Lumajang, Benua News.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan kinerja positif sejak mulai beroperasi sekitar empat bulan terakhir. Di bawah naungan Yayasan Berlian Berkah Jaya, SPPG ini berjalan lancar dan dinilai mampu melayani kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara konsisten dan tertib.
SPPG Sukorejo dikomandani oleh Vika Anjana Alvaro selaku Kepala SPPG, didukung Annisa Maisaroh sebagai ahli gizi, Tantri Vindriani di bidang akuntansi, serta Aris Sulistyo sebagai asisten lapangan. Tim ini menjadi tulang punggung operasional dapur gizi yang setiap hari melayani ribuan anak didik lintas jenjang pendidikan.
Hingga kini, SPPG Sukorejo telah mengantongi persyaratan mutlak pendirian SPPG, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan, yang diterbitkan sejak 15 Desember 2025. Legalitas tersebut menjadi jaminan bahwa proses pengolahan makanan telah memenuhi standar kesehatan.
SPPG Sukorejo melayani 3.187 penerima manfaat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga MA, yang tersebar di sekitar 33 satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Kunir.
Kepala SPPG Sukorejo, Vika Anjana Alvaro, saat ditemui awak media pada Rabu (28/1/2026) menjelaskan bahwa perencanaan menu dilakukan secara matang dan berkelanjutan.
> “Menu makanan sudah kami rancang untuk satu minggu ke depan bersama ahli gizi dan tim juru masak. Jadi setiap hari sudah terencana, baik dari sisi gizi, variasi, maupun kesiapan bahan,” ujar Vika.
Sementara itu, Aris Sulistyo, selaku asisten lapangan, memaparkan mekanisme distribusi makanan yang disesuaikan dengan jam belajar siswa.
> “Distribusi kami mulai dari PAUD, TK, dan SD karena mereka pulangnya lebih awal. Untuk SMP dan SMA pengantarannya agak siang. Selama ini alhamdulillah tidak ada masalah,” jelasnya.
Namun, menurut Aris, ada tantangan tersendiri khusus di hari Jumat.
> “Kalau hari Jumat memang agak ribet, karena anak-anak pulang lebih awal untuk salat Jumat. Jadi kami harus ekstra cek dan atur ulang jadwal distribusi,” tambahnya.
Saat ditanya terkait implementasi Peraturan Presiden Nomor 115, khususnya mengenai perluasan penerima manfaat MBG bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui (B3), serta guru dan karyawan, pihak SPPG Sukorejo mengaku hal tersebut belum berjalan.
> “Untuk itu belum, masih dalam proses,” kata Vika singkat.
Terkait sumber pasokan bahan makanan, Vika menyebut sebagian berasal dari wilayah Kecamatan Kunir. Namun ia menegaskan bahwa urusan tersebut berada di bawah kewenangan yayasan.
> “Sebagian dari wilayah Kunir, tapi itu ranahnya pemilik dapur, yakni yayasan. Silakan konfirmasi langsung ke pihak yayasan,” tegasnya.
Secara umum, selama empat bulan beroperasi, SPPG Sukorejo Kunir tidak menerima komplain dari para penerima manfaat terkait menu maupun kualitas makanan.
Meski demikian, awak media mencatat satu hal yang perlu perhatian, yakni halaman SPPG yang tergenang air saat musim hujan, sehingga menimbulkan kondisi becek. Pihak SPPG mengaku telah mengusulkan perbaikan kepada yayasan.
> “Kami sudah sampaikan agar halaman bisa diurug supaya tidak tergenang, tapi memang belum direspons karena ini musim hujan,” ungkap Vika.
Ke depan, SPPG Sukorejo berharap dukungan semua pihak agar operasional dapur gizi ini semakin optimal, terutama dalam rangka mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis demi peningkatan kualitas generasi muda.