Diduga Ada Penimbunan BBM Bersubsidi di Sei Kanan, Warga Keluhkan Kelangkaan

20260202_182716-1-scaled.jpg

Labuhanbatu Selatan – Benuanews.com
Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ⁹ kembali mencuat di Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Aktivitas tersebut diduga melibatkan oknum tertentu dan berkaitan dengan salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penimbunan BBM bersubsidi itu diduga terjadi di sekitar SPBU Amelia Nomor 14.214.266 yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kanan. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM jenis subsidi karena kerap kehabisan stok.

Salah seorang warga setempat berinisial PH (39) mengungkapkan, antrean panjang di SPBU tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Namun, meski telah mengantre lama, masyarakat kerap tidak kebagian BBM.

“Kami memang selalu antre, bang. Tapi sering juga tidak kebagian karena BBM sudah habis. Menurut kami, seolah-olah lebih diutamakan orang-orang tertentu dibanding masyarakat biasa,” ujar PH saat ditemui, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat sejumlah kendaraan angkutan yang berulang kali melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut. Kendaraan-kendaraan itu diduga melangsir BBM bersubsidi ke sebuah gudang penampungan. Gudang tersebut disebut-sebut milik pihak berinisial IM.S dan JSM, meski hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Praktik penimbunan BBM bersubsidi, apabila terbukti, merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polsek Sungai Kanan, untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan secara tegas terhadap dugaan praktik ilegal tersebut.
“Kami berharap aparat tidak tutup mata dan segera menindak para pelaku agar BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU maupun aparat kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penimbunan BBM bersubsidi tersebut.(K.N)

scroll to top