Limapuluh Kota,-Benuanews.com Mantan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Ir. Irfendi Arbi, MP menghimbau masyarakat Ranah Minang, utamanya warga Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi musim penghujan guna mengantisipasi potensi bencana banjir dan tanah longsor.
Pernyataan itu disampaikan Irfendi Arbi menyusul terjadinya banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Memasuki musim hujan seperti saat ini, kita semua harus senantiasa waspada. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal, terutama bagi warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai maupun wilayah perbukitan yang rawan terjadi tanah longsor,” ungkap Irfendi Arbi, Jum’at (15/5/2026).
Irfendi Arbi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang mengindikasikan potensi bencana, seperti meningkatnya debit air secara tiba-tiba, munculnya retakan pada permukaan tanah, hingga terjadinya pergeseran struktur bangunan.
“Apabila sudah ditemukan tanda-tanda seperti itu, sebaiknya segera melakukan evakuasi sementara menuju tempat yang lebih aman. Jangan menunggu hingga keadaan semakin memburuk, karena akan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Irfendi Arbi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena hal tersebut sering menjadi penyebab tersumbatnya saluran air yang memperparah banjir.
Menurutnya, langkah sederhana seperti kerja bakti membersihkan drainase dan saluran air dapat membantu menekan risiko genangan saat hujan deras.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Apabila lingkungan sekitar bersih dan terawat, maka aliran air pun akan berjalan lancar. Dengan demikian, risiko terjadinya banjir dapat kita kurangi secara maksimal,” ujarnya.
Irfendi Arbi juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak saat hujan turun, terutama agar tidak bermain di sekitar selokan, aliran sungai maupun lereng perbukitan.
“Keselamatan dan keamanan keluarga harus selalu menjadi prioritas utama. Jangan sampai kita lengah, karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa diduga,” ungkapnya.
Irfendi Arbi berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat me-minimalisir dampak cuaca ekstrem. Ia juga mendorong Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan kualitas penanganan dan mitigasi bencana di lapangan. (lili)