Di bawah Komando AKP Hardiyanto, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Gulung 91 Tersangka dan Sita Kilogram Narkotika

IMG_20260603_141236-scaled.jpg

Labuhanbatu | Benuanews.com – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu menunjukkan taji dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Melalui operasi kewilayahan bersandi Ops Antik Toba 2026 yang digelar selama 21 hari (13 Mei s.d. 2 Juni 2026), jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) di bawah kepemimpinan AKP Hardiyanto, S.H., M.H., sukses besar memetakan dan meringkus puluhan jaringan pengedar.

Keberhasilan luar biasa ini dipaparkan dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Labuhanbatu Kompol Panggil Sarianto Simbolon, S.H. mewakili Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., didampingi langsung oleh Kasatresnarkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H., di Rantauprapat.

Dalam keterangannya, Wakapolres Labuhanbatu Kompol Panggil Sarianto Simbolon, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan dan ketegasan Kasat Narkoba beserta seluruh personel yang militan di lapangan.

“Mewakili Bapak Kapolres, kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kasat Narkoba AKP Hardiyanto dan seluruh jajaran Satresnarkoba. Kinerja mereka dalam operasi ini sangat progresif dan tidak main-main. Hasil sitaan dan jumlah tersangka yang diamankan menunjukkan komitmen total kita dalam menyikat habis jaringan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Wakapolres Labuhanbatu di hadapan awak media.

Ketegasan AKP Hardiyanto dalam menakhodai Satresnarkoba terbukti lewat angka penindakan yang mendominasi. Dari total 81 Laporan Polisi (LP) dengan 91 tersangka yang berhasil diungkap secara keseluruhan, Satresnarkoba sendiri berhasil melumpuhkan 44 LP dengan 55 tersangka. Sementara 9 Polsek jajaran berkontribusi mengungkap 37 LP dengan 43 tersangka.

Saat diberikan kesempatan bicara, Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto, S.H., M.H., membeberkan statistik mencolok mengenai lonjakan drastis barang bukti dibandingkan dengan Ops Antik Toba tahun 2025.

“Tahun ini kami melakukan penguatan intelijen di berbagai titik rawan. Hasilnya, terjadi peningkatan sitaan sabu yang sangat signifikan, dari 274,6 gram di tahun 2025 melonjak menjadi 1.354,48 gram (1,3 Kilogram) di tahun 2026, atau meroket 393,26%,” urai AKP Hardiyanto secara rinci.

Lebih lanjut, perwira balok tiga ini menambahkan bahwa jika pada tahun lalu temuan ganja nihil, tahun ini timnya berhasil mengamankan 4.504 gram ganja, 35 butir pil Ekstasi, serta 5 butir pil Happy Five (H-5).

Selain narkotika, aset operasional para pelaku yang disita meliputi uang tunai sebesar Rp 11.429.000,-, 30 unit sepeda motor, 46 unit handphone, 5 unit timbangan elektrik, dan 1 unit mobil.
Penyelamatan Belasan Ribu Jiwa dan Gempuran di Wilayah Pesisir

Strategi yang diterapkan AKP Hardiyanto juga menyasar wilayah pesisir dengan menggerakkan Polsek Daerah Pantai (Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong) hingga total menyumbang penindakan sebanyak 14 LP dan 17 tersangka.

Melalui keberhasilan penyitaan barang bukti berkat kejelian personel di lapangan ini, Polres Labuhanbatu berhasil menyelamatkan sedikitnya 13.545 jiwa dari ketergantungan narkoba jenis sabu dan 4.504 jiwa dari penyalahgunaan ganja.

Menutup konferensi pers, Wakapolres bersama Kasat Narkoba memperingatkan dengan keras kepada seluruh jaringan pengedar agar tidak mencoba-coba bermain di wilayah mereka. “Operasi boleh berakhir, namun pengejaran terhadap bandar dan pengedar narkoba di wilayah Labuhanbatu tidak akan pernah berhenti. Kami akan terus memburu mereka,” pungkas AKP Hardiyanto. (*)

scroll to top