Kapolres Muaro Jambi Kerahkan Semua Personil Lakukan Razia Antisipasi Gangguan Kamtibmas

IMG_20210124_010137.jpg
Muaro Jambi,Benuanews.com,-Sesuai atensi Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo SIK ,terhadap Polresta/Polres jajaran Polda Jambi melaksanakan razia, terkait penindakan terhadap pelaku ilegal drilling, ilegal loging dan ilegal minning, serta narkoba , juga penyelundupan benih lobster yang marak terjadi di Provinsi Jambi, agar tercipta situasi kamtibmasRazia yang dilaksanakan hari ini Sabtu 23/01 pukul 21.00 wib di monitoring langsung oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto SIK MHKasubag Humas AKP Amradi menjelaskan ” Razia ini dibagi 2 tim , yakni tim satu disekitaran Tempino lintas Jambi- Palembang dipimpin langsung oleh Kabag OPS Kompol A Yani, dan tim 2 dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP M Firdaus disekitaran Mapolsek Mestong.“Dan juga melibatkan semua personil yang berada di polres Muaro jambi.” Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto menyampaikan” pasca penindakan aktifitas ilegal drilling yang dilaksanakan oleh jajaran Polda Jambi masih ditemukan aktifitas ilegal drilling berupa pengangkutan minyak ilegal di jalan Lintas Jambi- Palembang kelurahan Tempino .Maka untuk Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) dilaksanakan razia malam ini sesuai atensi Kapolda Jambi untuk antisipasi ganguan Kamtibmas disepanjang jalan lintas Jambi- Palembang.“Kita berupaya menciptakan situasi yang aman dan kamtibmas serta OPS yustisi untuk mencegah penyebaran covid 19.”Dan kembali Kapolres berpesan “agar personil yang bertugas agar tetap semangat dan hindari sikap arogan dan tindakan kontra produktif , serta utamakan keselamatan . Pada kegiatan ini menurunkan kekuatan dari Polres Muaro Jambi dan Polsek sebanyak 80 personil, dengan sasaran saham, narkotika, mobil angkutan barang ilegal.Mengenai hasil yang dicapai untuk malam ini belum membuahkan hasil atas kendaraan yang melaksanakan aktifitas ilegal tersebut, tetapi kita tetap upay ciptakan situasi Kamtibmas(Eko)

Wakil Bupati Klaten Terpilih Dilaporkan Dugaan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah

IMG-20210123-WA0025.jpg
KLATEN – (Benuanews.com). Sabtu (23/1/2021) Wakil Bupati Terpilih dalam pilkada Klaren 2020 lalu, Yoga Hardaya dilaporkan ke Polres Sleman pada Jumat 22/1/2021) oleh Yuniar Prameswari dalam dugaan penipuan sengketa tanah yang berubah status dengan dipindah tangankan atas nama Yoga Hardaya.Pelapor (Yuniar Prameswari) mengaku kasus bermula pada tahun 2013 pelapor meminjam uang kepada terlapor (Yoga Hardaya) sebesar Rp. 257 juta dengan jaminan sebidang tanah dan bangunan 242 meter persegi terletak di Perum Bumi Avia Permai Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Namun dalam serah terima antara uang pinjaman dan jaminan, pelapor menyatakan hanya menandatangani kwitansi kosong yang disodorkan oleh pihak terlapor. Jaminan rumah dan tanah nomor 01578 belakangan diketahui oleh pihak pelapor bahwa sertifikat sudah berganti pemilik atas nama terlapor.Secara terpisah, Nata Dwinugraha sebagai Kuasa Hukum Yoga Hardaya menjelaskan bahwa klienya merasa dirugikan atas tuduhan ini dan akan berupaya menuntut balik pihak pelapor. “Dalam waktu dekat kami akan menuntut balik, namun akan kami luruskan duduk permasalahan yang sebenarnya ke masyarakat”, kata Nata kepada wartawan Sabtu (23/1/2021) di rumah klienya Jogonalan Klaten.Menurut Nata Dwinugraha, dalam proses jual beli tanah tersebut sudah benar sesuai dengan hukum. “Akte jual beli sudah ditandatangani antara penjual dan pembeli serta juga ada surat perjanjian untuk pengosongan rumah”, pungkasnya.Sementara ketika dikonfirmasi ke Yoga Hardaya,”Saya urusanya dengan Ari Kurniawan, bukan dengan Yuniar sebagai isteri Kurniawan”, kata Yoga. Diceritakan bahwa pada awalnya Yoga Hardaya ditawari rumah dan tanah milik seorang pegawai negeri sipil Ari Kurniawan. Saat pembayaran berlangsung disertai surat pernyataan pengosongan rumah dihadapan notaris dan Ari Kurniawan meminta waktu selama dua bulan.“Disini uruasanya jual beli bukan urusan hutang piutang. Saya justru dijadikan korban”, kata Yoga Hardaya. Diceritakan bahwa Yoga hanya sebagai sasaran tembak dan kasus pelaporan ini mengarah kepada kepentingan politis. “Ini sangat mengganggu dalam tahapan pelantikan saya mendampingi Bupati Klaten terpilih Sri Mulyani untuk memimpin Pemkab Klaten”, imbuhnya.(Kontributor: barry)

Kuatkan Keorganisasian FJJ Bahas Program Kerja

IMG-20210123-WA0127.jpg
JAMBI.Benuanews.com,-Forum Jurnalis Jambi (FJJ) mengadakan silaturahmi sekaligus rapat koordinasi (rakor) antar anggota, Sabtu (23/1/21). Rapat yang dipimpin oleh Budi Harto selaku ketua FJJ juga membahas program kerja kedepannya.Maka dari itu, kata Budi, FJJ perlu dukungan dan saran dari seluruh anggota, agar gerakan FJJ kedepannya semakin terukur dan terarah dalam menjalankan roda organisasi.“Besarnya sebuah organisasi tidak terlepas dari kekompakan, Maka dari itu kami perlu masukan agar gerakan kita semakin terukur,” kata dia.Karna menurutnya, FJJ tidak hanya sebuah forum silaturahmi saja, melainkan sebuah forum yang memiliki legalitas dengan visi-misi meningkatkan profesionalitas jurnalis di Jambi.Begitupun, kedepannya FJJ mentargetkan pada bulan April FJJ sudah terbentuk diseluruh kabupaten/kota di dalam Provinsi Jambi.“FJJ bukan hanya group wa group saja, FJJ adalah wadah kita semua. Maka untuk menguatkan forum ini adalah kebersamaan, dari itu kami mengharapkan ide dan pikiran kawan-kawan dalam membesarkan forum ini,” tukasnya. Kemudian, Oman Nurahman atau yang akrab disapa kang Maman yang menjabat sebagai Seksi Hubungan dan Kerjasama mengatakan, kedepannya akan melakukan silaturahmi keberapa instansi pemerintah baik secar vertikal maupun horizontal. Menurutnya, FJJ terlahir dari motivasi bagaimana dalam menjaga citra para jurnalisme, karna katanya FJJ konsisten untuk pendampingan dan pengorganisiran kawan-kawan jurnalis di Jambi.Kemudian, diakhir acara ketua FJJ menyerahkan Kartu Tanda Angota (KTA) dan baju Forum Jurnalis Jambi secara simbolis.FJJ Eko

Steve Mara : Pelaku Penembak TNI segera di Tangkap dan Tolong Perhatikan Kesejahteraan Prajurit

IMG-20210123-WA0243.jpg

JAKARTA, (benuanews) -Tentara Nasional Indonesia merupakan komponen Utama Pertahanan Negara. Sebagai Komponen Utama TNI memegang peran penting didalam menjaga kedaulatan nasional. Tugas Pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara,mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan.

Indonesia merupakan negara yang diperhadapkan dengan berbagai ancaman, salah satu ancaman nyata yang saat ini menganggu kedaulatan Indonesia adalah keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Kelompok ini eksis dan sering melakukan penyerangan terhadap TNI dan Polri tetapi juga kepada masyarakat sipil, serta melakukan pengerusakan terhadap fasilitas umum yang hadir untuk memudahkan aktivitas masyarakat Papua.

Pada tanggal 6 Januari 2021, dikabarkan KKB bertanggung atas pembakaran salah satu alat transportasi udara (pesawat) yang dimiliki oleh MAF. Jenis pesawat yang dibakar tersebut adalah MAF PK-MAX yang diterbangkan oleh Pilot asal Amerika Serikat yang bernama Alex Lufercheck dari Kabupaten Nabire menuju bandara Pagamba, Kabupaten Intan Jaya. MAF sendiri telah beroperasi di Papua kurang lebih 70 tahun dan telah menjadi salah satu alat transportasi yang sangat menolong dan menunjang pembangunan setiap daerah di Papua.

Setelah mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran pesawat MAF PK-MAX tersebut, tiga hari kemudian tanggal 9 Januari 2021 KKB kembali melakukan pembakaran fasilitas umum yaitu 2 tower Base Transceiver Station (BTS) milik Telkom yaitu BTS 4 yang terletak diperbukitan Pingeli di Distrik Omukia dan BTS 5 yang terletak di wilayah Muara yang terletak di Distrik Mabuggi Kabupaten Puncak. Akibat pembakaran dua BTS tersebut, jaringan 4G Telkom Ilaga terputus serta link palapa ring Sugapa – Ilaga – Mulia Terputus dan mati total.

Untuk diketahui, salah satu BTS yang dibakar baru beroperasi pada Desember 2020 lalu. Pembangunan BTS tersebut untuk mempermudah akses komunikasi masyarakat di Ilaga Puncak Papua dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh masyarakat kabupaten Puncak.

Aksi kejahatan KKB itupun berlanjut, dengan menembak 2 Prajurit TNI di Kabupaten Intan Jaya tanggal 22 Januari 2021. Kedua Prajurit tersebut adalah Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani.

Menurut Kronologis yang disampaikan Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, Pratu Roy Vebrianto yang ditembak secara membabi buta sesaat dirinya usai melaksanakan ibadah sholat Subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR sedangkan Pratu Dedi Hamdani ditembak saat melakukan pengejaran terhadap pelaku di Kampung Titigi Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya.

Steve Mara, salah seorang tokoh muda Papua yang mendengar hal tersebut langsung merespon dan menyampaikan rasa turut berduka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya kedua prajurit terbaik dari TNI.

“Saya turut berduka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Pratu Roy dan Pratu Dedi, saya percaya kedua prajurit yang ditembak ini merupakan Prajurit terbaik yang telah melaksanakan tugas pokoknya sebagai TNI yang bertugas langsung di daerah konflik, semoga keluarga yang ditingalkan diberikan penghiburan dari Allah” kata Steve.

Lanjut Steve Mara, Saya berharap pelaku penembakan dan juga pelaku pembakaran pesawat MAF segera ditangkap diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, agar Intan Jaya segera pulih dari konflik yang selama ini terjadi. Konflik Intan Jaya ini menurut catatan saya telah lama terjadi selain TNI dan Polri yang gugur ada juga masyarakat sipil yang meninggal sehingga segera tangkap dan ungkap semua kejadian dan tindakan kekerasan yang terjadi di Intan Jaya dan beberapa daerah konflik lain di Papua.

Selain menyampaikan turut berduka cita, Steve Mara Lulusan Pascasarjanan Universitas Pertahanan ini juga mengusulkan kepada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, dan Udara serta KAPOLRI untuk memperhatikan kesejahteraan Prajurit yang bertugas di Papua khususnya di daerah rawan konflik.

“Ya kalau bisa kesejahteraan Prajurit TNI dan POLRI diperhatikan lebih serius agar prajurit yang bertugas bisa lebih tenang dalam bertugas, kesejahteraan Prajurit inikan lebih ditekankan bukan untuk para prajurit tetapi untuk anak istri yang ditinggal tugas agar para prajurit tidak tertekan secara psikologis memikirkan biaya hidup anak istri. Selain itu, kalau bisa prajurit diganti per 3-6 bulan agar tidak jenuh ditempat tugas” kata steve.

Lanjutnya, Kami semua mau hidup damai, tidak ada satupun yang tidak mau hidup damai. Jadi mari kita selesaikan masalah yang ada, dan saling merangkul untuk menjaga Papua secara khusus dan Indonesia secara umum untuk tetap damai.(tim)

scroll to top