JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., menghadiri peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, Desa Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (31/7/2026). Kehadiran Kapolda menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus penguatan pengelolaan kawasan bersejarah tersebut.
Peresmian museum dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Turut hadir Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum., Anggota DPR RI Dr. H. Syarif Fasha, M.E., Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., jajaran Forkopimda, serta para pejabat pemerintah dan Pejabat Utama Polda Jambi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tamu menggunakan tarian adat Jambi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan Tari Klik Lang, doa bersama, serta sambutan dari Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI dan Gubernur Jambi.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi merupakan salah satu bukti penting perjalanan panjang peradaban Nusantara. Menurutnya, keberadaan Museum Sriwijaya Dharmakirti menjadi etalase sejarah sekaligus pusat edukasi yang memperkenalkan kekayaan budaya dan peradaban bangsa kepada masyarakat.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya pengelolaan museum secara profesional, mulai dari penataan koleksi, penguatan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyediaan edukator dan pemandu wisata yang kompeten serta tersertifikasi.
Ia berharap Museum Sriwijaya Dharmakirti bersama Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi dapat berkembang menjadi pusat edukasi dan penelitian bertaraf internasional, khususnya dalam kajian sejarah maritim, tata kelola berbasis air, serta perkembangan peradaban ilmu pengetahuan di Nusantara.
Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan prasasti peresmian museum dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI dengan Polda Jambi. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI sebagai bentuk sinergi dalam upaya pelestarian kawasan cagar budaya.
Usai peresmian, Menteri Kebudayaan bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas museum, di antaranya ruang imersif, gedung tata pamer utama, mini theater, perpustakaan, hingga area UMKM suvenir.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, kehadiran Kapolda dalam peresmian tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi.
“Kapolda Jambi menyambut baik hadirnya Museum Sriwijaya Dharmakirti. Museum ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang memiliki nilai sejarah tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya bertaraf nasional maupun internasional,” ujar Erlan.
Menurutnya, kerja sama antara Polda Jambi dan Kementerian Kebudayaan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga keberlangsungan kawasan cagar budaya.
“Kapolda menegaskan Polda Jambi siap mendukung upaya pelestarian, pengamanan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya secara bertanggung jawab. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar warisan sejarah ini tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Erlan menambahkan, keberadaan Museum Sriwijaya Dharmakirti diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan budaya daerah.
“Dengan hadirnya museum ini, kami berharap generasi muda semakin memahami, mencintai, dan menghargai warisan budaya Jambi. Sejarah adalah bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.