BATANG HARI.(Benuanews.com)- Pembangunan drainase di ruas jalan lintas Bungo, tepatnya di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, menuai sorotan. Proyek tersebut diduga sebagai proyek siluman karena minimnya informasi publik serta tidak terlihat papan proyek di lokasi kegiatan, Kamis (30/04/2026).
Tak hanya itu, pelaksanaan pekerjaan juga diduga merusak fasilitas umum yang sebelumnya telah dibangun menggunakan anggaran negara. Pantauan di lapangan menunjukkan pembatas jalan yang berada di lokasi proyek mengalami kerusakan akibat aktivitas pengerjaan drainase tersebut.
Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan dan perencanaan proyek, mengingat fasilitas yang dirusak merupakan bagian dari infrastruktur jalan nasional yang seharusnya dijaga, bukan justru dirusak dalam proses pembangunan.
Saat dikonfirmasi di lapangan, seorang pria bernama Budi yang mengaku sebagai konsultan lapangan menyebutkan dirinya tidak mengetahui terkait kerusakan pembatas jalan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya bertugas sebagai HSE (Health, Safety, and Environment).
“Saya tidak tahu soal rusaknya pembatas jalan itu. Saya di sini hanya sebagai HSE, dan baru tiga hari berada di lokasi ini,” ujarnya.
Budi juga menyebutkan bahwa proyek drainase tersebut dikerjakan oleh CV. Yuda Karya. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci terkait teknis pekerjaan maupun pihak yang bertanggung jawab penuh atas proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai legalitas kegiatan tersebut serta kerusakan fasilitas umum yang terjadi.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan memastikan proyek berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan negara.
(Zami)