Masjid Musafir Diproyeksikan Menjadi Pusat Layanan Ibadah dan Istirahat Bagi Pemudik Lebaran 1447 H 

IMG-20260311-WA0043.jpg
Payakumbuh,-Benuanews.com Masjid Musafir Kota Payakumbuh resmi diluncurkan sebagai Masjid Ramah Pemudik 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Peresmian berlangsung di ruang ibadah masjid, Rabu (11/3/2026).
Masjid yang berada di tepi ruas Jalan Diponegoro, Kelurahan Kubugadang, Kecamatan Payakumbuh Barat ini diproyeksikan menjadi pusat layanan ibadah dan istirahat bagi para pemudik selama arus mudik Lebaran mendatang.
Peresmian dihadiri oleh Walikota Payakumbuh diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Delvitra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, Kepala KUA se-Kota Payakumbuh, kepala madrasah, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua Pengurus Masjid Musafir Kota Payakumbuh, Basri Latief mengatakan, meski baru beroperasi sekitar tiga bulan sejak didirikan, masjid tersebut telah aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan.
“Masjid Musafir ini baru beroperasi sekitar tiga bulan, tetapi sudah banyak kegiatan dilaksanakan. Mulai dari tabligh akbar, wisata religi, hingga pelatihan membaca Al Quran bagi wartawan,” ujar Basri Latief.
Ia menegaskan, pengurus berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan pengendara yang singgah untuk beribadah maupun beristirahat.
“Kami berharap masjid ini memberi manfaat luas bagi umat dan menjadi tempat persinggahan yang nyaman bagi para musafir,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Hendri Yazid menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat saat arus mudik Lebaran.
Ia mengapresiasi kesiapan Masjid Musafir yang telah beroperasi bahkan selama 24 jam, dengan fasilitas memadai bagi para pengguna jalan.
“Masjid ini telah menyediakan tempat salat yang nyaman, toilet bersih, serta area istirahat representatif bagi pengendara,” ujar Hendri.
Menurut Hendri, pengurus masjid bahkan telah lebih dahulu menjalankan konsep pelayanan ramah musafir sebelum program Kementrian Agama tersebut diluncurkan secara resmi oleh pemerintah.
Ia juga mendorong pengembangan fasilitas tambahan berupa penginapan berbasis syariah, dengan sistem pembayaran sukarela kepada masyarakat atau pengendara demi meningkatkan kenyamanan pemudik.
“Masjid adalah tempat yang aman bagi pengendara dan masyarakat. Mudah-mudahan keberadaan Masjid Musafir memberi manfaat luas bagi umat,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh Bidang Kemasyarakatan dan SDM Delvitra menilai Masjid Musafir memiliki fasilitas yang memadai dan dirancang untuk kenyamanan jamaah serta pemudik.
“Siapa pun yang pernah datang ke sini akan rindu untuk kembali. Area parkir luas, tempat wudu nyaman, dan fasilitasnya mendukung pelayanan masyarakat,” ucap Delvitra.
Ia berharap kehadiran masjid turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar serta menjadi amal berkelanjutan bagi para donatur dan pengelola.
Delvitra juga meminta dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan masjid agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. (lili)
scroll to top