JAMBI.(Benuanews.com)-Olahraga Padel, fenomena global yang menggabungkan elemen tenis dan squash, kini resmi menapakkan kakinya di Provinsi Jambi. Langkah besar ini ditandai dengan penyerahan Surat Mandat Nomor: 005/PBPI/SM/II/2026 oleh Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) kepada sosok yang sudah tidak asing lagi di dunia hukum Jambi, Ramos Hutabarat, S.H.
Advokat kondang yang dikenal vokal dan memiliki jaringan luas ini dipercaya menjadi Calon Ketua Pengurus Provinsi PBPI Jambi untuk masa bakti 2026-2030. Surat mandat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, di Jakarta pada 9 Februari 2026.
Dalam mandat tersebut, Ramos Hutabarat diberikan tanggung jawab penuh untuk segera menyusun struktur kepengurusan di tingkat provinsi. Tak hanya itu, ia juga ditargetkan untuk segera melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah Jambi guna mensosialisasikan olahraga ini kepada masyarakat luas.
“Terima kasih atas kepercayaan dan motivasi yang diberikan oleh Ketum PBPI, Bapak Galih Dimuntur Kartasasmita. Ini adalah tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga baru yang sangat potensial di Jambi,” ungkap Ramos dalam keterangan singkatnya.
Meski terdengar baru bagi sebagian masyarakat Jambi, Padel sebenarnya memiliki sejarah yang cukup unik dan perkembangan yang sangat pesat di dunia internasional.
Padel ditemukan pertama kali oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko (1969). Awalnya, ia ingin membangun lapangan tenis di rumahnya, namun karena keterbatasan lahan, ia menciptakan lapangan yang lebih kecil dengan dinding di sekelilingnya. Olahraga ini kemudian dibawa ke Spanyol oleh Alfonso de Hohenlohe dan meledak menjadi olahraga kedua paling populer di sana setelah sepak bola.
Padel mulai masuk secara resmi ke Indonesia beberapa tahun lalu, terutama dipopulerkan di wilayah Bali dan Jakarta sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sport-tourism. Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) resmi dibentuk untuk mewadahi atlet dan komunitas, serta menjadi anggota resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Berbeda dengan tenis lapangan, Padel dimainkan di lapangan tertutup dinding kaca/kawat seluas sepertiga lapangan tenis. Bola yang memantul dari dinding tetap dianggap “aktif”, mirip dengan sistem permainan squash. Hal ini membuat durasi reli lebih lama dan permainan menjadi sangat dinamis serta seru untuk ditonton.
Kehadiran Ramos Hutabarat sebagai nahkoda baru PBPI Jambi diharapkan mampu membawa angin segar bagi prestasi olahraga di Jambi. Dengan latar belakangnya sebagai advokat, integritas dan kemampuan organisasinya diyakini mampu mempercepat pertumbuhan fasilitas lapangan Padel dan penjaringan atlet muda berbakat di Jambi. (Red)