Labuhanbatu Selatan – Benuanews.com
Sejumlah massa dari Serikat
Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya(SAPMA) IPK Kabupaten Labuhanbatu Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor cabang PT PLN (Persero) Kotapinang, Jalan Bukit, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Kamis (12/3/2026).
Dalam aksi tersebut, massa meminta pihak manajemen PLN Kotapinang untuk menerima dan menanggapi aspirasi mereka. Namun hingga aksi berlangsung, tidak ada perwakilan dari pihak PLN yang menemui massa aksi.
Koordinator aksi, Roma Hasibuan, dalam orasinya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak PLN. Salah satunya terkait transparansi biaya pemasangan baru maupun penambahan daya meteran listrik bagi masyarakat.
Selain itu, massa juga meminta kejelasan terkait biaya tagihan listrik prabayar maupun pembelian token listrik agar konsumen tidak merasa dirugikan.
“ Kami meminta pihak PLN Kotapinang lebih transparan dalam biaya pemasangan baru maupun tambah daya, serta biaya listrik prabayar atau token agar masyarakat tidak merasa dirugikan,” ujar Roma dalam orasinya.
Massa juga menyoroti pelaksanaan Operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Mereka menduga terdapat sejumlah pelanggaran di beberapa desa, seperti pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai ketentuan serta adanya dugaan jaringan internet ilegal (wifi) yang memanfaatkan jaringan listrik dan berpotensi menyebabkan gangguan hingga pemadaman.
Selain itu, SAPMA IPK menilai masih terdapat kesenjangan informasi antara pihak PLN dengan masyarakat terkait penyebab gangguan listrik maupun kebijakan layanan yang berlaku.
Menurut Roma, masyarakat sering kali hanya menerima informasi setelah terjadi pemadaman listrik, sementara informasi preventif maupun pembaruan kondisi jaringan dinilai masih minim.
“Kami juga menduga manajer PLN Kotapinang tidak melakukan investigasi langsung ke lapangan. Bahkan kami mencurigai adanya oknum yang diduga melanggar SOP dalam pelayanan pengadaan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya menduga adanya praktik yang mengarah pada kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) sehingga menimbulkan kesan pembiaran terhadap berbagai keluhan masyarakat di Labuhanbatu Selatan.
Meski sempat menyampaikan berbagai tuntutan, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung damai. Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka di depan kantor PLN Kotapinang.(K.Nasution)