Full Post Style
Persiapan kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional 2021 Provinsi Sumatera Barat sudah mencapai 90 Persen
Padang – Persiapan kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 Provinsi Sumatera Barat sudah mencapai final, kegiatan yang akan dilaksanakan digedung Convention Center Kampus Universitas Putra Indonesia Lubuk Begalung Padang.
Hal tersebut disampaikan Ketua panitia Fortuna Maisari, kegiatan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 yang dilaksanakan di gedung universitas Putra Indonesia, dengan cara memperhatikan protokol kesehatan.
Kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 beda dari tahun-tahun sebelumnya, sebelumnya kegiatan dilaksanakan secara normal tetapi sekarang dilaksanakan secara protokol kesehatan Covid 19.
“Kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 sekarang kita laksanakan di gedung dan secara virtual, untuk acara puncak dilaksanakan menyaksikan pidato presiden dilayar (virtual).” Ujarnya.
Dia menambahkan kegiatan puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 sendiri dilaksanakan virtual menyaksikan pidato presiden yang dilaksanakan oleh BNN RI.
“Kita berharap kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses, karena pelaksanaan dalam kondisi Covid 19, dilaksanakan di gedung” katanya.
Selanjutnya pada pelaksanaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021, BNNP Sumatera Barat juga akan memberikan piagam penghargaan kepada penggiat penyalahgunaan Narkoba. Fauzan
Sadis, Kelompok Teroris OPM Bunuh 5 Warga Sipil Di Kampung Bingki
Papua – Lima warga sipil kembali menjadi korban kesadisan Kelompok Teroris OPM saat melakukan penembakan dan penganiayaan di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua pada Kamis (24/6/2021).
Dari informasi yang diterima, penembakan tersebut berawal dari penghadangan terhadap truk milik PT Papua Crenoma yang dikemudikan oleh Pentol (nama panggilan) dijembatan Kali I saat akan mengambil material pembuatan jembatan. Karena ketakutan, pentol memutar balik arah ke Kampung Bingki dan truk sempat ditembak yang mengenai kaca spion bagian kanan.
Tidak berapa lama, kelompok teroris OPM dengan membawa senjata mendatangi Kampung Bingki dan melepaskan tembakan sehingga menewaskan lima warga sipil yang satu diantaranya bernama Obaja warga Kampung Bingki saat mencoba menghadang kelompok teroris tersebut.
“Benar telah terjadi penembakan tersebut, dari informasi yang kami terima lima warga tewas, empat orang merupakan tukang yang sedang membangun rumah warga dan satu orang merupakan warga di kampung tersebut,” jelas Kapen Kogabwilhan III Kolonel CZI IGN Suriastawa, saat dikonfirmasi pada Kamis (24/6) malam melalui sambungan telepon.
Suriastawa menilai penghadangan truk PT Papua Crenoma yang dilakukan kelompok teroris OPM (diduga kelompok teroris Tandius Gwijangge) sebelum terjadinya penembakan di Kampung Bingki itu, sebagai aksi teror untuk menghambat jalannya pembangunan jembatan yang sedang dilaksanakan PT Papua Crenoma.
“Mereka ini kan teroris, yang tidak ingin Papua dibangun menjadi maju dan sejahtera serta menjadikan masyarakat sipil sebagai korban aksi-aksi terornya,” ujarnya.
Ia pun mengatakan tindakan tegas dan terukur pemerintah melalui aparat TNI-Polri terhadap kelompok teroris sudah sangat tepat. Dan dengan kembali terjadinya teror sadis ini dapat membuka mata semua pihak, bahwa kelompok teroris OPM musuh bersama yang harus dilawan bersama agar tidak ada lagi korban dikemudian hari.
KODIM JAYAWIJAYA TERIMA DUA SENJATA HASIL PENGGALANGAN SATGAS DAN BABINSA
Wamena – Kodim 1702/Jayawijaya menerima dua pucuk senjata api dan lima butir munisi aktif bertempat di Makodim 1702/Jayawijaya, Kab. Jayawijaya, Rabu (23/6), yang merupakan hasil penggalangan di dua tempat berbeda.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang mengatakan bahwa kedua senjata api dan munisi tersebut merupakan hasil penggalangan Satgas Mandala 1 yang bertugas di Kabupaten Tolikara dan Jayawijaya bersama Babinsa setempat.
“Dua senjata ini merupakan hasil penggalangan Satgas Mandala 1 bersama babinsa selama setahun. Yang pertama Makarov kaliber 9 mm dan kedua jeni revolver yang merupakan inventaris dari Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya yang pada tahun 2012 lalu diserang oleh KKB,” ungkapnya.
Menurutnya, senjata tersebut diserahkan sebab yang memegang senjata ini merasa terancam dan tidak nyaman sehingga menyerahkan kepada TNI.
“Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat atas informasi, kerja sama dan juga atas keterbukaan hati mereka untuk mengembalikan kepada negara barang yang bukan miliknya. Ini akan sangat berbahaya apabila berada ditangan yang tidak tepat,” katanya.
Dandim menghimbau masyarakat apabila ada yang masih memegang senjata api baik dari hasil penyerangan Polsek di Pirime atau di tempat lain agar dikembalikan kepada negara.
Rencananya, dua pistol tersebut akan diserahkan kepada Kolakops Korem 172/PWY di Jayapura, yang akan diteruskan ke Pangdam XVII /Cenderawasih.