Derita Seorang Janda Lansia di Palembang, Bergantung pada Anak Tunggal Buruh Daun Nipah

IMG-20260415-WA0036.jpg

Palembang.(Benuanews.com)-Kondisi memprihatinkan dialami oleh Cekna, seorang janda lansia yang tinggal di Jalan Faqih Usman, Kelurahan Suka Menanti, Kota Palembang. Sudah kurang lebih 45 tahun lamanya ia menempati rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni, namun hingga saat ini nasibnya belum tersentuh oleh pemerintah, baik tingkat kota maupun provinsi.

Cekna diketahui memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas akibat penyakit katarak yang mengganggu penglihatannya. Selain kondisi kesehatan yang memburuk, kondisi ekonominya pun sangat memprihatinkan. Sangat disayangkan, meski sudah bertahun-tahun tinggal di lokasi tersebut, Cekna seolah tak terlihat oleh pihak berwenang.

“Kami merasa pemerintah terkesan mengabaikan dan menganggap hal ini remeh. Sudah 45 tahun lebih kami menempati gubuk ini, tapi sampai saat ini belum pernah menerima simpati atau bantuan apapun. Bahkan setiap ada program sosial, Ibu tidak pernah merasakan sedikitpun manfaatnya,” ujar Cekna saat ditemui awak media, Rabu (15/4/26).

Lebih jauh ia menjelaskan, di usianya yang sudah senja, ia sudah tidak memiliki tenaga untuk bekerja mencari nafkah. Selama ini, satu-satunya tumpuan hidupnya hanyalah anak tunggalnya bernama Eni Anggrani.

“Saya sudah tua dan tidak bisa lagi bekerja. Selama ini yang membantu ekonomi keluarga hanyalah anak saya satu-satunya. Dia bekerja mengambil upah ‘ngocek’ atau memproses daun nipah,” paparnya dengan nada pilu.

Cekna dan keluarganya pun akhirnya mengiba dan berharap ada kepedulian dari pemerintah setempat maupun pihak terkait. Mereka berharap ada tangan yang terulur untuk membantu meringankan beban hidup mereka yang serba kekurangan, mulai dari perbaikan tempat tinggal hingga perhatian terhadap kesehatan Cekna.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa perduli. Saya ini sudah tidak mampu, tolong bantu kami,” pungkasnya.

 

Editor: Wahyudi
Sumber: Andi CN

scroll to top