Ayah Dan Kakak Kandung Kifen Melakukan Sumpah Mubala Untuk Membuktikan Diri Tak Bersalah

Screenshot_20260122-0841332.jpg

Sangiang Wera, Bima, NTB.Benuanews.com –Peristiwa hilangnya Kifen di Gunung Sangiang Api yang masih menjadi misteri hingga kini. Berbagai isu kian mencuak kerana publik bahkan persepsi dan tudingan (tuduhan) pun hadir didalamnya. Persepsi dan tuduhan itu tertuju pada ayah dan Kakak Kandung Kifen yang pergi bersamanya saat berburu hingga dinyatakan hilang.

Kisah Kifen ini telah menjadi tragedi yang mengguncang dunia maya , menjadi pusat perhatian, dan menarik minat orang yang ingin tahu akan apa yang sebenarnya terjadi pada Kifen. Kisahnya seolah tidak memiliki akhir dan terus menjadi misteri yang tidak dapat terpecahkan.

Sampai hari ini peristiwa yang dialami kifen masih menjadi sorotan publik hingga berbagai tuduhan tertuju ke pada Ayah dan kakak kandung Kifen dalam ruang publik semakin menjadi. Mereka menganggap kuat dugaan bahwa Ayah dan kakak kandungnya lah yang menjadi dalam (pelaku) di balik kasus hilangnya Kifen.

Muak akan adanya isu, persepsi tuduhan, serta pemberitaan Hoaks yang menjadi simpang tindih lantaran tidak ada kejelasan dan tidak dapat di buktikan secara naluriah yang dapat cerna dengan akal sehat.

Sebuah peristiwa adat yang jarang dilakukan kembali muncul di Desa Sangiang. Ayah Kifen dan kakak kandungnya melakukan prosesi sumpah minum tanah kubur di Masjid Safinatunajjah yang di sebut sumpah Muhaballa.pada Rabu (21/1/2026)

Tradisi ini sudah lama dikenal di beberapa daerah sebagai cara menyelesaikan perselisihan, terutama ketika sebuah sengketa dianggap membutuhkan pembuktian, kesungguhan dan kejujuran pihak yang terlibat.

Prosesi sumpah tersebut dilakukan dengan menggunakan air yang dicampur tanah dari makam . Menurut keyakinan masyarakat sangiang, tindakan ini dipercaya dapat mendatangkan azab atau hukuman bagi siapa pun yang berbohong saat mengucapkan sumpah.

Kejadian ini dilakukan oleh keluarga Kifen sebagai bentuk penegasan terhadap isu hilangnya Kifen di gunung Sangiang yang sampai hari ini belum di temukan. Dengan melaksanakan sumpah tersebut, pihak keluarga berharap permasalahan dapat diselesaikan secara terang dan semua dugaan dapat diluruskan.

Ribuan warga dari desa Sangiang dan Desa sekitar datang ke Masjid Safinatunajjah menyaksikan prosesi atau jalannya sumpah yang dilakukan oleh ayah dan kakak kandung kifen. Meskipun bukan bagian dari praktik hukum formal, tradisi sumpah seperti ini masih dianggap memiliki kekuatan moral di beberapa komunitas.

Aparat Desa Sangiang mengimbau masyarakat untuk tetap mengedepankan musyawarah dan jalur penyelesaian resmi apabila terjadi sengketa, sembari tetap menghormati praktik budaya yang masih diyakini sebagian warga.(Yani Wera)

scroll to top