LUWU UTARA-Benuanews.com-Gelombang aspirasi dukungan terhadap pembentukan Provinsi Tana Luwu terus bergulir. Berbagai kalangan masyarakat serta sejumlah tokoh di Tana Luwu juga tegas menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut.
Dukungan kuat pun terus bergulir dan menggelinding bak bola salju. Salah satunya datang dari Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kabupaten Luwu Utara, Ir. Marthina Simon, M.Si., yang juga dengan tegas mendukung pembentukan Provinsi Tana Luwu.
“Kami, masyarakat Toraja, yang memang sudah lama tinggal dan berdomisili di wilayah Luwu Raya ini sangat mendukung penuh pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah,” tegas Marthina Simon, Senin (12/1/2026), di Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
Menurutnya, pemekaran wilayah Tana Luwu melalui pembentukan Provinsi Tana Luwu, termasuk pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, dapat mempercepat terpenuhinya harapan pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Tana Luwu.
Tak hanya itu, eks birokrat di Pemerintahan Daerah Kabupaten Luwu Utara ini juga menyebutkan bahwa pembentukan dua DOB di Tana Luwu dapat mengoptimalkan pengelolaan potensi daerah, dan memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan akuntabel.
“Yang perlu juga kita ketahui bahwa dengan pembentukan Provinsi Tana Luwu ini pastinya akan membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat di Luwu Utara, Luwu, Luwu Timur, dan Palopo,” jelas Marthina yang dikenal memiliki semangat juang yang tinggi.
Kendati demikian, perjuangan Provinsi Tana Luwu masih terkendala kebijakan pemerintah yang masih mempertahankan moratorium nasional. Masalah moratorium ini rupanya masing menjadi “tembok raksasa” bagi banyaknya usulan DOB, termasuk Provinsi Tana Luwu.
Namun, perjuangan Provinsi Tana Luwu yang sejak lama diperjuangkan ini terus digaungkan dan didorong agar pemerintah pusat luluh dan mau mendengarkan segala aspirasi seluruh masyarakat di wilayah Luwu Raya, yaitu Luwu, Luwu Utara, Palopo, dan Luwu Timur.
“Selaku Ketua PD-PMTI Kabupaten Luwu Utara, kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera mencabut kebijakan moratorium pembentukan DOB, sehingga Provinsi Tana Luwu dapat segera dimekarkan,” tegas Marthina.
Dikatakannya, organisasi yang ia pimpin saat ini adalah salah satu pendukung fanatik Prabowo di Pilpres 2024 lalu. Sehingga pihaknya berkeinginan agar dukungan PMTI di Pilpres kemarin dapat menjadi pertimbangan untuk mempercepat terbentuknya Provinsi Tana Luwu.
“Kami, PMTI, salah satu pendukung fanatik Bapak Presiden Prabowo Subianto waktu Pilpres 2024 lalu, dan berharap Luwu Raya dan Luwu Tengah dapat dimekarkan dan kami akan mengawal dan berjuang kembali untuk Prabowo di Pilpres 2029 mendatang,” tandasnya.
Perjuangan pembentukan DOB memang panjang dan melelahkan. Namun, perjuangan tersebut tak boleh surut oleh keadaan apapun. Masyarakat Luwu Raya bersatu untuk menguatkan tekad demi Provinsi Tana Luwu, sembari berharap kran moratorium bisa dibuka. (LHr#)