Pandemi, BPJAMSOSTEK Siap Berikan Layanan Terbaik

Polish_20210717_182140810.jpg
Bojonegoro,- BPJAMSOSTEK Bojonegoro siap memberikan pelayanan terbaik meski dalam masa pandemi. Terbukti, klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJAMSOSTEK menjadi klaim terbanyak selama tujuh bulan ini.Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro Welly Fitrama menjelaskan, ada kewajiban dan hak yang harus dipenuhi terkait Jaminan Sosial apabila ada hubungan kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja.Hal ini menjadi kewajiban bagi pemberi kerja untuk mendaftarkan penerima kerja ke BPJS. Salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan dan hal tersebut merupakan hak dari penerima pekerjaan.“Ada banyak manfaat yang diberikan di dalam BPJS ketenagakerjaan yang bisa didapatkan dengan IUR yang terjangkau,” jelasnya.Ia juga berharap pemberi pekerja atau perusahaan mendaftarkan semua karyawan-karyawatinya ke program jaminan sosial khususnya BPJS ketenagakerjaan sesuai upah yang diberikan setiap bulannya di masa pandemi. Hal ini menjadi kewajiban perusahaan.“Jangan lupa melaporkan status kepesertaan apabila ada perubahan di dalam hubungan kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Teknis Kabupaten Bojonegoro yang menangani ketenagakerjaan,” pungkasnya.Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Bojonegoro, Jawa Timur telah membayarkan klaim kepada peserta tahun ini. Klaim yang dibayarkan sejumlah Rp 57.586.303.766 milyar periode Januari 2021 hingga Juli 2021 selama pandemi.Terpisah, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Bojonegoro Dolik Yulianto mengatakan, total pembayaran klaim tersebut merupakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JPN).Total sebanyak 5.278 kasus pada periode pembayaran 1 Januari 2021 hingga 9 Juli 2021 pada masa pandemi Covid-19.“Pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan yang paling banyak dari klaim program lainnya,” ujarnya.Secara rinci, klaim JHT sebanyak 3.573 kasus. Jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 47.814.580.254 ; JKK 325 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 3.509.483.092 ; JKM 220 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 4.951.500.000 ; dan JPN 1.160 kasus jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 1.310.740.420. Ini hanya wilayah Kabupaten Bojonegoro saja.Menurut Dolik, tingginya angka klaim JHT di Kabupaten Bojonegoro tersebut karena kondisi pandemi Covid-19 yang berakibat banyak pekerja di-PHK oleh perusahaannya.“Banyaknya klaim JHT tersebut berlangsung sejak Januari 2021 sampai Juli 2021 dan dimungkinkan masih terus berlanjut hingga tahun ini. Namun BPJAMSOSTEK Bojonegoro menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini”, (Jion/red).

Ratusan Lansia Antusias Sukseskan Serbuan Vaksinasi Kodim 0728/Wonogiri

IMG-20210717-WA0030.jpg

Wonogiri – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam Percepatan penanganan covid 19, kodim 0728 Wonogiri menggandeng Puskesmas satu kecamatan wonogiri menggelar serbuan vaksinasi tahap pertama bagi lansia bertempat dibalai kelurahan wonoboyo kecamatan wonogiri,Sabtu (17/7).

Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi melalui Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kpt Inf Much Sambudi megatakan, serbuan vaksinasi covid 19 ini Merupakan petunjuk langsung dari komando atas Dengan tujuan agar para lansia di wilayah Kodim 0728/Wonogiri memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap Penyebaran Covidi 19.

Sebelum melaksanakan vaksin, para peserta vaksin wajib menjalani screening kesehatan untuk mengetahui informasi riwayat kesehatan. Hal ini penting untuk menentukan apakah seseorang boleh divaksin atau tidak.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud perhatian penerintah melalui TNI AD terhadap kesehatan para warga masyarakat di tengah masa pandemi covid-19.

Diharapkan setelah menerima vaksin, para warga maayarakat mempunyai daya tahan tubuh yang prima ditengah masa pendemi Covid-19. Tandas Pasiter. (Arda 72)

Gakplin Protkes Terus Digalakan Personil Koramil Dan Polsek Karangtengah

IMG-20210717-WA0029.jpg

Wonogiri – Untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Personil dari Koramil 23/Karangtengah Kodim 0728/Wonogiri melaksanakan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kecamatan Karangtengah, Sabtu (17/7).

Peltu Khomaedi mengatakan, masih dalam masa pandemi Covid-19 pencegahan penyebaran virus corona terus dilakukan dengan melakukan penegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes), seperti pengecekan penggunaan masker. Pengecekan ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya virus tersebut di Wilayah Kecamatan Karangtengah.

“Masyarakat bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. Namun wajib mematuhi protokol kesehatan. Misalnya, lebih disiplin memakai masker, menjaga jarak aman, serta Berprilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi kasus Covid-19 yang baru,” ujarnya.

Dia meminta agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menaati protokol kesehatan, terutama di pasar-pasar serta tempat-tempat kerumunan massa. Hal ini agar menghindari adanya klaster baru di wilayah binaan.

“Kami lebih giat dan masif dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona dan berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah Koramil 23/Karangtengah, serta melaksanakan sosialisasi tentang Covid-19 secara terus menerus kepada masyarakat,” terangnya. (Arda 72).

Petani Cabai Merah Besar Mengeluhkan Harga

Polish_20210717_173621020.jpg
Bojonegoro,- Saat panen cabai merah di Bulan Juni dan awal bulan Juli 2021 ini harga Cabai Merah Besar di Kabupaten Bojonegoro menyentuh kisaran harga Rp.18.000/Kg, akan tetapi dipertengahan bulan saat ini harganya terus turun bahkan terkesan merosot drastis.Dipasar tradisional Bojonegoro sendiri harganya hanya berada pada kisaran harga Rp.15.000/Kg. Sementara ditingkat petani cabai merah jauh lebih rendah yakni diharga Rp.7000/Kg.Para petani Cabai Merah Besar di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro,Jawa timur. Sangat menyayangkan karena di saat mulai panen harga cabai merah besar semakin bertambah merosot.Saat di temui awak media, Karmu (42 tahun) mengutarakan kalau Cabai Merah Besar yang ditanamnya langsung dibeli oleh pedagang yang mensuplai bibit waktu akan tanam (Mitra Petani) namun harganya anjlok.“Harganya tinggal 7000/kg Mas, langsung diambil oleh mitra yang mensuplai bibit dan dikirimkan keJakarta,” kata pria ini, Sabtu (17/7/2021).Di tempat lain, Saji (38 Tahun) petani lombok yang sama juga menyampaikan hal yang senada.“Petani lombok kurang beruntung pada musim panen saat ini, karena biaya untuk perbatang lombok mencapai 5000 Rupiah, sementara panen harganya Rp.7000/kg, tuturnya.Menurutnya, saat ini 30000 batang yang ditanam, ini bisa panen sekitar 7 kali dalam satu kali musim tanam. Dia menyebut biaya produksi sekitarRp.150 juta an. Jika harga jual petani Rp 7.000 per kilogram, keuntungan pemilik lahan cabai sangat berkurang.“Ya tetep ada keuntungan, cuma gak sebesar saat harganya tinggi,” ungkap petani cabai ini.Harapan nya pada bulan depan setelah PPKM harga cabai merah besar bisa menembus harga di atas Sepulu ribu Rupiah, pungkasnya, (Jion/red).
scroll to top