Gubernur Sumbar Resmikan Lahan Bekas Tambang Menjadi Taman Ekowisata Berbasis Air

IMG-20210617-WA0032.jpg

LB. ALUNG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meresmikan lahan bekas pertambangan pasir menjadi taman ekowisata berbasis air terbaru di Sumbar. Bertempat di Nagari Balah Hilir, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (17/6/2021).

Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman, Plt Dirjen PPKL (Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc. dan beberapa kepala OPD Sumbar.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia yang telah memberi bantuan dan bimbingan, sehingga berhasil merubah lingkungan bekas tambang menjadi suatu kawasan yang produktif dan sehat kembali.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terutama kepada Bupati Padang Pariaman, segala upayanya telah berhasil merubah bekas tambang menjadi objek ekowisata,” kata Mahyeldi.

Gubernur Sumbar menjelaskan, bahwa salah satu permasalahan lingkungan hidup yang hadapi bagi pemerintah adalah penambangan tanpa izin (ilegal) yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat.

Pada satu sisi, aktivitas tambang ini dapat menunjang kebutuhan ekonomi untuk kehidupan dan penghidupan masyarakat.

“Namun pada sisi lain, kita juga melihat bahwa peristiwa penambangan tanpa izin ini, pada akhirnya justru menyebabkan tidak hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Masalah lingkungan yang timbul akibat aktivitas penambangan tanpa izin (ilegal) adalah berupa kerusakan lahan. Lahan yang pada awalnya merupakan lahan produktif, seperti ladang, kebun dan sawah. Namun setelah aktivitas penambangan berakhir, lahan-lahan tersebut menjadi tidak produktif lagi, tidak bisa digarap dan diolah yang pada akhirnya membuat masyarakat tidak lagi bisa mengandalkannya sebagai sumber ekonomi untuk kehidupan dan penghidupannya.

“Kerusakan lahan akibat aktivitas penambangan, juga dapat mengakibatkan tanah longsor seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Solok Selatan, bahkan dalam beberapa kejadian yang diikuti dengan korban jiwa,” ungkapnya.

Salah satu lahan bekas aktivitas penambangan adalah yang berada di Kecamatan Lubuk Alung. Hamparan kerusakan lahan bekas penambangan tanpa izin di tempat kita berkumpul saat ini diperkirakan seluas kurang lebih 16 hektar.

Sebahagian berada di Nagari Balah Hilia, sementara sebahagian lagi berada di Nagari Lubuk Alung. Sebelum adanya aktivitas penambangan, lahan ini terlebih dahulu merupakan kebun-kebun dan kolam-kolam ikan budidaya masyarakat yang merupakan tonggan penopang ekonomi.

“Kita patur bersyukur, hari ini kita bisa melihat Direktorat Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka (PKLAT) telah melakukan pemulihan kerusakan lahan tambang seluas 3,2 hektar di Nagari Balah Hilia ini,” ujarnya.

Saat ini masyarakat bisa menikmati hasil dari upaya pemulihan tersebut. Pada tahun anggaran 2021, upaya pemulihan ini rencananya akan dilanjutkan untuk lahan krang lebih dari 2,9 hektar yang lokasinya terletak di Nagari Lubuk Alung, yang juga merupakan satu kesatuan kesatuan dengan lokasi yang terletak di Nagari Balah Hilia.

“Besar harapan saya, sinergi kita bersama dapat memberikan dukungan bagi pengembangan dan kemajuan masyarakat Lubuk Alung secara umum dan bagi Taman Ekowisata Nagari Balah Hilia secara khusus. Ke depannya, objek ekowisata bisa menggerakan kawasan ini dengan berbagai even wisata dan olahraga,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Dirjen PPKL Sigit Reliantoro menjelaskan kegiatan pemulihan lahan bekas tambang rakyat ini, bermula lihat permukaan lahan yang tidak beraturan dan meninggalkan lubang-lubang bekas tambang. Apabila dilihat dari kondisi lahan yang ditumbuhi rumput dan belukar, dengan lubang berair yang ditumbuhi enceng gondok, mengindikasikan lahan ini tidak produktif.

“Padahal sebelum tahun 2005, lahan ini berupa hamparan sawah yang sangat subur dengan saluran air yang tertata. Setelah tahun 2014, tinggal lubang-lubang yang berisi air berwarna coklat, tanah suburnya hilang dan tinggal berpasir. Yang pada akhirnya merusak sempadan sungai dan menurunkan kualitas air sungai,” terangnya.

Dari kondisi kerusakan lahan yang demikian tersebut, pada tahun 2018 bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung menyusun Studi Kelayakan (FS) dan Rancangan Teknik Terinci (DED) melalui proses membangun komunikasi dengan Nagari dan masyarakat. Hasil perancangan tersebut mengarah pemulihan lahan dengan konsep “ecoeduwisata”. Selanjutnya pada tahun 2020, dilaksanakan pemulihan lahan dan menjadi Taman.

“Untuk itulah kami hadir untuk pemulihan lahan ini dilaksanakan dengan tujuan memperbaiki kualitas lingkungan hidup agar fungsinya dalam mendukung tata air menjadi lebih baik,” ujarnya.

Secara ekonomi memberikan alternatif penghasilan bagi masyarakat dan secara sosial budaya menjadi sarana untuk berbagai kegiatan kenagarian dan masyarakat. Konsep “Ekowisata Berbasis Air” ini diterapkan dengan menata lubang tambang agar berfungsi sebagai sarana meningkatkan kualitas air sebelum masuk ke sungai.

Selain sebagai wahana bermain, Sumatera Barat yang dikenal dengan berbagai “lubuk larangan”, maka salah satu lubang dapat ditebar ikan dan dijadikan sebagai lubuk larangan atau atraksi bermain dengan ikan yang berwarna-warni.

Selain itu, Sigit juga menjelaskan, bahwa tempat wisata ini juga sebagai tempat edukasi, wisata ini juga didukung dengan sarana “listrik tenaga surya”. Dengan sarana listrik ini, kegiatan penyiraman dan kebutuhan akan air dapat terpenuhi, sehingga tempat ini nantinya bisa hijau dan mendukung upaya peningkatan kualitas tutupan lahan yang menjadi target Gubernur maupun Bupati sebagaimana dimuat dalam RPJMD.

Lebih lanjut disampaikan oleh Sigit bahwa ke depannya objek ekowisata ini ditargetkan tidak hanya sekedar mendatangkan pengunjung penikmat wisata, namun juga bisa memancing beragam satwa yang berguna bagi keseimbangan dan restorasi lingkungan.

“Ke depannya objek ekowisata ini tidak hanya akan mendatangkan pengunjung, namun juga akan mendatangkan satwa-satwa yang melahirkan habitat baru yang lebih baik. Dengan begitu maka restorasi lingkungan kita akan tetap terjaga,” harapnya. Fauzan

Putus Penyebaran Covid-19, Babinsa Koramil 03/Ngadirojo Aktif Dampingi Petugas Kesehatan Laksanakan Tracing

IMG-20210617-WA0031.jpg

Wonogiri – Anggota Babinsa Koramil 03/Ngadirojo beserta Bhabinkamtibmas Polsek Ngadirojo damping petugas kesehatan dari pusekesmas dan Bidan Desa setempat dalam melaksanakan tracing contack kepada warga di Desa Mlokomanis Wetan dan Jatimarto, Kamis(17/6).

Babinsa Mlokomanis Wetan Sertu Maryadi dan Babinsa Jatimarto Serda Sidiq, bersama anggota Polsek yang dipimpin Iptu Sri Agung mendampingi Puskesmas Ngadirojo dan Bidan Desa melaksanakan tracing yang diikuti juga oleh Perangkat masing-masing desa.

Tracing contak harus dilakukan guna mencari, menelusuri dan melacak, serta mengidentifikasi siapa-siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 untuk memutus rantai penyebarannya.

Dalam pelaksanaan tracing, didahului dengan menjelaskan tujuan dari kedatangan seluruh petugas, selanjutnya petugas melaksanakan pendataan dan tanya jawab.

Dalam kesempatan tersebut petugas meminta kepada warga, agar melaksanakan isolasi mandiri sambil menunggu tes swab yang akan dilaksanakan guna mengetahui lebih lanjut kesehatan dari warga tersebut,(Arda 72).

Sinergi Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Serta Bidan Desa Putus Penyebaran Covid-19 Di Wilayahnya

IMG-20210617-WA0030.jpg

Wonogiri – Berbagai upaya guna penanganan dan memutus penyebaran Covid-19, terus dilakukan secara bersinergi antara anggota TNI-Polri bersama-sama dengan tenaga kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Seperti yang dilaksanakan saat melaksanakan pelacakan/tracing kepada warga, anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas selalu setia mendampingi Bidan Desa diwilayah masing-masing.

Kali ini Babinsa Koramil 22/Slogohimo beserta Bhabinkamtibmas Polsek Slogohimo mendampingi Bidan Desa melaksanakan melakukan tracing contact Covid-19 ke rumah-rumah warga yang berada di Dusun Gemawang RT 01/05 dan RT 01/06, Kelurahan Bulusari, Kecamatan Slogohimo.

Mereka melacak kontak erat atau tracing contact dari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tracing contact menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona.

Kegiatan tracking dan edukasi oleh Pukesmas Ketanggungan bersama TNI dn Polri terhadap orang-orang yang terkonfirmasi/kontak erat dengan warga yang Positif Covid-19 terus berjalan guna memutus mata rantai virus Covid-19, (Arda 72).

Babinsa Tasikhargo Dampingi Puskesmas Jatisrono I Laksanakan Sosialisasi Kepada Lansia Pentingnya Vaksinasi Covid-19

IMG-20210617-WA0029.jpg

Wonogiri – Guna memberikan pemahaman kepada warga dan dalam rangka mensukseskan program pemerintah, Babinsa Koramil 14/Jatisrono turut dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19 kepada lansia yang diselenggarakan oleh Tim Kesehatan Puskesmas Jatisrono I, Kamis(17/6).

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Tasikhargo bagi para calon penerima vaksin yakni, Lansia tepatnya warga Lansia Dusun Pojok dan Dusun Kutolawas.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua tim sosialisasi Puskesmas Jatisrono I dr. Indra Aristanto, Penanggung jawab vaksin Covid-19 Puskemas Jatisrono I Ari Haryani, Kepala Desa Tasikhargo Suyoto beserta perangkat, Babinsa Tasikhargo Serma Sukri, Bidan Desa Tasikhargo Reni, Ketua RT/RW Desa Tasikhargo, Perwakilan lansia dari Dusun Pojok dan Dusun Kutolawas.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang rencana serbuan Vaksin yang akan dilaksanakan yang di sampaikan oleh Tim Kesehatan Puskesmas. Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan pentingnya vaksin agar memperkuat imun tubuh, sehingga tidak mudah terserang virus termasuk COVID-19. Selanjutnya penyampaian himbauan dari Kades dan Babinsa tentang serbuan vaksin Covid-19.

Warga dihimbau saat kegiatan serbuan vaksinasi khusus bagi para lansia untuk bersedia hadir dan sekaligus bersedia di vaksin, para lansia diberikan pengertian agar tidak takut dan ragu menerima vaksin dan jangan diminta tidak terpengaruh dengan informasi/berita yang elum tentu kebenarannya perihal vaksin tersebut.

Babinsa menekankan agar para lansia yakin dan percaya kepada pemerintah, dan berharap para warga sekalian mendukung program pemerintah demi meningkatkan imunitas warga khususnya lansia, dengan tujuan mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 melalui program vaksinasi, (Arda 72).

scroll to top