NGADA.(Benuanews.com)-Kepolisian Resor Ngada terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat terdampak gempa bumi dengan memberikan pelayanan kesehatan dan trauma healing secara langsung kepada warga yang tinggal di tenda-tenda darurat di Desa Naru, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres Ngada Iptu Thomas Aquino, S.A.P., bersama PS. Kasidokkes Polres Ngada Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., serta Kaurmintu Satuan Binmas Polres Ngada Aipda Rosadalima Ngula.
Pelayanan diberikan sebagai bentuk respons kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda darurat setelah gempa bumi. Personel Sie Dokkes Polres Ngada melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah serta pemberian obat-obatan kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, personel Satuan Binmas memberikan trauma healing melalui pendekatan humanis untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan dan rasa cemas pascabencana.
Pelayanan tersebut menyasar sejumlah tenda darurat warga di Desa Naru. Di antaranya tenda milik Ibu Ermelinda Uma di Watulewa yang ditempati lima warga, tenda milik Ibu Maria Kristiani Fengi di Kampung Tana Wau RT 015 yang ditempati 10 warga, serta tenda milik Bapak Remigius Jawa di Kampung Tana Wau RT 015 yang juga ditempati 10 warga.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan pelayanan kesehatan dan trauma healing tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendampingi masyarakat yang masih berada dalam situasi pascabencana.
“Polri tidak hanya hadir dalam aspek pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan dan trauma healing merupakan bagian dari kepedulian Polri agar warga terdampak dapat merasa lebih aman, tenang dan mendapatkan perhatian,” ujar Kombes Pol Sajimin.
Menurutnya, pelayanan langsung ke tenda-tenda darurat juga menjadi langkah penting untuk menjangkau warga yang mungkin kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan setelah bencana.
“Kehadiran personel di tengah masyarakat adalah bagian dari semangat Polri untuk terus membantu dan meringankan beban warga terdampak. Kelompok masyarakat yang berada di tenda darurat harus terus dipantau, baik kondisi kesehatan maupun kondisi psikologisnya,” katanya.
Warga Desa Naru pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Ngada yang telah turun langsung memberikan pelayanan kesehatan serta pendampingan.
Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 11.10 WITA dan berjalan lancar dalam situasi aman serta kondusif.
Kehadiran personel Polres Ngada di tenda-tenda darurat menjadi gambaran nyata bahwa dalam situasi bencana, Polri terus berupaya berada sedekat mungkin dengan masyarakat memberikan pelayanan, menghadirkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit.