15 Rumah Warga Rusak Akibatkan Angin Puting Beliung Di Desa Rejosari

IMG-20210204-WA0081.jpg

WONOGIRI (benuanews.com) – Bencana alam kembali melanda Kabupaten Wonogiri yang diakibatkan oleh hujan deras yang disertai dengan angin kencang.

Seperti yang dialami oleh warga masyarakat yang berada di Dusun Kambu RT 05 RW 02, Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono pada Rabu(3/1) sekitar pukul 15.30 WIB.

Batuud Koramil 14/Jatisrono Pelda Suyata menyampaikan, setidaknya ada kurang lebih 15 rumah warga yang terkena bencana angina puting beliung yang mengakibatkan atap rumah warga genteng maupun asbes rusak.

Pelda Suyata menambahkan, hujan dimulai sekitar pukul 14.15 WIB, yang semula hanya rintik-rintik namun sudah disertai mendung hitam, hujan semakin lama semakin deras dan sekitar pukul 15.30 hujan deras dengan disertai angina putting beliung.

Lebih lanjut Batuud menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut namun kerusakan yang diakibatkan cukup parah yang dialami warga yang seluruhnya di Dusun Kambu RT 05 RW 02, Desa Rejosari.

Pembersihan secara gotong royong yang dilaksanakan oleh anggota Koramil 14/Jatisrono dan Polsek beserta para warga sekitar dengan membersihkan puing-puing dan hanya dilakukan sekedarnya, selanjutnya pembersihan dilakukan keesokan harinya, imbuhnya. (Arda 72).

Luapan Sungai Wiroko Kembali Genangi Rumah Warga Dan Jalan Nguntoronadi – Tirtomoyo

IMG-20210204-WA0071.jpg

WONOGIRI (benuanews.com) – Rabu(3/1), hujan deras yang turun dengan intensitas lama dari sore sampai malam sekitar pukul 15.30 – 20.30 WIB di Kecamatan Nguntoronadi mengakibatkan bencana banjir di Desa Bulurejo dan Desa Kulurejo.

Batuud Koramil 04/Nguntoronadi Peltu Lutfi menyampaikan, hujan yang turun dengan intensitas yang lama dan cukup deras mengakibatkan Sungai Wiroko meluap dan merendam beberapa rumah warga masyarakat yang ada di Desa Kulurejo Dan Desa Bulurejo.

Adapun data rumah Korban luapan sungai Wiroko menurut laporan yakni, Suratman(45) Dusun Karangturi RT 03/05 Desa Bulurejo, Kariyo(50), Suratno(46) dan Surip(55) yang beralamat di Dusun Sambeng RT 05/07 Desa Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi.

Ditambahkan oleh Batuud, rumah warga yang terendam air mencapai kurang lebih 30 Cm, selain merendam beberapa rumah warga, jalan Nguntoronadi menuju Tirtomoyo juga tergenang air setinggi 30 Cm.

Anggota Koramil 04/Nguntoronadi dan Polsek beserta warga setempat dan relawan yang berada di lokasi tergenangnya jalur Nguntoronadi-Tirtomoyo, turut mengatur kelancaran lalu lintas. (Arda 72).

Tekan Angka Covid-19 Danramil 03 Serengan Datangi Kepala Puskesmas Jayengan

IMG-20210204-WA0116.jpg

SURAKARTA (benuanews.com) — Angka orang yang terpapar Covid-19 di wilayah Kota Surakarta semakin meningkat dan bertambah walau tiap hari selalu diadakan Operasi Yustisi dan sosialilasikan Edukasi PPKM.

Komandan Koramil 03/Serengan Kodim 0735 Surakarta Kapten Inf Trisakti K adakan koordinasi tentang perkembangan Covid -19 di wilayah Kota Surakarta khususnya Kec. Serengan dengan dr. Anjang Kusuma (Kepala Puskesmas Jayengan Kec. Serengan) Jl.Wiro Tamtomo No. 22b Kelurahan Jayengan Ke.Serengan Surakarta, (04/02)

dr. Anjang kusuma selaku Kepala Puskesmas Jayengan meminta kepada masyarakat tetap waspada dan konsisten adanya peberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat PPKM yang diperpanjang sd tanggal 8 Pebuari 2021 khususnya yang ada diwilayah Kec. Serengan protokol Kesehatan tetap diy jalankan guna untuk memutus mata rantia Virus Covid -19.

Peran serta aparat Teritorial (Apter) saling bahu membahu dalam menekan angka penyebaraan Covid -19, Danramil dan para Babinsa Selalu ditengah – tengah warga masyarakat segala upaya sudah dilakukan dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai Covid 19,.

Mulai dari penyemprotan desinfektan, sosialisasi Protokol Kesehatan sudah diserukan dari tingkat Kota s.d tingkat RT serta penguatan mental dampak sosial bagi warga masyarakat yang terpapar Covid 19 “ungkap Danramil(tim)

Tim Satgas Covid-19 Sambi Manfaatkan Pasar SebagaiSarana Penyampaian Informasi

IMG-20210204-WA0088.jpg

BOYOLALI (benuanews.com) — Dalam Rangka Pemantauan Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aparat gabungan TNI-Polri, Koramil 10/Sambi bersama anggota Polsek Sambi melaksanakan himbauan pemakaian masker di central pasar Sambi dan mensosialisasikan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang pelaksanaan gerakan ” Jateng di Rumah Saja” pada 6-7 Februari 2021. Kamis (04/02).

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan aturan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan gerakan ” Jateng di Rumah Saja” pada 6-7 Februari 2021. SE Gubernur Jateng itu bernomor 443.5/0001933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol Kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II.

Edaran tersebut telah disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah di Jateng sebagai dasar membuat regulasi di kota/kabupaten masing-masing.

Seperti diketahui, Ganjar mengajak warganya untuk tidak keluar rumah selama dua hari pada Sabtu-Minggu, yakni 6-7 Februari 2021. Namun Ganjar masih memberi ruang bagi orang-orang yang berkecimpung di beberapa sektor tertentu. Sesuai SE yang beredar, tertulis sektor yang diperbolehkan beraktivitas ialah sektor esensial.

Seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industru yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Pada poin selanjutnya, SE tersebut juga memberi kelonggaran kepala daerah untuk menyesuaikan regulasi dengan kondisi dan kearifan lokal daerah masing-masing. Masih pada poin yang sama, Ganjar menyebutkan tentang penutupan beberapa tempat.
“Penutupan car free day, penutupan jalan, penutupan toko/mal, penutupan pasar, penutupan destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengundang tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti pendidikan, event, dll).

Dalam dua hari pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja, aparat TNI, Polri dan Satpol PP diminta menggelar operasi yustisi. Kemudian camat, lurah dan kepala desa juga diminta meningkatkan peran Jogo Tonggo. Keberadaan Jogo Tonggo juga berfungsi mendukung pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, Treatment). (Tim)

scroll to top