. Tahun ini difokuskan untuk pendataan dan pendistribusiannya.“Jadi kartu tani ini mulai berlaku tahun depan, dimana setiap petani yang mendapatkan kartu akan mendapatkan kuota berdasarkan jatah yang telah ditetapkan. Kemudian petani yang akan membeli pupuk subsidi tinggal membawa kartu tani data ke agen atau pengecer yang telah ditunjuk,” jelas Ichsan.Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto mengatakan bahwa tahun ini untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani harus terdaftar dalam data sistem e-RDKK. Mereka nantinya akan terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi melalui Kartu Tani yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan).“Pupuk bersubsidi ini hanya diperuntukkan bagi petani yang masuk dalam kelompok tani dan telah diakses melalui RDKK. Dimana petani yang bisa diakses dalam RDKK adalah petani yang betul-betul berprofesi sebagai petani yang memiliki lahan tidak lebih dari dua hektar,” ujarnya.Pada kesempatan yang sama, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina saat membuka sosialisasi ini mengaku sangat setuju dengan sistem ini. Menurutnya sistem e-RDKK dirasa tepat untuk mengevaluasi distribusi pupuk bersubsidi yang didistribusikan kepada petani.“Sistem ini sangat baik karena memang betul-betul petani hanya petani tulen yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Sekaligus sistem ini dapat meminimalisir penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.Tak hanya itu saja, Kamsina juga menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk yang terjadi saat ini sebenarnya kekurangan pupuk hanya tekhnik pemakaian pupuknya yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan aturan.“Petani kita itu masih menggunakan teknik pemakaian pupuk cara lama, kalau dulu pemakaian pupuk untuk satu hektar lahan menggunakan pupuk sebanyak 8 sak. Sekarang untuk lahan satu hektar cukup 6 sak saja sehingga para petani kita merasa kurang karena pemakaiannya tidak sesuai dengan aturan,” pesan Pj Sekda Gowa yang juga Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa ini.(BB)*

Gowa (Benuanews-Sulsel) — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa melakukan pemberkasan atau verifikasi data Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi tahun 2020, Sabtu (14/11/2020).Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKPSDM Kabupaten Gowa, M. Agus Salim Harahap mengatakan, pemberkasan ini guna mencocokkan data CPNS unruk penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).“Penetapan NIP itu kami lakukan untuk ditindaklanjuti BKN lebih lanjut atas telah terpilihnya seluruh CPNS yang telah mengikuti Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) dengan CAT (Computer Assisted Test),” kata Agus Harahap di Kantor BKPSDM Kabupaten Gowa.Lanjutnya dari hasil seleksi SKD dan SKB ada sebanyak 129 orang yang lulus. Hanya saja menurutnya yang ikut pemberkasan hari ini hanya 127 orang. Hal itu dikarenakan ada CPNS yang sakit dan lambat memasukkan berkas karena perubahan data.“Kami berharap kepada CPNS yang nanti akan mengabdi untuk Kabupaten Gowa bisa bekerja dengan profesional. Bahkan bisa menjadi teladan bagi PNS lainnya di lingkungan kerja masing-masing,” harapnya.Pemberkasan yang dilaksanakan di Kantor BKPSDM Kabupaten Gowa ini tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menyediakan tempat cuci tangan.“Di masa pandemi Covid-19 ini kita tetap menjaga Protokol Kesehatan hingga nanti penetapan NIP terlaksana dan peserta lain memiliki NIP tidak ada yang sampai jatuh sakit apalagi kena Covid-19,” tambahnya.Berdasarkan Surat Keputusan Penetapan Formasi Menpan RB Nomor 339 tmTahun 2019 jumlah formasi yang ditetapkan Kabupaten Gowa yaitu 138 orang diantaranya 107 orang tenaga kesehatan dan 31 orang tenaga teknis.Hanya saja yang dinyatakan lulus seleksi hanya 129 orang. Hal ini dikarenakan ada 9 formasi jabatan dokter spesialis yang kosong tanpa pendaftar.(BB)