MUARA ENIM.(Benuanews.com)— Polda Sumatera Selatan melalui Polres Muara Enim memperkuat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui program SULING (Subuh Keliling) Polsek Lawang Kidul. Personel menyampaikan pesan pencegahan Karhutla secara langsung kepada jemaah usai Salat Subuh di Masjid At-Taqwa BTN Keban Agung, Dusun IV, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 04.30 WIB itu sekaligus menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat. Personel mengajak warga tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran dan berdampak luas terhadap lingkungan.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H. mengatakan, pendekatan melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla. Data pejabat jajaran Polda Sumsel mencantumkan Hendri Syaputra sebagai Kapolres Muara Enim.
“Pencegahan Karhutla harus dilakukan bersama-sama. Melalui Subuh Keliling, personel tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menyampaikan secara langsung pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujar Hendri.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena warga berada paling dekat dengan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ia mengajak warga segera menyampaikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui aktivitas pembakaran lahan atau menemukan potensi Karhutla.
“Kami mengharapkan masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila melihat adanya pembakaran lahan atau potensi Karhutla, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat atau melalui Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Selain edukasi Karhutla, personel menyampaikan pesan kamtibmas kepada jemaah. Pesan tersebut meliputi penguatan semangat warga jaga warga, peningkatan kegiatan siskamling, serta kewaspadaan terhadap tindak pidana 3C, khususnya pencurian kendaraan bermotor.
Warga juga diimbau menggunakan kunci tambahan dan menempatkan kendaraan di lokasi yang aman. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, edukasi pencegahan Karhutla akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Upaya pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, tetapi juga melalui edukasi yang terus diperkuat. Subuh Keliling menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut sekaligus mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Melalui Subuh Keliling, Polda Sumsel mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla sekaligus memperkuat kemitraan Polri dan warga dalam menjaga lingkungan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(Wahyudi)