Dindikbud Lumajang Baru Tahu Kasus Bullying SMP PGRI Sukodono dari Media Sosial, Sesalkan Tak Ada Laporan Sekolah

IMG-20260703-WA0013.jpg

LUMAJANG,Benua News.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang mengaku baru mengetahui adanya peristiwa bullying yang berujung maut terhadap siswa SMP PGRI Sukodono. Informasi itu diterima pihaknya dari unggahan di media sosial Facebook.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang, Agik Dharma Wijaya, menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (1/7/2026).

“Mohon waktu nggih, maaf saya baru tahu tadi pagi itu pun dari FB,” ujar Agik.

Agik menyayangkan tidak adanya laporan resmi dari jajaran pendidikan di tingkat kecamatan maupun sekolah. Padahal, peristiwa perundungan itu terjadi cukup lama, yakni pada 18 Mei 2026. Korban, siswa berinisial MI (16), meninggal dunia pada 24 Juni 2026.

“Itu yang kami sesalkan kami baru tahu dari media, dari korwil atau sekolah tidak ada penyampaian ke kami,” katanya.

Dindikbud Lumajang, kata Agik, akan segera memanggil pihak terkait. Ia menyebut tahap awal adalah memanggil pihak SMP PGRI Sukodono bersama Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sukodono.

“Tahap awal kita panggil pihak sekolah dengan korwil, kemudian berkembangnya nanti disesuaikan dengan keterangannya,” jelasnya. Hasil pertemuan itu, ia berjanji akan disampaikan ke publik.

Terpisah, Kepala SMP PGRI Sukodono, Yunita Wahyuningsih, buka suara terkait tidak adanya pelaporan. Ia menyebut sekolah telah melakukan mediasi antara keluarga korban dan terduga pelaku.

“Kami menganggap sudah selesai mediasi dan sudah ada kesepakatan damai, tidak menyangka bahwa akan jadi seperti ini,” pungkas Yunita.

Menurut Yunita, pihak sekolah tidak menduga aksi bullying yang terjadi satu bulan lalu akan berdampak panjang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, MI (16), siswa SMP PGRI Sukodono, menjadi korban bullying teman sekelasnya hingga tewas di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Redaksi

Redaksi

Satu Pelurumu Hanya Tembus Satu Kepala Manusia...Tetapi Satu Tulisan Seorang Jurnalis Bisa Tembus Jutaan Manusia (082331149898)

scroll to top