Full Post Style
Jalin Silaturahmi Sesama Insan Pers, Pimred Koran Barito Gelar Coffee Morning
BARITO TIMUR (benuanews.com) – Menjalin kekompakan sesama insan Pers sekaligus bersilatuhrahmi dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar dengan tujuan mulia yang patut diacungkan jempol atas prinsip yang dimiliki seorang pria kelahiran Banjarmasin, 26 Juni 1984 asal Kalimantan Selatan, untuk menyatukan persepsi dan menjaga kekompakan sesama rekanan satu profesi sebagai seorang jurnalis, tanpa memandang golongan maupun perbedaan secara individu, namun lebih mengutamakan kebersamaan.
Hal tersebut di jabarkan M. Jaya A.S., pada kegiatan Coffee Morning bersama rekanan insan Pers yang bertugas di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus mewakili PWI Perwakilan Bartim, menggelar penyerahan beberapa sertifikat Kopetensi Layak Wartawan tingkat Provinsi dan Pusat yang dilaksanakan di Kantor Redaksi Koran Barito yang bertempat di Jl. A. Yani (Samping Rujab Bupati Bartim), RT. 01, No. 03, Tamiang Layang pada hari Senin (11/01/2021).
Pria yang akrab disapa Jaya, juga seorang jurnalis yang cukup berpengalaman dilapangan dalam mencari data akurat sesuai fakta dan kejadian secara tertulis maupun rekaman yang disusun dan dikemas menjadi sebuah berita dan disajikan secara meluas kepada seluruh element masyarakat terkait perkembangan penyampaian informasi yang terjadi setiap waktunya di berbagai sektor lintas peristiwa, baik dari daerah terpencil hingga belahan dunia, bahkan sudah menghasilkan beberapa jurnalis yang berkompeten di bawah didikannya.
Jaya yang juga terbilang sukses merintis dari awal berjuang mendirikan sebuah perusahaan Pers lokal bernama Koran Barito yang berteg-line Jembatan Aspirasi dibawah naungan PT. Barito Media Jaya yakni pada 13 April 2013 silam, hingga mencapai usia 7 tahun 9 bulan saat ini dan sudah terdaftar di Dewan Pers. Dirinya juga mengajak insan Pers secara khusus di Bartim dapat bekerjasama, bersatu dan saling membantu menjalani tugasnya dilapangan.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya sangat bersyukur atas kehadiran rekan-rekan Pers yang menyempatkan diri mengunjungi kantor kami, baik dari rekanan dari organisasi IWO (Ikatan Wartawan Online) juga teman-teman PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Bartim yang kompak tanpa harus membedakan golongan, namun tetap menjalin silaturahmi sesama jurnalis,” ucap Jaya disela-sela kegiatan.
Menurut Jaya, menjadi seorang jurnalis tidak semudah yang dibayangkan bila tidak ditekuni, harus terus belajar dan berusaha karena hakikatnya tugas jurnalis itu sangatlah mulia, tak pernah mengenal waktu, tempat atau lokasi kejadian, kapanpun dan dimanapun berada selalu siap menjalani tugas.
Pada kesempatan tersebut, Jaya berharap Pemerintah dapat bersinergi, peduli dan menghargai hasil kinerja seorang jurnalis yang turut andil membangun daerah pada pemberitaan agar informasi perkembangan maupun hasil dan pencapaian pembangunan dan lain-lain di suatu daerah dapat disampaikan secara meluas melalui berita di media cetak maupun elektronik.
“Semua Jurnalis tidak jauh berbeda, baik jabatannya koresponden, maupun redaktur intinya sama saja menyajikan informasi dan tetap bekerja baik sebagai pencari berita maupun mengulas berita yang diedeting untuk di tayangkan ke publik. Oleh karena itu saya berharap pemerintah bisa bersinergi dengan para awak media yang menjalani tugas dilapangan agar di tanggapi dengan baik saat ingin konfirmasi, begitupun sebaliknya, jurnalis harus menjaga kode etik saat bertugas,” harapnya.
Usai kegiatan Coffee Morning sekaligus ajang silaturahmi, puluhan insan pers melanjutkan tugasnya masing-masing sebagai garda terdepan mencari, menggali dan menyajikan informasi kepada publik yang juga memiliki hak tugas dan dilindungi Undang-Undang Pers tahun 1999 sebagai pilar keempat demokrasi yang memiliki peran penting untuk Bangsa dan Negara, maka selaku insan Pers yang memiliki tugas dengan resiko cukup berat harus berkomitmen terus bergerak tanpa mengenal lelah. (Yn/Red)
Koramil 1108/Kadungora Kerja Bakti Di Desa Rancasalak dan Desa Karang Mulya Pasca Longsor.
GARUT (benuanews.com) – Diakibatkan tanah longsor di jalan Cijapati jangkurang Kecamatan Leles yang airnya meluap ke Desa Rancasalak dan Desa Karang mulya, Angggota Babinsa Kadungora beserta anggota polsek kadungora bersama warga melaksanakan kerja bakti. Selasa(12/01/21).
Danramil 1108/Kadungora Kapten Inf Dandan Zaeni mengatakan “anggota Babinsa koramil 1108/Kadungora bersama warga bahu membahu membersihkan tanah akibat longsoran tanah ke perkampungan.
Danramil menghimbau kepada warga yg berada sekitaran daerah yang rawan longsor selalu waspada dan apabila curah hujan cukup besar segera mengungsi ke daerah aman.tandas Danramil.(tim)
Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bantu Warga Perbatasan RI-PNG Tanam Pisang, Untuk Stabilkan Ketersediaan Bahan Pokok Makanan
KEEROM (benuanews.com) — Dalam upaya menstabilkan ketersediaan bahan pokok makanan di masa pandemi Covid-19, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 membantu warga Kampung Sanggaria Distrik Arso Kabupaten Keerom menanam pohon pisang.
Seperti yang diketahui bahwa pisang merupakan makanan pokok setelah nasi yang di konsumsi oleh kebanyakan warga Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura. Tidak hanya sebagai pencuci mulut saja melainkan pisang juga dapat diolah menjadi pisang rebus dan pisang goreng sehingga cukup untuk dijadikan makanan tunggal penambah energi.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Selasa (13/01).
Disebutkan Dansatgas bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pos Kout KM 31 dalam membantu warga menanam pisang merupakan bukti Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Bukti kedekatan kami dengan rakyat. Selain menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG, kami juga membantu masyarakat dari segi perekonomian melalui ketahanan pangan menanam pohon pisang.” Ungkap Anggun.
“Di masa Pandemi Covid-19 yang serba sulit ini, pisang merupakan primadoma bagi masyarakat khususnya Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura karena harga nya stabil walau saat ini kebanyakan masyarakat ditempa kesulitan perekonomian. Harga murah, kualitas baik dan kaya akan kandungan itu yang membuat pisang masih menjadi pilihan kedua selain nasi sebagai makanan utama.” Tambahnya.
Kapten Inf Hervin Rahadian Jannat selaku Komandan Pos Kout KM 31 juga menyampaikan bahwa kondisi tanah di Kampung Sanggaria sangat subur sehingga sangat memungkinkan untuk ditanam berbagai jenis tumbuhan baik buah maupun sayur.
“Tanahnya sangat subur, namun mengingat kondisi Pandemi Covid-19 ini, sepertinya warga memilih untuk menanam pisang karena harga nya tidak jatuh dan tetap dapat menstabilkan ketersediaan bahan pokok makanan untuk saat ini.” Jelas Hervin.
Pernyataan dari Kapten Hervin ternyata selaras dengan apa yang disampaikan pemilik lahan kebun pisang Bapak Juadi (43). Warga lebih memilih menanam pisang di masa Pandemi Covid-19 ini, karena selain di Kabupaten Keerom sendiri dari Kota Jayapura pun pemesanan buah pisang sangat banyak. Namun harga nya kami tetap menyesuaikan harga lama karena kami memaklumi semuanya serba sulit jadi kami tidak mengambil kesempatan ini untuk menaikkan harga buah pisang itu sendiri.
“Saya sampaikan juga terimakasih kepada abang Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang selama ini telah membantu dalam proses penanaman pisang ini.” Ucap Juadi. (Adolof/tim)