Warga Labuhanbatu Temukan Mortir Aktif Diduga Peninggalan Belanda, Gegana Turun Tangan

Screenshot_20260406_130325_Facebook.jpg

Labuhanbatu-Benuanews.com
Satu unit mortir aktif ditemukan warga di Kelurahan Dano Bale A, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) siang.

Mortir tersebut diduga merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda. Benda berbahaya itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 80 sentimeter dengan berat mencapai puluhan kilogram.

Sekretaris Lurah Dano Bale A, Reza, membenarkan penemuan mortir tersebut. Ia mengatakan, saat ini aparat kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Benar, diduga mortir peninggalan zaman penjajahan. Saat ini sudah diamankan pihak kepolisian dan rencananya akan dilakukan peledakan oleh tim,” ujar Reza saat dikonfirmasi.


Ia menjelaskan, mortir itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggali tanah untuk bahan baku pembuatan batu bata. Saat penggalian, warga menemukan benda mencurigakan berupa besi yang tidak biasa.
“Awalnya warga menggali tanah untuk kebutuhan batu bata, lalu menemukan benda besi yang mencurigakan. Setelah dilaporkan ke Babinsa, ternyata itu adalah mortir,” jelasnya.

Saat ini, tim Gegana dari Brimob telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan proses penjinakan terhadap mortir aktif tersebut. Aparat juga mengimbau warga untuk tidak mendekati area penemuan demi alasan keselamatan.

Penemuan ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang penasaran. Namun, pihak berwenang langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.(K.N)

scroll to top