KOTA BARU, INHIL.(Benuanews.com)– Bagi generasi muda di Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, nama Artha Band mungkin terdengar asing. Namun, bagi masyarakat Kota Baru, Kecamatan Keritang, dan sekitarnya yang tumbuh di era 1980-an, nama ini adalah legenda. Mereka adalah “raja panggung” yang pernah menjadi jaminan kemeriahan setiap pesta rakyat dan hajatan besar di zamannya.
Artha Band bukan sekadar grup musik biasa. Di masa ketika hiburan digital belum merajalela dan organ tunggal belum mendominasi, kehadiran formasi band lengkap adalah sebuah kemewahan. Berbasis di Kota Baru, Artha Band muncul sebagai pelopor hiburan yang menyuguhkan musikalitas tinggi dengan peralatan yang, meski sederhana dibanding standar modern, mampu menggetarkan panggung.
*Masa Keemasan dan Ciri Khas*
Puncak kejayaan Artha Band terjadi di rentang tahun 1980 hingga awal 1990-an. Kala itu, Grup yang di Pimpin oleh H. Jumri (Alm) hampir tidak ada perhelatan besar di wilayah Inhil Selatan dan Inhil Utara tanpa kehadiran mereka.
“Dulu kalau ada hajatan nikahan , acara 17 Agustusan, kalau yang main Artha Band, itu penontonnya bisa membludak sampai ke jalan. Orang dari kampung sebelah rela naik pompong (perahu motor) malam-malam cuma untuk nonton mereka,” kenang Pak Tam, salah satu masyarakat Kota Baru yang menjadi saksi hidup kejayaan grup tersebut.
Ciri khas Artha Band terletak pada kepiawaian personelnya membawakan berbagai genre. Mulai dari tembang pop yang sedang hits kala itu, lagu-lagu rock klasik yang memacu adrenalin hingga Lagu-Lagu Dangdut. Suara melodi gitar yang melengking dan ketukan drum yang bertenaga menjadi tanda tangan khas mereka di atas panggung.
“Jadi pada masa itu, kami hampir tidak pernah waktu istirahat. Istilah kami tu Keliling Anjang-Anjang. Lepas main dilokasi pertama, pindah lagi kelokasi berikutnya. Bahkan kalau bisa dibilang, dalam satu bulan itu hanya libur 3 – 4 kali. Selebihnya keliling sana sini” Kenang Regar Artha, salah satu personil lama yang masih tersisa
*Kenangan yang Tak Lekang*
Meski kini zaman telah berganti dan tren musik telah bergeser ke arah digital dan DJ, jejak Artha Band tetap membekas. Bagi para mantan personelnya, Artha Band adalah rumah tempat mereka menumpahkan kreativitas di tengah keterbatasan akses di daerah.
Keberadaan Artha Band juga menjadi bukti sejarah bahwa Kota Baru, Inhil, pernah memiliki skena musik yang hidup dan bergairah. Mereka membuktikan bahwa talenta lokal dari daerah pesisir mampu menciptakan karya dan hiburan yang berkualitas.
Agus salah satu keyboardist yang juga merupakan Anak dari mendiang pimpinan Artha Band saat itu mengatakan, bahwa pada zamannya Artha Band bukan hanya sekedar grup musik, namun lebih rasa Kekeluargaan
“Mengenang Artha Band itu seperti memutar kembali kaset pita lama. Ada rasa rindu pada suasana kekeluargaan dan gotong royong saat menyusun alat musik yang berat-berat itu. Itu adalah masa-masa indah permusikan di Kota Baru,” ujar Agus yang saat ini berdomisili di Bagan Siapi-Api, Rohil, Riau
Artha Band dahulu tersimpan rapi dalam lipatan sejarah musik Indragiri Hilir. Meski panggung mereka telah usai, semangat bermusik yang mereka tebarkan menjadi pondasi bagi lahirnya musisi-musisi muda di Kota Baru hari ini. Artha Band adalah bukti, bahwa karya yang dimainkan dengan hati, akan terus hidup dalam ingatan.
*Tampil Dengan Semangat Dan Lembaran Baru*
Kini, di era modern dan digitalisasi Artha Band tampil dengan Konsep baru namun tidak menanggalkan cirikhas dari band tersebut.
“Warna baru” yang diusung Artha Band tidak hanya terlihat dari penampilan visual mereka di atas panggung yang kini lebih stylish, tetapi juga dari segi aransemen musik.
Jika sebelumnya Artha Band dikenal dengan alunan musik yang klasik dan syahdu, kini mereka menyuntikkan elemen-elemen sound yang lebih modern dan up-beat. Perpaduan instrumen yang lebih rapat dan dinamis dijanjikan akan membawa energi baru bagi para pendengarnya.
Dibawah kepemimpinan Abi Jumri, Anak dari Pimpinan terdahulu, Artha Band menyuguhkan konsep yang berbeda dari band lainnya.
“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar setia kami. Ini adalah bentuk pendewasaan bermusik Artha Band. Kami tetap Artha yang sama, namun dengan energi yang berkali lipat lebih besar,” ungkap Abi Jumri
Berbeda dengan penampilan-penampilan sebelumnya, kembalinya Artha Band kali ini tidak sekadar ajang reuni biasa. Mereka hadir dengan konsep pertunjukan yang jauh lebih modern, megah, dan berkelas, seolah ingin menunjukkan transformasi musikalitas yang matang.
Mulai dari Sound System yang lebih modern dan berkualitas, serta Lighting menambah tampilan Visual yang megah di setiap penampilan Artha Band
“Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda. Artha Band bukan hanya kembali untuk bernyanyi, tapi untuk memberikan pertunjukan visual dan audio terbaik bagi masyarakat Inhil,” ujar Abi Jumri.
Kembalinya Artha Band dengan konsep megah ini diharapkan dapat menjadi barometer baru bagi industri musik dan event production di Tembilahan, membuktikan bahwa musisi lokal Inhil mampu menyuguhkan hiburan dengan kualitas tidak kalah dengan provinsi tetangga
“Walaupun kita tinggal didaerah yang orang sering bilang “Paritan”, kita ingin tunjukkan bahwa dari segi Sound system dan Lighting kita juga bisa setara dengan grup grup besar di Provinsi Tetangga” ucap Wawan selaku Operator Lighting dan visual Artha Band (red)